Inspeksi Tanki dan Analisis Settlement Pondasi

Inspeksi Tanki dan Analisis Settlement Pondasi Tanki 1000 kL

Di lapangan, kegagalan tanki jarang diawali oleh satu parameter tunggal. Penurunan pondasi yang kecil, penipisan plat yang tampak sepele, dan distorsi geometri yang nyaris tak terlihat sering saling berinteraksi dan mempercepat degradasi struktur.

Jika tanki penyimpanan Anda sudah berusia 10 tahun atau lebih, terekspos lingkungan aggressive seperti dekat laut atau kelembaban tinggi, atau menunjukkan tanda settling dan kebocoran, Anda perlu tahu dengan pasti: apakah struktur masih aman dioperasikan normal atau sudah mencapai level kritis yang memerlukan intervensi?

Inspeksi tanki yang komprehensif—dimensional inspection, soil investigation, settlement analysis, dan integrity testing—menjawab pertanyaan itu dengan data konkret. Anda akan tahu berapa dalam material sudah hilang, seberapa besar settling terjadi, dan berapa tahun lagi struktur dapat beroperasi sebelum perlu penggantian atau perkuatan.

Artikel ini dibuat berdasarkan proyek:

Inspeksi Tanki dan Analisis Settlement Pondasi Tanki 1000 kL milik PT SKI dengan lokasi di Kawasan industri MM2100 Cibitung-Bekasi, waktu pengerjaan Tahun 2016.

Kapan Inspeksi Tanki Diperlukan?

Inspeksi tanki tidak dilakukan secara rutin tanpa konteks. Ia menjadi relevan ketika struktur masuk ke kondisi tertentu yang berpotensi memengaruhi keselamatan, keandalan operasi, atau keputusan jangka panjang. Mengetahui kapan inspeksi diperlukan membantu pemilik dan engineer menghindari pengujian yang tidak perlu, sekaligus mencegah keterlambatan keputusan yang justru menambah risiko.

Inspeksi Tanki dan Analisis Settlement Pondasi Tanki 1000 kL

1. Tanki Beroperasi Lebih dari 15 Tahun di Lingkungan Agresif

Lingkungan dekat laut, area industri kimia, atau lokasi dengan kelembapan tinggi mempercepat laju korosi. Pada kondisi seperti ini, usia operasi menjadi faktor krusial. Inspeksi korosi memberikan gambaran kehilangan ketebalan aktual dan membantu memperkirakan sisa umur layan struktur secara realistis.

Sebagai contoh, pada zona splash di area pesisir, laju korosi dapat mencapai sekitar 0,1–0,3 mm per tahun. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding area dengan paparan lingkungan sedang. Data ketebalan aktual jauh lebih bernilai dibanding asumsi konservatif yang sering berujung pada keputusan penggantian terlalu dini atau perkuatan yang tidak proporsional.

2. Muncul Indikasi Visual Korosi atau Penurunan Pondasi

Tanda visual seperti karat, pitting, atau perubahan warna permukaan sering menjadi indikasi awal, tetapi belum cukup untuk mengambil keputusan teknis. Inspeksi diperlukan untuk menjawab pertanyaan kunci: apakah degradasi masih terbatas di permukaan, atau sudah memengaruhi kapasitas struktur.

Hal yang sama berlaku pada pondasi. Retak pada beton, perubahan elevasi, atau tanah di sekitar tanki yang tampak turun perlu ditelaah lebih jauh. Investigasi lanjutan bertujuan memastikan apakah terjadi differential settlement dan seberapa besar pengaruhnya terhadap tegangan pada shell dan sambungan las.

3. Rencana Perpanjangan Umur Operasi atau Perubahan Beban

Setiap rencana perpanjangan umur operasi atau modifikasi beban seharusnya didasarkan pada kondisi aktual struktur, bukan asumsi desain awal. Inspeksi memberikan dasar objektif untuk menilai apakah struktur masih memiliki margin yang memadai.

Data settlement lapangan dan kondisi material membantu menentukan batas aman tambahan beban, sekaligus mencegah risiko tegangan tidak merata yang dapat mempercepat kerusakan pada sambungan las maupun pondasi.

4. Menentukan Arah Tindak Lanjut Teknis

Pada tahap ini, inspeksi berfungsi sebagai alat pengambilan keputusan. Apakah cukup dilakukan perbaikan sistem proteksi, diperlukan perkuatan struktur, atau elemen tertentu sudah tidak layak dipertahankan. Alternatif lain adalah monitoring berkala jika kondisi masih stabil.

Setiap opsi memiliki implikasi biaya, waktu, dan risiko yang berbeda. Inspeksi tanki menyediakan dasar kuantitatif agar keputusan diambil secara proporsional, berdasarkan kondisi lapangan yang sebenarnya—bukan asumsi terburuk.

