Akuisisi data respon dinamis struktur terhadap beban getaran mesin operasional untuk memastikan kenyamanan kerja dan integritas struktur jangka panjang.
Ruang Lingkup (NDT)
Vibration Testing: Pengukuran percepatan, kecepatan, dan perpindahan getaran.
Ultrasonic Steel Thickness: Pengukuran ketebalan sisa elemen baja untuk analisis korosi dan kapasitas beban.
Catatan Pengalaman Hesa
Pada lingkungan industri manufaktur dengan aktivitas mesin kontinu, vibrasi berlebih dapat memicu kegagalan lelah (fatigue failure) pada sambungan struktur; identifikasi profil getaran di site Unilever ini menjadi basis penting dalam menentukan apakah struktur memerlukan redaman tambahan atau perkuatan mekanis.
Pelaksanaan Uji Vibrasi (Vibration Test) di fasilitas PT Unilever Indonesia merupakan langkah preventif dalam manajemen aset industri. Getaran yang dihasilkan oleh mesin produksi atau aktivitas logistik harus dipantau untuk memastikan nilainya tetap berada di bawah ambang batas yang diizinkan (allowable vibration limits), guna menghindari dampak buruk pada struktur gedung maupun sensitivitas peralatan produksi.
Analisis getaran dilakukan menggunakan sensor akselerometer sensitif untuk menangkap respon struktur terhadap beban dinamis. Data yang diperoleh kemudian diolah untuk mengetahui frekuensi alami bangunan dan amplitudo getaran. Sinkronisasi data uji vibrasi dengan Ultrasonic Steel Thickness memungkinkan tim enjinir HESA untuk mengevaluasi kesehatan struktur secara komprehensif, terutama pada elemen-elemen baja yang mengalami degradasi akibat usia dan lingkungan kerja industri.
Dokumentasi Pelaksanaan Survei di Lapangan
Kegiatan pengambilan data vibrasi dan pemeriksaan elemen struktur di PT Unilever Indonesia:
Layanan Analisis Getaran & Audit Struktur Industri
Lindungi aset industri dan pastikan kelancaran operasional Anda dengan pemantauan getaran bangunan secara berkala. HESA menyediakan jasa uji vibrasi profesional dan Non-Destructive Test (NDT) lainnya untuk mendeteksi potensi kerusakan struktur sejak dini.
PT Hesa Laras Cemerlang
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1, Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur
PT. HESA LARAS CEMERLANG
Non-Destructive Test & Structural Assessment – 2018
Dokumentasi Hammer Test Kantor KPP Bandara Soetta
Nama Pekerjaan
Uji Hammer Test Gedung Kantor KPP Bandara Soetta
Lokasi
Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng
Klien
PT Sihyong Jaya Persada, Tangerang
Waktu
Oktober 2018
Tujuan Pekerjaan
Menilai estimasi mutu tekan beton permukaan (compressive strength) secara non-destruktif guna memastikan kelaikan elemen struktur gedung kantor.
Catatan Pengalaman Hesa
Pada area vital seperti Bandara Soekarno-Hatta, kecepatan dan akurasi data awal adalah kunci; penggunaan Schmidt Hammer Test memberikan estimasi cepat mengenai keseragaman kualitas beton lapangan tanpa harus merusak struktur bangunan utama yang sedang beroperasi.
Pelaksanaan Hammer Test pada Gedung Kantor KPP di kawasan Bandara Soekarno-Hatta merupakan bagian dari prosedur kontrol kualitas atau audit struktur berkala.
Engineering Insight: Prinsip Rebound Number pada Beton
Hammer Test atau Rebound Hammer bekerja dengan prinsip pengukuran energi pantulan (rebound) dari massa baja yang menumbuk permukaan beton. Nilai pantulan ini berkorelasi dengan kekerasan permukaan beton. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, tim HESA melakukan persiapan permukaan dengan penggerindaan guna memastikan area tes bersih dari lapisan cat atau plesteran, serta melakukan kalibrasi alat secara rutin menggunakan calibration anvil.
Dokumentasi Pelaksanaan Hammer Test
Visualisasi kegiatan teknis pengambilan data mutu beton di site Bandara Soekarno-Hatta:
Hammer Test
Hammer Test
Layanan Uji Mutu Beton & Hammer Test Profesional
Pastikan mutu beton bangunan Anda memenuhi standar keamanan konstruksi dengan pengujian teknis yang akurat. HESA menyediakan layanan Hammer Test dan Non-Destructive Test (NDT) lainnya untuk kebutuhan audit gedung, jembatan, dan infrastruktur strategis lainnya.
