Investigasi Dampak Getaran Akibat Flaring Pada  EHTFS

 

Logo HESA PT. HESA LARAS CEMERLANG
Structural Health Assessment & Forensic Specialist – 2024
“Investigation and Recommendations for Vibration Impact Reduction.”
Nama Pekerjaan Investigasi Dan Penyusunan Rekomendasi Pengurangan Dampak Getaran Akibat Flaring Pada EHTFS (Enclosed High Temperature Flaring System)
Waktu Oktober 2024
Klien LEMTEK UI
Lokasi Sumur Gas Bumi Pertamina A, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat
Tujuan Utama Melakukan asesmen teknis menyeluruh terhadap dampak suara dan getaran akibat operasional flaring EHTFS guna mengevaluasi kepatuhan ambang batas kenyamanan manusia sesuai standar (ISO-2631-2, KepMen LH No. 49), serta merumuskan rekomendasi teknis mitigasi getaran ke pemukiman warga.
Ruang Lingkup Pekerjaan
  • Uji Getaran EMA (Experimental Modal Analysis) dengan getaran paksa pada struktur EHTFS.
  • Uji Getaran OMA (Operational Modal Analysis) dengan beban ambient saat flaring pada EHTFS, tanah, dan bangunan sekitar.
  • Penyelidikan tanah (Sondir) untuk analisis interaksi tanah-struktur (soil-structure interaction).
  • Pemodelan numerik divalidasi dengan parameter dinamik lapangan untuk simulasi rencana perbaikan struktur atau soil improvement.
Catatan Engineering HESA
Fase Strategis: Mengidentifikasi perubahan parameter dinamik (frekuensi alami) pasca-modifikasi ketinggian stack.
Fungsi Output: Menyediakan matriks mitigasi berupa Stiffness Tuning pada struktur dan Soil Improvement untuk memutus jalur transmisi getaran ke area pemukiman.

Analisis Dinamik & Forensik Getaran Struktur EHTFS

1. Background Pekerjaan

Operasional Enclosed High Temperature Flaring System (EHTFS) di Sumur Gas Bumi Pertamina A mengalami kendala sosial teknis pasca peninggian flare stack. Warga di sekitar Kelurahan Jatiraden melaporkan adanya peningkatan intensitas getaran yang merambat hingga ke bangunan pemukiman. Studi ini diinisiasi untuk melakukan asesmen komprehensif terhadap korelasi antara aktivitas pembakaran gas (flaring) dengan respon dinamik tanah dan struktur di sekitarnya.

2. Critical Problem Statement

Secara teoritis, peninggian flare stack tanpa modifikasi pada penampang atau sistem tumpuan mengakibatkan penurunan kekakuan sistem ($k$) secara drastis, mengingat $k$ berbanding terbalik dengan pangkat tiga ketinggian ($h^3$). Penurunan $k$ secara langsung menggeser frekuensi alami ($f$) ke nilai yang lebih rendah, yang berpotensi mendekati frekuensi eksitasi proses flaring. Masalah kritis muncul ketika terjadi amplifikasi getaran pada pemukiman warga; hipotesa engineering menunjukkan adanya perbedaan karakteristik tanah (tanah lunak di pemukiman vs tanah keras di lokasi flare) yang memicu fenomena amplifikasi lokal. Hal ini membahayakan kenyamanan manusia (ISO-2631) dan integritas jangka panjang bangunan sekitar.

3. Technical Methodology

HESA menerapkan pendekatan Double-Method Analysis untuk menangkap profil dinamik secara presisi:

  • Experimental Modal Analysis (EMA): Melalui uji getaran paksa (forced vibration) dengan beban kejut terkendali untuk mengidentifikasi natural frequency dan damping ratio murni struktur.
  • Operational Modal Analysis (OMA): Mengakuisisi data percepatan dalam domain waktu selama kondisi operasional flaring menggunakan 3D-Accelerometer dengan sensitivitas tinggi (interval 0.01 detik).
  • Signal Processing: Transformasi sinyal dari domain waktu ke domain frekuensi menggunakan algoritma Fast Fourier Transform (FFT) dan Stochastic Subspace Identification (SSI) untuk mengekstraksi mode shape.
  • Geotechnical Investigation: Uji Penetrasi Lapangan (Sondir/CPT) untuk memetakan stratigrafi tanah guna analisis transmisi gelombang mekanik melalui medium tanah.

4. Technical Deliverables

  • Dynamic Parameter Report: Data kuantitatif frekuensi alami, rasio redaman, lendutan dinamik, dan percepatan getar pada titik-titik kritis (flare stack, tanah, dan bangunan warga).
  • Validated Structural Model: Pemodelan elemen hingga (FEM) yang telah dikalibrasi dengan data lapangan sebagai instrumen simulasi perbaikan.
  • Mitigation Engineering Design: Rekomendasi teknis berupa modifikasi kekakuan stack (stiffening) dan/atau soil improvement sebagai isolator getaran yang terukur.

5. Strategic Purpose

Pekerjaan ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara kebutuhan operasional flaring yang ramah emisi dengan standar kenyamanan lingkungan publik. Secara strategis, hasil studi ini menjadi landasan bagi Pertamina untuk melakukan langkah korektif yang berbasis data (evidence-based engineering), guna memitigasi risiko hukum dan sosial, serta menjamin keberlanjutan operasional fasilitas energi di area padat penduduk.

Dokumentasi Investigasi Dinamik Lapangan

(Rangkaian Pengujian EMA/OMA dan Penyelidikan Geoteknik di Area EHTFS Pertamina Well A)

Aktivitas 1 Aktivitas 2
Aktivitas 3 Aktivitas 4 Aktivitas 5
Aktivitas 6 Aktivitas 7 Aktivitas 8
Aktivitas 9 Aktivitas 10

Spesialis Analisis Getaran & Rekayasa Struktural

PT Hesa Laras Cemerlang menyediakan solusi terpadu untuk permasalahan dinamika struktur dan geoteknik pada fasilitas industri vital. Dengan dukungan teknologi instrumentasi terkini dan analisis modal tingkat lanjut, kami membantu memastikan infrastruktur Anda beroperasi dengan aman, efisien, dan harmonis dengan lingkungan sekitar.


PT Hesa Laras Cemerlang

📱 Konsultasi Audit Getaran & Struktur