Risiko Jika Tidak Dimonitor

Tanpa inspeksi dan pemantauan rutin, kondisi tanki dan pondasi sebenarnya tidak pernah benar-benar diketahui. Dari luar terlihat normal, tapi di dalamnya risiko bisa sedang berjalan pelan. Di lapangan, ini yang paling sering terjadi.:

1. Resiko Kegagalan Struktur

Penipisan material dan degradasi weld yang tidak terdeteksi akan membentuk konsentrasi tegangan lokal. Pada kondisi tertentu, kegagalan bisa terjadi tanpa gejala awal yang jelas. Jika tanki sedang beroperasi penuh, konsekuensinya bukan sekadar kerusakan aset, tetapi potensi kegagalan struktur berskala besar dengan dampak lingkungan dan urusan dengan hukum yang cukup tinggi.

2. Kebocoran Material dalam Tanki dan Masalah Lingkungan

Kebocoran pada sambungan las atau perforasi akibat korosi menyebabkan keluarnya material yang tersimpan di dalam tanki. Pada tanki berkapasitas besar, dampaknya bisa signifikan, baik dari sisi operasional maupun lingkungan. Jika material yang disimpan bersifat berbahaya atau mudah terbakar, konsekuensinya dapat berkembang menjadi masalah lingkungan dan kepatuhan, termasuk pembatasan operasi atau pencabutan izin jika tanki diketahui beroperasi tanpa catatan inspeksi yang memadai.

3. Penurunan Pondasi yang Mempercepat Kerusakan

Settlement yang tidak merata membuat shell tanki bekerja tidak semestinya. Beban berpindah ke sambungan las, memicu tegangan tambahan. Weld yang sudah terbebani lalu terkena korosi akan rusak lebih cepat dari yang diperkirakan. Jika terlambat ditangani, perbaikan tidak lagi sederhana dan sering berujung pada pekerjaan perkuatan pondasi.

4. Dampak ke Operasi dan Kepatuhan

Tanpa inspection data, regulator assume worst-case scenario dan sering impose usage restriction. Insurance coverage bisa invalid jika tidak ada documented inspection record. Dalam kasus ekstrim, facility bisa shutdown jika ditemukan unsafe condition—cost operasional sangat besar selama shutdown.

Inspeksi Dimensi

Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi deformasi tanki—shifting, ovality (bulge), penipisan—yang mengindikasikan settling atau korosi. Data ini critical untuk assess structural integrity dan estimate sisa masa layan tanki.

Inspeksi dimensi dilakukan untuk mengetahui kelayakan teknis tanki berdasarkan code yang berlaku. Hal-hal yang diinspeksi dan toleransi yang diizinkan dalam inspeksi pada tanki seperti yang diberikan pada gambar berikut:

Tim menggunakan alat total station dan autolevel untuk mengukur dimensi tanki baik dari dalam maupun luar. Setiap measurement point dicatat dengan presisi untuk menghasilkan geometric profile yang komprehensif. Hasil pengukuran ini kemudian dikombinasikan dengan ultrasonic testing untuk mengukur ketebalan sisa dan deteksi internal defect.

Inspeksi Tanki dan Analisis Settlement Pondasi Tanki 1000 kL

Parameter Inspeksi

Hal-hal yang diinspeksi dan toleransi yang diijinkan dalam dimensional inspection pada tank merujuk ke code dan standard yang berlaku (API 650, ASME, dll). Tabel berikut menunjukkan parameter utama yang dimonitor:

Parameter Inspeksi Toleransi Diijinkan Keterangan
Ovality (Bulge) < 1% diameter Deformasi bulat tanki tidak boleh melampaui 1% dari diameter
Vertical Alignment < 25 mm per 10 m Penyelarasan vertikal untuk detect tilting atau shifting
Foundation Settlement < 25 mm total Total settling pondasi dalam batas aman
Differential Settlement < 12 mm Perbedaan settling antara satu titik ke titik lain
Weld Alignment < 3 mm offset Ketidakselarasan weld shell untuk detect distortion

Dokumentasi Dimensional Inspection

Dokumentasi lapangan menunjukkan setup equipment dan proses pengukuran di lapangan. Setiap measurement point dicatat untuk generate comprehensive geometric profile tanki:

Setup measurement point - tanki ethanol

Setup measurement point dengan total station untuk mengukur dimensi tanki

Dokumentasi dimensional inspection - tanki ethanol

Penyelidikan Tanah (Soil Investigation)

Inspeksi Dimensi menunjukkan apa yang sudah berubah pada geometri tanki—apakah terjadi penurunan, kemiringan, atau distorsi. Namun pengukuran tersebut hanya menjawab gejala, bukan penyebab. Ketika indikasi settlement atau deformasi teridentifikasi, pertanyaan berikutnya selalu sama: apakah pergerakan ini akan berhenti, atau justru akan berkembang?
Di titik inilah penyelidikan tanah menjadi krusial.