PT Hesa Laras Cemerlang
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1, Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur
Pemindaian Tulangan (Rebar Scan) Area Luas 60×60 m
Waktu
2018
Klien
PT. Indeco Prima
Lokasi
Jakarta
Tujuan Pekerjaan
Memetakan konfigurasi baja tulangan (as-built reinforcement) pada area slab seluas 3.600 m² untuk keperluan evaluasi kapasitas beban lantai.
Ruang Lingkup Pekerjaan
Pemindaian tulangan menggunakan metode elektromagnetik (Ground Penetrating Radar/Ferroscan).
Identifikasi spasi, estimasi diameter, dan kedalaman selimut beton (concrete cover).
Pemetaan visual sebaran tulangan (Rebar Mapping) pada grid 60×60 meter.
Catatan Pengalaman HESA
Dalam praktik pemindaian area luas (wide-scale scanning), konsistensi grid dan kalibrasi alat sangat efektif untuk menghindari kesalahan interpretasi data tulangan ganda; pemetaan yang presisi pada area 60×60 meter memberikan kepastian teknis bagi kontraktor sebelum melakukan pemasangan beban mesin atau angkur berat.
Proyek pemindaian tulangan (Rebar Scan) yang dilakukan untuk PT. Indeco Prima di Jakarta ini mencakup area kerja yang cukup signifikan, yaitu 60×60 meter (3.600 m²). Pekerjaan ini menjadi krusial dalam fase renovasi atau alih fungsi area gedung, di mana data mengenai tulangan terpasang (as-built) tidak lagi tersedia atau perlu diverifikasi akurasinya.
Mitigasi Risiko pada Intervensi Struktur Eksisting
Melakukan pekerjaan pelubangan (coring) atau pemasangan angkur pada beton tanpa mengetahui posisi tulangan adalah risiko tinggi yang dapat melemahkan kapasitas geser atau lentur elemen struktur. Pada area luas seperti di proyek ini, ketidaktahuan akan konfigurasi baja tulangan dapat mengakibatkan kegagalan struktur lokal jika tulangan utama terpotong. Penggunaan teknologi pemindaian elektromagnetik memberikan gambaran visual transparan mengenai apa yang ada di dalam beton tanpa harus merusak (non-destructive), sehingga keputusan teknis dapat diambil berdasarkan data aktual di lapangan, bukan sekadar asumsi desain lama.
Metodologi Rebar Mapping Area Luas
Tim HESA menggunakan perangkat high-resolution electromagnetic scanner untuk menyisir setiap grid pada area 60×60 meter tersebut. Proses ini melibatkan deteksi medan magnet untuk menentukan posisi baja tulangan, spasi antar batang tulangan, serta ketebalan selimut beton (concrete cover). Selimut beton yang terlalu tipis seringkali menjadi penyebab utama korosi dini (karat) pada tulangan, sehingga data ini juga berfungsi sebagai bagian dari audit durabilitas struktur.
Hasil pemindaian kemudian diolah menjadi laporan Rebar Mapping yang detail, memungkinkan pihak manajemen fasilitas atau insinyur perencana untuk mengetahui secara pasti titik-titik aman untuk pengeboran atau penempatan beban tambahan sesuai dengan kapasitas struktur yang terverifikasi.
Rebar Scan Tulangan & Verifikasi Struktur Area Industri
Struktur lantai beton pada area industri atau komersial luas memerlukan assessment berkala untuk deteksi posisi tulangan sebelum dilakukan renovasi, penambahan beban mesin, atau alih fungsi ruang.
Sebagai konsultan struktur, HESA lakukan review teknis komprehensif menggunakan teknologi scanning mutakhir untuk menyediakan data ‘as-built’ yang akurat dan dapat diandalkan.
Hasil pemindaian memberikan kejelasan teknis untuk mitigasi risiko: menghindari pemotongan tulangan utama saat coring, memastikan ketebalan selimut beton sesuai standar, dan menyediakan basis data untuk analisis kekuatan struktur eksisting.
PT Hesa Laras Cemerlang
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1, Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur
Concrete Coredrill dan Crushing Test – Nifarro Park Apartment
Waktu
2017
Klien
PT. Sekar Artha Sentosa
Lokasi
Nifarro Park Apartment
Tujuan Pekerjaan
Memastikan mutu beton struktur gedung sesuai dengan mutu rencana melalui pengujian langsung di lapangan dan laboratorium.