Soil investigation digunakan untuk memahami perilaku tanah pendukung pondasi—daya dukung, kompresibilitas, dan potensi settlement—yang menentukan apakah kondisi yang terukur saat ini masih berada dalam batas aman jangka panjang, atau sudah mengarah pada risiko differential settlement yang membahayakan struktur tanki.

Penyelidikan dilakukan melalui kombinasi uji lapangan dan laboratorium, meliputi sondir (Cone Penetrometer Test/CPT), boring, Standard Penetration Test (SPT), pengambilan Undisturbed Sampling (UDS), serta pengujian mekanika tanah di laboratorium. Data ini memberikan parameter engineering tanah yang menjadi dasar analisis settlement dan evaluasi kapasitas pondasi terhadap kondisi operasi aktual.

Realitas Lapangan: Keterbatasan Sampling

Idealnya uji dilakukan pada tanah di bawah tanki, namun  realitas lapangan menunjukkan hal tersebut seringkali tidak memungkinkan. Maka sampling tanah diambil pada area sedekat mungkin dengan pondasi tanki sebagai representasi kondisi tanah aktual.

http://hesa.co.id//images/projects/Tanki_Ethanol_2016/2.jpg

Perlu dipahami bahwa kondisi tanah jarang homogen. Perbedaan stratifikasi secara lateral maupun vertikal dapat menyebabkan variasi hasil, meskipun jarak sampling relatif dekat. Variasi ini bukan anomali, melainkan karakteristik alami sistem tanah yang harus diperhitungkan sejak tahap interpretasi.

Untuk menjaga relevansi teknis, data soil investigation tidak dibaca secara berdiri sendiri. Hasil uji selalu dikorelasikan dengan pola settlement historis, kondisi struktur aktual, dan observasi lapangan. Pendekatan ini menghasilkan estimasi yang proporsional—bukan asumsi konservatif berlebihan, dan bukan pula optimisme tanpa dasar.

Jika tingkat ketidakpastian tanah masih signifikan, strategi yang lazim digunakan adalah monitoring settlement secara berkala. Perbandingan antara perilaku aktual dan hasil prediksi awal sering kali memberikan pemahaman paling akurat mengenai respons tanah terhadap beban tanki dalam jangka waktu operasional.

Soil Test Inspeksi Tanki dan Analisis Settlement Pondasi Tanki 1000 kL

Hasil soil investigation tidak berdiri sendiri. Data tersebut dikorelasikan dengan temuan dimensional inspection untuk menilai konsistensi antara geometri yang terukur dan perilaku tanah di lapangan, serta digunakan sebagai input utama dalam analisis settlement dan penentuan strategi teknis—apakah cukup dimonitor, perlu perkuatan, atau memerlukan intervensi lebih lanjut pada pondasi.

Untuk penjelasan lebih rinci mengenai metode soil investigation di lapangan—mulai dari CPT, boring, SPT, UDS, hingga cara data tanah diinterpretasikan untuk analisis settlemen dapat dibaca pada halaman berikut:Penyelidikan Tanah (Soil Investigation) di Lapangan

Analisis Settlement (Penurunan Pondasi)

Settlement analysis memperkirakan besarnya penurunan tanah—immediate settlement dan consolidation settlement—dan bagaimana dampaknya pada stabilitas struktur tanki. Output ini menentukan keputusan critical: apakah tanki aman operasi normal, atau perlu foundation reinforcement/underpinning, atau monitoring plan jangka panjang diperlukan.

Data tanah yang diperoleh dijadikan input dalam geotechnical analysis yang dalam hal ini adalah settlement analysis untuk memperkirakan kemungkinan penurunan tanah yang terjadi dan bagaimana dampaknya terhadap stabilitas struktur tanki. Untuk analisis settlement digunakan MIDAS Soil Work, dengan gambaran visualisasi output seperti berikut:

Visualisasi Hasil Analisis Settlement

http://hesa.co.id//images/projects/Tanki_Ethanol_2016/7.jpg

Hasil settlement analysis ditampilkan dalam bentuk contour plot yang menunjukkan estimated settlement distribution di sekitar pondasi tanki

Finite Element Mesh Generation

http://hesa.co.id//images/projects/Tanki_Ethanol_2016/11.jpg

Finite Element mesh generation merupakan tahap penting dalam settlement analysis untuk discretize domain dan ensure akurasi hasil kalkulasi

Settlement Analysis sebagai Dasar Keputusan Teknis

Settlement analysis tidak dibaca sebagai angka, tetapi sebagai dasar pengambilan keputusan teknis. Dari sini, tiga hal utama dinilai.