Ruang Lingkup Pekerjaan
Core drilling untuk pengambilan sample beton, compression test di laboratorium
Catatan Pengalaman HESA
Pengujian mutu beton pada struktur gedung memerlukan kombinasi core drilling (destructive) dan NDT (non-destructive) untuk validasi kuat tekan aktual versus mutu rencana; pendekatan ini mengidentifikasi area dengan mutu substandar, degradasi potensi, dan kedalaman karbon untuk menentukan strategi perbaikan atau perkuatan berbasis data lapangan, bukan spekulasi desain awal.
Tantangan Teknis
Mutu beton struktur gedung tidak cukup dibuktikan lewat hasil uji laboratorium saja. Kondisi lapangan seperti proses curing, temperatur pengecoran, dan kualitas pelaksanaan sering memengaruhi hasil akhir. Ketika mutu aktual berada di bawah mutu rencana, kapasitas struktur bisa tidak tercapai, pola kerusakan menjadi sulit diprediksi, dan pada beberapa kasus memicu kebutuhan perkuatan darurat.
Karena itu, pengambilan contoh dan pengujian beton langsung di lapangan menjadi bagian penting dari quality assurance untuk memastikan struktur bekerja sesuai fungsi dan beban rencana.
Metodologi Pengujian
Sebelum pelaksanaan core drilling, dilakukan pemindaian tulangan menggunakan rebar scanneruntuk memastikan posisi dan jarak tulangan, serta menghindari risiko pemotongan baja tulangan yang dapat menurunkan kapasitas lokal struktur.
Core drilling kemudian dilakukan pada titik yang telah terverifikasi aman dan representatif. Contoh beton yang diambil diuji di laboratorium dengan mesin tekan (compression test) untuk memperoleh kuat tekan aktual beton sebagai dasar evaluasi mutu struktur.
Hasil dan Rekomendasi
Hasil uji tekan dari core sample menunjukkan mutu beton aktual pada beberapa titik dan elevasi struktur. Data ini dibandingkan langsung dengan mutu rencana untuk melihat bagian yang masih sesuai maupun yang menyimpang. Dari sini, keputusan bisa diambil secara jelas: struktur dapat diterima apa adanya, perlu pengujian lanjutan di area tertentu, atau memerlukan perbaikan maupun perkuatan sebelum digunakan.
PT Hesa Laras Cemerlang menangani verifikasi mutu beton gedung dengan pendekatan lapangan yang realistis. Core drilling dipadukan dengan pengujian non-destruktif (NDT) untuk membaca kondisi beton secara menyeluruh. Hasilnya menjadi dasar keputusan teknis yang terukur, bukan sekadar mengandalkan dokumen mutu atau asumsi desain.
Validasi Mutu Beton Struktur Gedung
Mutu beton yang tidak sesuai spesifikasi sering baru terungkap saat retak struktur atau penurunan mulai muncul. Pada tahap itu, opsi perbaikan sudah terbatas dan biayanya jauh lebih besar. Pemeriksaan beton di lapangan melalui core drill dan uji tak merusak (NDT) diperlukan untuk memastikan kondisi aktual sebelum bangunan masuk fase operasional penuh.
Verifikasi mutu beton dilakukan dengan kombinasi uji destruktif dan non-destruktif, untuk membaca kuat tekan aktual, kualitas pengecoran, serta indikasi degradasi dini. Data ini menjadi dasar objektif untuk menilai apakah struktur masih sesuai rencana desain atau memerlukan tindakan korektif.
Dengan hasil uji berbasis kondisi lapangan, keputusan quality control dan tindakan perbaikan dapat diambil secara tepat—bukan berdasarkan asumsi atau dokumen pemasok yang belum tentu merefleksikan kondisi struktur sebenarnya.
PT Hesa Laras Cemerlang
PT Hesa Laras Cemerlang
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Hammer Test & UPVT Paket 8 Perencanaan Teknik Jembatan Sanggau-Sekadau-Tebelian
Objek Spesifik
Jembatan Amak (Bagian dari 19 Jembatan Tersebar)
Klien
PT. Cipta Disain Indonesia
Waktu
Mei 2017
Tujuan Pekerjaan
Mengetahui mutu beton dan integritas struktur jembatan dalam rangka perencanaan dan pengawasan jalan nasional Provinsi Kalimantan Barat.
Catatan Pengalaman Hesa
Pekerjaan pada lintasan jalan nasional memerlukan mobilitas tinggi dan akurasi data yang cepat; penggunaan metode NDT pada Jembatan Amak ini menjadi basis krusial bagi tim perencana untuk menentukan kapasitas layan struktur jembatan di wilayah Kalimantan Barat.
Pelaksanaan Non-Destructive Test (NDT) dengan menggunakan kombinasi Hammer Test dan Ultrasonic Pulse Velocity Test (UPVT) pada Jembatan Amak, Kalimantan Barat, merupakan bagian dari proyek strategis Perencanaan Teknik Jembatan Sanggau-Sekadau-Tebelian. Investigasi ini bertujuan untuk memetakan kualitas beton eksisting secara menyeluruh demi menjamin keselamatan pengguna jalan nasional.
Audit pada jembatan bentang pendek hingga menengah seperti Jembatan Amak menuntut verifikasi homogenitas beton yang ketat. Dengan Hammer Test, kami mengukur kekuatan tekan permukaan beton secara cepat. Sementara itu, UPVT diaplikasikan untuk meninjau “kesehatan” internal struktur; kecepatan pulsa ultrasonik yang merambat dalam beton memberikan indikasi apakah terdapat retak dalam atau rongga udara yang dapat melemahkan struktur utama jembatan akibat beban kendaraan berat kontinu.
Dokumentasi Pengujian Lapangan
Berikut adalah dokumentasi teknis pengambilan data mutu beton di Jembatan Amak, Kalimantan Barat:
Pelaksanaan Hammer Test pada pilar/abutment Jembatan Amak untuk verifikasi mutu beton.
Pengujian UPVT guna mendeteksi integritas dan kepadatan internal beton struktur jembatan.
Layanan Audit & Inspeksi Jembatan Seluruh Indonesia
Pastikan keandalan infrastruktur jalan dan jembatan Anda melalui pengujian teknis yang tersertifikasi. HESA menyediakan layanan lengkap investigasi struktur menggunakan metode NDT (UPVT, Hammer Test, Rebar Scan) untuk kebutuhan perencanaan maupun pemeliharaan rutin.
PT Hesa Laras Cemerlang
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1, Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur
PT. Hesa Laras Cemerlang Dokumentasi Kegiatan Tahun 2017
Nama Pekerjaan
NDT Assessment Dermaga Miangas
Waktu
2017
Klien
Pengelola Dermaga Miangas
Lokasi
Pulau Miangas, Sulawesi Utara
Tujuan Pekerjaan
Evaluasi Mutu Material & Kelayakan Dermaga
Ruang Lingkup Pekerjaan
Hammer Test (kekerasan beton)
Ultrasonic Pulse Velocity Test (UPVT)
Pulse Echo Test
Covermeter Test (rebar scan)
Half Cell Potential Test (korosi)
Carbonation Test
Core Drill (kuat tekan lab)
Seismic Shock Test (pile integrity)
DCPT (daya dukung tanah)
Catatan Pengalaman HESA
Dermaga terluar di Indonesia sangat rentan terhadap korosi maritim ekstrem, karbonasi pada pile, dan settlement tanah lunak. Evaluasi kondisi dilakukan untuk memastikan gambaran utuh kinerja struktur pada kondisi operasional ekstrem.
Pengujian NDT dermaga Miangas Sulawesi Utara dilakukan untuk mengevaluasi mutu material struktur dan kelayakan teknis fasilitas maritim terpencil. Pekerjaan komprehensif investigasi visual, NDT, SDT, dan geoteknik dilaksanakan tahun 2017.
Dermaga terluar Indonesia di zona pasang-surut ekstrem berpotensi mengalami korosi pada tulangan, penurunan mutu beton pada elemen tiang, serta penurunan diferensial akibat kondisi tanah dasar. Untuk memastikan kondisi aktual struktur, dilakukan asesmen berbasis data lapangan melalui kombinasi pengujian NDT, SDT, dan pengujian tanah, sehingga analisis struktur tidak hanya bergantung pada asumsi desain awal. Data empiris dari hasil pengujian menjadi prasyarat dalam perencanaan siklus pemeliharaan (maintenance lifecycle) fasilitas dermaga, terutama pada lokasi terpencil dengan akses dan opsi penanganan yang terbatas.
Hasil pengujian NDT yang dikombinasikan dengan analisis struktur digunakan untuk menilai kelayakan teknis dermaga serta menentukan kebutuhan penanganan lanjutan yang realistis di lapangan. Pengalaman HESA pada proyek-proyek infrastruktur maritim, termasuk dermaga di wilayah terluar, menunjukkan pentingnya data material dan kondisi tanah aktual sebagai dasar evaluasi. Dalam setiap pekerjaan, PT Hesa Laras Cemerlang menempatkan pengujian struktur dan investigasi geoteknik sebagai satu kesatuan, sehingga rekomendasi yang dihasilkan relevan terhadap kondisi operasional fasilitas pelabuhan.