Pertama: Total settlement.

Apakah masih dalam batas yang dapat diterima. Untuk tanki, nilai di bawah ±25 mm umumnya masih dianggap aman. Di atas itu, risiko tambahan mulai muncul karena penurunan berlebih akan memicu tegangan pada pondasi dan shell tanki.

Kedua: Apakah terjadi differential settlement?

Penurunan yang tidak merata jauh lebih kritis dibanding total settlement, karena langsung menimbulkan konsentrasi tegangan pada sambungan las. Kondisi ini menyebabkan shell bekerja dalam bending dan membuat weld lebih rentan terhadap fatigue maupun retak progresif.

Ketiga: Arah tindak lanjut yang rasional.

Apakah kondisi masih cukup dimonitor, sudah memerlukan perkuatan pondasi, atau membutuhkan tindakan segera untuk menahan degradasi yang lebih cepat.

Keputusan intervensi tidak pernah diambil dari satu parameter tunggal. Ia dibangun dari assessment menyeluruh—menggabungkan dimensional inspection, soil investigation, settlement analysis, integrity testing, dan evaluasi kapasitas sisa struktur. Dari kombinasi inilah rekomendasi teknis disusun secara proporsional: mulai dari perbaikan proteksi, perkuatan struktural, monitoring berkala, hingga pada kondisi tertentu, penggantian elemen yang sudah tidak layak dipertahankan.

Integrity Testing: Uji Vakum (Vacuum Test)

Uji vakum digunakan untuk memverifikasi integritas sambungan las (weld seam), khususnya pada plat dasar tangki. Metode ini berfungsi untuk memastikan tidak terdapat kebocoran lokal yang dapat memengaruhi keandalan operasi, bukan sebagai penilaian menyeluruh terhadap kapasitas struktur.

Pelaksanaan uji vakum mengacu pada API 650 paragraf 5.3.6 dan 6.6, dengan kriteria penerimaan yang ditetapkan untuk menjaga mutu sambungan las tetap berada dalam batas teknis yang dapat diterima.

Secara teknis, pengujian dilakukan menggunakan kotak vakum berukuran ±750 mm × 150 mm yang dilengkapi kaca inspeksi untuk observasi sambungan las. Tekanan vakum minimum yang diterapkan adalah 3 psi (±2 kPa) dan dipertahankan selama ±5 detik pada setiap segmen las.

Pengujian dilakukan secara bertahap dengan overlap sekitar 50 mm antar posisi kotak vakum. Pendekatan ini bertujuan memastikan seluruh jalur las terliput dan meminimalkan kemungkinan area sambungan terlewat. Indikasi kebocoran ditentukan melalui terbentuknya gelembung pada larutan sabun di atas sambungan las.

Best practice

Uji vakum sebaiknya dilakukan setelah inspeksi visual menyeluruh dan pembersihan permukaan secara mekanis, seperti wire brushing atau blasting ringan. Jika indikasi kebocoran teridentifikasi, perbaikan dilakukan melalui pengelasan ulang atau metode perbaikan yang sesuai, kemudian diikuti dengan pengujian ulang pada area yang sama.

Satu kali hasil lolos uji tidak selalu merepresentasikan kondisi jangka panjang, terutama pada detail las dengan geometri kompleks. Karena itu, dokumentasi setiap segmen las, hasil pengujian, serta pengujian ulang perlu dicatat secara sistematis sebagai dasar evaluasi integritas di kemudian hari.

Apabila pada area las atau elemen pendukung struktur baja terdapat indikasi korosi, pengujian korosi tambahan dapat digunakan untuk menilai tingkat degradasi material dan membantu memperkirakan sisa umur layan struktur secara lebih rasional.

Jasa Inspeksi Tanki & Assessment Kondisi Struktur

Jika Anda sedang mengevaluasi kondisi tanki existing, merencanakan perpanjangan umur operasi, atau memiliki data indikasi awal korosi atau settling, tim struktur kami dapat membantu menginterpretasikan hasil pengujian dan menerjemahkannya ke keputusan maintenance atau reinforcement yang praktis.

PT Hesa Laras Cemerlang menangani proses secara utuh: mulai dari inspeksi fisik dan pengujian lapangan, penyelidikan tanah di sekitar pondasi, hingga analisis settlement dan evaluasi integritas struktur.

Hasil pekerjaan tidak berhenti pada laporan uji. Setiap temuan diarahkan untuk menjawab satu hal: keputusan teknis apa yang paling rasional—apakah tanki masih layak operasi normal, memerlukan perkuatan terbatas, perlu pembatasan operasi, atau harus disiapkan strategi jangka panjang.

PT Hesa Laras Cemerlang

Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia

📱 Konsultasi Inspeksi Tanki