Assessment Dermaga Area Terpencil
Dermaga di lokasi terpencil dengan zona pasang-surut ekstrem sering mengalami degradasi struktural tanpa gejala visual yang jelas. Korosi tulangan, karbonasi pada pile laut, settlement tanah lunak, hingga penurunan kapasitas struktur maritim kerap baru terdeteksi saat gangguan operasional sudah terjadi.
HESA melakukan assessment struktur dermaga secara menyeluruh menggunakan kombinasi NDT, SDT, dan SST—mulai dari hammer test, UPVT, pulse echo, covermeter, half-cell, uji karbonasi, core drill, seismic shock test, hingga DCPT. Pendekatan ini dirancang untuk membaca kondisi aktual struktur maritim terluar secara objektif, sebelum kerusakan berkembang menjadi risiko keselamatan dan biaya perbaikan yang mahal.
PT Hesa Laras Cemerlang
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
PT. Hesa Laras Cemerlang
Dokumentasi Kegiatan 2017
Nama Pekerjaan
Core Drill Dermaga Pomako Papua
Waktu
Juli 2017
Klien
Infrastruktur Publik / Perhubungan
Lokasi
Dermaga Pomako, Papua
Tujuan Pekerjaan
Memperoleh sampel beton aktual (silinder) melalui metode pengeboran inti untuk pengujian kuat tekan laboratorium guna mengevaluasi kapasitas struktur dermaga.
Ruang Lingkup Pekerjaan
Pengambilan sampel beton dengan alat bor intan (Core Drill).
Pengujian kuat tekan beton di laboratorium tersertifikasi.
Catatan Pengalaman HESA
Dalam praktik evaluasi dermaga di wilayah terpencil, metode core drill efektif memberikan validasi final atas data NDT yang seringkali terdeviasi oleh kelembapan tinggi dan penetrasi klorida; pengeboran yang presisi memastikan sampel representatif tanpa merusak kontinuitas struktur utama.
Pengambilan Sampel Beton silinder di Dermaga Pomako
Evaluasi Material di Lingkungan Ekstrem Laut
Struktur beton di lingkungan dermaga terpapar terus-menerus oleh aerosol garam dan siklus basah-kering yang mempercepat degradasi. Metode pengujian tidak merusak (NDT) seperti hammer test terkadang memberikan hasil yang bias akibat pengerasan permukaan (carbonation) atau kejenuhan air pada beton. Oleh karena itu, pengambilan contoh beton (core sampling) menggunakan bor intan diperlukan untuk mendapatkan profil kuat tekan yang jujur dari bagian dalam struktur. Data laboratorium dari sampel silinder ini merupakan bukti otentik bagi insinyur untuk melakukan kalkulasi daya dukung yang lebih konservatif dan aman.
Metodologi dan Pengujian Lanjutan
Pelaksanaan di lapangan melibatkan penggunaan mesin core drill untuk menembus elemen struktur dermaga hingga kedalaman tertentu, menghasilkan sampel berbentuk silinder yang utuh.
Core Drill & Uji Kuat Tekan Beton
Struktur Dermaga seperti di Pomako memerlukan assessment berkala untuk deteksi dini degradasi material akibat lingkungan korosif laut dan beban operasional kapal yang berat.
Sebagai konsultan struktur, HESA lakukan review teknis komprehensif, pengambilan sampel core drill, dan analisis laboratorium untuk memvalidasi kapasitas riil infrastruktur Anda.
Hasil pengujian memberikan kejelasan teknis untuk keputusan strategis: apakah dermaga memerlukan rehabilitasi struktur, perkuatan (retrofitting), atau penyesuaian kapasitas beban sandar demi keselamatan operasional jangka panjang.
PT Hesa Laras Cemerlang
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1, Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur
PT. Hesa Laras Cemerlang
Dokumentasi Kegiatan 2017
Nama Pekerjaan
Hammer Test pada Inspeksi dan Audit Struktur Jembatan Citra Maja Raya
Waktu
Mei 2017
Klien
Pengembang Kawasan Citra Maja Raya
Lokasi
Maja, Lebak, Banten
Tujuan Pekerjaan
Untuk mengetahui kuat tekan beton dari indikasi kekerasan permukaannya
Ruang Lingkup Pekerjaan
Hammer Test.
Catatan Pengalaman HESA
Dalam praktik inspeksi jembatan bentang pendek, penggunaan hammer test yang dikombinasikan dengan UPVT digunakan untuk memetakan keseragaman mutu beton (homogenitas) pada pilar dan gelagar; data ini menjadi dasar dalam menentukan kelayakan struktur sebelum dilakukan penambahan beban lalu lintas.
Inspeksi & Audit Struktur Jembatan
Struktur Jembatan seperti di kawasan Citra Maja Raya memerlukan assessment berkala untuk deteksi dini degradasi material atau verifikasi kapasitas akibat rencana peningkatan arus lalu lintas.
Sebagai konsultan struktur, HESA lakukan review teknis komprehensif, evaluasi mutu beton, dan rekomendasi mitigasi risiko yang sesuai regulasi dan standar teknis jembatan terkini.
Hasil audit memberikan kejelasan teknis untuk keputusan: apakah jembatan masih layak operasi, perlu perkuatan struktural (retrofitting), atau penyesuaian desain untuk mendukung beban kendaraan yang lebih berat.
PT Hesa Laras Cemerlang
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1, Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur
Non-Destructive Test (NDT) adalah investigasi teknis yang paling cost-effective untuk mengevaluasi kondisi struktur existing tanpa merusak fungsinya.
Memilih metode NDT yang tepat—dari rebar scanner, hammer test, hingga core drill—menentukan akurasi diagnosis dan keputusan perbaikan struktur Anda. Kesalahan pemilihan metode berisiko memberikan data yang tidak akurat, menghasilkan keputusan desain yang salah dan biaya perbaikan berlebihan.
Saat ini keberadaan NDT semakin semakin banyak diterima dan diaplikasikan dalam rekayasa teknik sipil dan struktur, sebagai alat untuk mengevaluasi kekuatan, keseragaman, keawetan dan sifat-sifat lainnya dari struktur beton eksisting.
Dasar-dasar metode NDT terus dieksplorasi baik kelebihan, kekurangan, metode maupun interpretasi hasil ujinya. Metode Non-Destructive Test yang umum digunakan dalam rekayasa teknik sipil dan struktur diantaranya adalah :
Pengujian ini sering disebut juga dengan Rebar Locator, karena sesuai fungsinya untuk mengetahui lokasi tulangan (rebar) atau juga banyak yang menyebutnya dengan Covermeter test. Pada prinsipnya pengujian NDT ini adalah sebuah pengujian yang dilakukan untuk mengukur tebal selimut beton, jarak antar tulangan dan besar diameter tulangan.
Rebar Locator on PelindoRebar scanning atau covermeter test untuk mengetahui posisi, dimensi dan kedalaman tulangan baja di dalam beton sekaligus mendapatkan visualisasinya — at Pelindo I Cabang Pelabuhan Belawan.
Implikasi praktis rebar scanner: Ketepatan pengukuran selimut beton dan posisi tulangan menentukan diagnosis korosi. Jika selimut beton lebih tipis dari standar SNI, risiko korosi tulangan meningkat drastis. Data rebar scanner yang akurat memungkinkan Anda membuat keputusan tepat: apakah perlu perbaikan segera atau bisa ditunda. Jika data salah, Anda berisiko underestimate risiko korosi atau melakukan perbaikan mahal yang sebenarnya tidak perlu.
Biasa juga disebut dengan Concrete Hammer Test atau Schmidt Hammer Test. Adalah suatu metode uji yang simpel dan nisbi praktis guna mengetahui bagaimana kualitas beton
Melakukan benturan mekanis dengan bantuan ketukan palu atau lainnya, sehingga dapat menghasilkan gelombang pada frekuensi 1-60 kHz dengan panjang gelombang dari 50 mm sampai 2000 mm yang merambat dalam suatu media selama media tersebut elastis homogen.
Tujuan carbonation test, uji karbonasi, adalah supaya dapat diketahui bagaimana kualitas selimut beton dalam melakukan perlindungan terhadap tulangan baja yang di dalamnya. Karena, proses karbonasi menetralisir kondisi basa dalam beton. Jika selimut beton seluruhnya telah terkarbonasi mencapai tulangan baja di dalamnya, maka baja tulangan di dalamnya akan segera terkorosi ketika udara lembab dan oksigen mencapai tulangan.
Untuk menguji mutu serta integritas beton dengaan bantuan alat Pundit PL-200PE yang telah mendayagunakan Pulse Echo sebagai inovasi teknologi dalam meningkatkan kinerja aplikasi ultrasonik dalam hal obyek uji serta akses terhadap benda yang hanya terbatas di satu sisi
Proses pengujian beton dengan bantuan gelombang ultrasonik melalui alat Read-out Unit PUNDIT (Portable Unit Non Destructive Indicator Tester), Transducer 54 Hz, dan Calibration Bar.
Metode Half Cell bertujuan untuk mengindikasikan tingkat korosi dari tulangan yang berada di dalam beton. Metode ini memberi banyak keuntungan, sebab dengan hasil yang cukup akurat tapi biayanya relatif murah
Half Cell Potential Test untuk Uji Korosi pada Inspeksi dan Audit Struktur Jembatan Citra Maja Raya 3
Adalah untuk menentukan kekerasan suatu material dalam bentuk daya tahan material terhadap bola baja (identor) yang ditekankan pada permukaan material uji tersebut (speciment).
Metode core drill adalah suatu metoda pengambilan sampel beton pada suatu struktur bangunan. Sampel yang diambil (bentuk silinder) selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian seperti Kuat tekan
Core Drill Dermaga Pomako Papua 2017
Prinsip-prinsip Non-Destructive Test (NDT)
NDT adalah suatu cara untuk memeriksa, menguji, atau mengevaluasi material atau elemen struktur tanpa merusak kemampuan layan dari suatu bagian atau sistem struktur.
Tujuan Non destructive Testing adalah untuk menentukan kualitas dan integritas material atau elemen struktur tanpa mempengaruhi kemampuan untuk menjalankan fungsinya.
Metode pengujian yang tidak mempengaruhi kegunaan suatu bagian atau sistem tetap dianggap tidak merusak bahkan jika mengandung tindakan invasif.
Sebagai contoh, coring adalah metode NDT yang umum digunakan untuk mengambil sample dengan melubangi elemen struktur beton dan menguji spesimen sample dari elemen struktur beton untuk menentukan sifat beton in-situ.
Coring tentunya mengubah tampilan komponen struktur dan secara marginal mempengaruhi integritas strukturalnya. Namun jika dilakukan dengan benar, dilakukannya coring tidak mempengaruhi kemampuan layan elemen struktur tersebut dan dengan demikian tetap dianggap masuk kedalam katagori uji tidak merusak (Non destructive Testing/NDT).
Perbedaan NDT dengan Destructive Test
Pengujian yang merusak (Destructive Testing, DT) mengeksplorasi mekanisme kegagalan untuk menentukan sifat mekanik material seperti kuat leleh, kuat tekan, kuat tarik, keuletan dan ketangguhan retak.
Sedangkan metode NDT mengeksplorasi indikasi sifat tanpa mencapai kegagalan elemen struktur. Upaya secara ekstensif terus dilakukan untuk mengembangkan metode NDT sehingga semakin baik dalam mengindikasikan sifat mekanik, akustik, kimia, listrik, magnetik, dan fisik dari material atau elemen yang diuji.
Metode NDT terus dikembangkan sebagai metode yang untuk menjawab kebutuhan untuk mendeteksi kerusakan secara dini sebagai bagian dari pencegahan kerusakan struktural.
Penggunaan ekstensif NDT didorong oleh faktor ekonomi dan keselamatan. Dalam upaya pencegahan dini terjadinya kerusakan struktural, teknik-teknik pengujian in-site baru telah banyak ditemukan.
Untuk semakin memungkinkan melakukan penilaian kinerja beton selama tahap konstruksi, tahap commissioning maupun dan pada masa layan struktur.
Faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan survei NDT adalah kedalaman penetrasi terhadap material atau elemen struktuyang diuji, resolusi vertikal dan lateral, kontras pada sifat fisik, rasio signal-to-noise dan informasi yang ada mengenai struktur (McCann & Forde, 2001).
Pemahaman tentang sifat material dan isu utama yang terkait dengan penerapannya dalam bidang struktur menjadi sangat penting bagi keberhasilan metode NDT apapun. Langkah-langkah untuk memilih metode NDT yang memadai adalah sebagai berikut (Shull, 2002).
Memahami sifat fisik dari material yang diinspeksi
Memahami proses fisik dasar yang dari metode NDT yang diaplikasikan
Memahami sifat fisik interaksi antara probe alat uji dengan bahan uji
Memahami keterbatasan teknologi NDT yang diaplikasikan
Mempertimbangkan faktor ekonomi, lingkungan, peraturan dan faktor lainnya
Ada berbagai metode NDT yang diaplikasikan dalam bidang rekayasa teknik sipil dan struktur. Dan sudah banyak pula literatur teknis mengenai NDT pada beton, namun hal penting untuk meningkatkan keakurasian interpretasi hasil NDT adalah kolaborasi antara insinyur sipil, peneliti NDT dan spesialis NDT.
McCann, D., & Forde, M. (2001). Review of NDT methods in the assessment of concrete and masonry structures. NDT&E International , 7184.
Shull, P. (2002). Nondestructive Evaluation: Theory, Techniques and Applications.New York: Marcel Dekker, Inc.
Konsultasi Pemilihan Metode NDT dan Interpretasi Data untuk Diagnosa Struktur
Memilih metode NDT yang tepat untuk struktur Anda adalah keputusan kritis yang menentukan akurasi diagnosa dan validitas keputusan perbaikan. Jika metode tidak sesuai dengan jenis kerusakan yang dicurigai, data yang dihasilkan bisa menyesatkan, menyebabkan keputusan perbaikan yang tidak perlu atau melewatkan kerusakan serius. Tim teknis kami dapat membantu mengevaluasi kondisi struktur, merekomendasikan kombinasi metode NDT yang optimal, dan melakukan interpretasi data dengan kolaborasi multidisiplin untuk diagnosa yang akurat.
Layanan kami mencakup: penilaian kondisi visual awal struktur, pemilihan metode NDT berdasarkan jenis kerusakan yang dicurigai, koordinasi dan supervisi pelaksanaan pengujian lapangan, interpretasi hasil NDT dengan perspektif teknik struktur, dan rekomendasi keputusan perbaikan berbasis data NDT yang tervalidasi.
PT Hesa Laras Cemerlang
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
PT. HESA LARAS CEMERLANG
Energy Infrastructure & NDT Specialist – 2015
Dokumentasi UPVT PLTP Patuha Bandung
Nama Pekerjaan
Ultrasonic Pulse Velocity Test (UPVT) PLTP Patuha
Lokasi
Patuha, Bandung, Jawa Barat
Klien
PT. Takenaka Doboku Indonesia
Waktu
Maret – April 2015
Metodologi
Non-Destructive Test (NDT) – Ultrasonic Pulse Velocity
Catatan Pengalaman Hesa
Infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) memiliki tantangan lingkungan yang ekstrem; penggunaan UPVT di PLTP Patuha sangat krusial untuk mendeteksi integritas beton pada struktur penunjang turbin maupun pondasi berat, guna memastikan tidak adanya rongga atau keretakan internal yang dapat mengancam stabilitas operasional pembangkit.
Proyek pengujian non-destruktif (NDT) menggunakan metode Ultrasonic Pulse Velocity Test (UPVT) yang berlokasi di Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Patuha, Bandung, Jawa Barat, merupakan bagian dari penjaminan mutu struktur pada fasilitas energi strategis. Bekerjasama dengan PT. Takenaka Doboku Indonesia, PT Hesa Laras Cemerlang melakukan evaluasi mendalam terhadap kualitas beton in-situ tanpa merusak komponen struktur yang ada.
Engineering Analysis: Deteksi Integritas Beton di Sektor Energi
UPVT bekerja dengan prinsip transmisi gelombang ultrasonik melalui massa beton. Di PLTP Patuha, metode ini digunakan untuk mengukur waktu tempuh gelombang yang kemudian dikonversikan menjadi nilai kecepatan (velocity). Kecepatan gelombang yang tinggi mencerminkan beton yang padat dan homogen, sementara penurunan kecepatan dapat mengindikasikan adanya retak internal, sarang lebah (honeycomb), atau diskontinuasi material. Data ini sangat vital bagi pengelola pembangkit untuk memitigasi risiko struktural akibat beban getaran mesin pembangkit.
Dokumentasi Teknis Lapangan
Visualisasi pelaksanaan pengujian UPVT pada berbagai elemen struktur di area PLTP Patuha:
Persiapan titik uji di area operasional PLTP Patuha, Bandung.
Pengukuran kecepatan rambat gelombang ultrasonik untuk validasi homogenitas beton.
Layanan Penyelidikan & Pengujian Struktur Strategis
Pastikan keamanan dan ketahanan jangka panjang infrastruktur energi Anda dengan analisis data teknis yang akurat. HESA melayani jasa pengujian Non-Destructive Test (NDT) seperti UPVT, Hammer Test, hingga audit struktur menyeluruh untuk sektor industri dan energi.
PT Hesa Laras Cemerlang
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1, Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur