Non destructive test dengan menggunakan Concrete Hammer Test pada jembatan Amak Kalimantan Barat ini dilakukan untuk mengetahui mutu struktur beton jembatan dari kekerasan permukaan beton.
Prinsip kerja Concrete Hammer adalah dengan memberikan beban impact (tumbukan) pada permukaan beton dengan menggunakan suatu massa yang diaktifkan dengan menggunakan energy yang besarnya tertentu.
Karena timbul tumbukan antara massa tersebut dengan permukaan beton, massa tersebut akan dipantulkan kembali. Jarak pantulan massa yang terukur memberikan indikasi kekerasan permukaan beton. Kekerasan beton dapat memberikan indikasi kuat tekannya.
Pengujian Integritas Beton dengan Pulse Echo pada PLTP Kamojang dilakukan pasca perbaikan struktur dengan injeksi grouting untuk mengetahui untuk memastikan sudah tidak ada lagi retak dan rongga-rongga pada struktur pondasi penahan mesin turbine dan generator.
Untuk informasi tentang Untuk jasa pengujian, audit analisis dan disain struktur, silahkan hubungi:
Brinell Test adalah salah satu metode Non-Destructive Test (NDT) yang bertujuan untuk menentukan kekerasan suatu material dalam bentuk daya tahan material terhadap bola baja (identor) yang ditekankan pada permukaan material uji tersebut (speciment).
Kapan Perlu Brinell Test?
Brinell Test menjadi pilihan utama Hesa dalam proses Audit Struktur pada gedung, jembatan, dan instalasi industri karena memberikan data kekerasan material yang akurat dan terukur. Berikut skenario kapan testing ini diperlukan:
Struktur berusia panjang (15+ tahun): Kolom baja mulai menunjukkan indikasi korosi, deformasi, atau fatigue. Testing menentukan apakah masih aman operasi atau perlu repair/ganti.
Pre-Renovation Assessment: Sebelum merenovasi atau upgrade beban struktur, data kekerasan material menjadi dasar perhitungan kekuatan (fy) untuk design baru.
Post-Incident atau Post-Earthquake: Verifikasi material integrity setelah bencana atau insiden untuk memastikan struktur tetap safe.
Compliance & Documentation: Untuk keperluan legal, asuransi, atau sertifikasi keselamatan kerja.
Hesa telah melakukan ratusan testing di berbagai tipe struktur—dari gedung perkantoran, rumah sakit, dermaga port, hingga tower industri. Setiap project, hasil Brinell Test menjadi fondasi keputusan: apakah repair cukup, atau struktur harus diganti.
Pengujian Brineel Test dilakukan pada profil baja yang telah terpasang dengan menggunakan metode pengujian kekerasan baja, dari nilai kekerasan tersebut dapat di konversi menjadi kuat tarik (fy)
Metoda uji kekerasan diperkenalkan oleh Johan August Brinell pada tahun 1900 an ini merupakan uji kekerasan lekukan yang pertama kali dan sudah banyak digunakan dan di susun standarisasinya. Uji kekerasan ini berupa pembentukan lekukan pada permukaan logam memakai bola baja yang ditekan dengan beban tertentu.
Beban diterapkan selama waktu tertentu, biasanya 30 detik, dan diameter lekukan diukur dengan mikroskop, setelah beban tersebut dihilangkan. Permukaan logam yang akan diuji harus relatif halus, rata dan bersih dari debu atau karat.
Angka kekerasan brinell (HB) dinyatakan sebagai beban P dibagi luas permukaan lekukan. Pada prakteknya, luas ini dihitung dari pengukuran mikroskopik.
Selanjutnya Angka Kekerasan Brinell BHN dapat ditentukan dari persamaan berikut:
Parameter-parameter dasar pada pengujian Brinell (Dieter, 1987), diilustrasikan dalam gambar berikut:
Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang
LEEB HARDNESS
Dikembangkan pada pertengahan 1970-an, metode Leeb (atau Equotip) diterima secara luas sebagai instrumen portabel pertama untuk mengukur kekerasan komponen logam dalam hitungan detik. Nama “Rebound” nama berasal dari sifat dasar dari tes.
Metode ‘Rebound” atau pantulan didasarkan pada pengukuran tegangan yang menunjukkan hilangnya energi dari “impact body” setelah menumbuk benda uji. Dalam alat uji yang menggunakan prinsip Rebound, pegas mendorong impact body melalui tabung pengarah sehingga menumbuk benda uji.
Impact Body menumbuk benda uji tanpa hambatan, magnet yang ada menghasilkan tegangan dalam sistem kumparan yang mengelilingi tabung pengarah impact body. Indentor yang biasanya terbuat dari ”tungsten carbide” atau “diamond ball”, yang terletak di ujung impact body, menumbuk benda uji, menyebabkan impact body memantul dari permukaan benda uji dengan kecepatan yang lebih lambat.
Lebih lunak benda uji, akan lebih besar bekas lekukan yang terjadi pada benda uji yang menyebabkan kehilangan energy yang lebih besar dan kecepatan pantulan yang lebih lambat, yang pada akhirnya menghasilkan tegangan lebih rendah.
beberapa alat Hardness Tester seperti pada gambar di bawah ini:
Nilai kekerasan (HL) dihitung dari rasio kecepatan tumbukan dan rebound. Nilai kekerasan (HL) ini kemudian dapat diubah oleh perangkat lunak untuk menampilkan konvensional nilai kekerasan konvensional dalam skala HRC, HV atau HB.
Gambar diatas menunjukkan konsep dasar perhitungaan dalam skala Leeb (HL), sedangkan gambar di bawah ini beberapa dokumentasi kegiatan uji kekerasan (Hardness tester).
Konversi Angka Kekerasan Hl Ke Skala Brinell
Seperti yang dijelaskan diatas skala brinell tetap merupakan skala yang sudah dipakai cukup luas, untuk mengkonversi Angka Kekerasan Leeb (HL) ke brinell (HB) pada logam dapat menggunakan table di bawah ini.
Atau dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
HB = 0.436 HL + 514.317
Perkiraan Kekuatan (Tarik) Baja Dari Angka Kekerasan Brinell
Selenjutnya kuat tarik baja dapat ditentukan dengan menggunakan table berikut ini:
Atau dengan menggunakan persamaan berikut:
Kuat Tarik Baja (MPa) = 3.482 HB –28.772
Pendekatan Testing Sesuai Kebutuhan Struktur Anda
Setiap struktur memiliki kebutuhan testing berbeda. Untuk itu, Hesa menawarkan fleksibilitas:
Situasi
Rekomendasi Hesa
Audit cepat, struktur besar, budget terbatas
Mulai dgn Leeb screening di 20-30 titik key points (2-3 hari). Jika ada area suspect, lanjut Brinell detail di area tersebut. Efisien waktu & biaya.
Pre-renovation, kebutuhan presisi tinggi
Langsung Brinell di semua titik kritis untuk data akurat sebelum design ulang.
Compliance & legal documentation
Brinell dengan laporan tertulis lengkap per standar ASTM/ISO.
Aplikasi Real Brinell Test di Indonesia
Di bawah ini beberapa contoh nyata project Brinell Test yang telah Hesa lakukan. Setiap project menunjukkan bagaimana hasil hardness test menjadi dasar keputusan bisnis: dari keputusan repair sederhana hingga planning renovasi senilai miliaran rupiah.
Perhatikan: Setiap hasil testing tidak hanya tentang angka HB. Kami berikan interpretasi lengkap dan rekomendasi actionable sesuai kondisi struktur, usia, beban operasional, dan tujuan owner.
Beberapa Pengujian dengan Metode Brinell Test oleh tim PT Hesa Laras Cemerlang di berbagai tempat di Indonesia:
Pengujian Di Main Tower Conveyor Sebuku
Uji kekerasan Brinell di Gedung GSI TB Simatupang Jakarta
Pengujian di Jetty Pulau sebuku
Uji Brinell di Gedung RS Sumber Waras Cirebon
Brinell Test Gedung Kantor Pusat Bank Sulteng d Palu
Testing di Gedung LPDB Kementerian UKM
Pengujian Brinell di Demaga Pelabuhan Luwuk
Test Brinell di Gudang KBN Cakung
Pengujian Brineel di Dermaga Tanjung Buton
Pengujian di Jembatan Barelang Bata,
Uji Brinell dalam Assessment struktur bangunan gedung GSI Tb Simatupang Jakarta (1)
Hardness Test on Building of ICRC JAKARTA
—-
Pertanyaan Umum Seputar Brinell Test & Hardness Testing
Q: Berapa lama testing Brinell untuk bangunan saya?
A: Durasi tergantung jumlah titik sampling dan lokasi. Rata-rata 1-2 titik per jam termasuk persiapan dan dokumentasi. Untuk bangunan 5 lantai, biasanya 8-12 titik sampling di berbagai lokasi (kolom, beam, junction). Durasi total: 2-3 hari kerja lapangan.
Q: Apa perbedaan antara hasil Brinell dan Leeb?
A: Keduanya valid dan terstandar internasional (ASTM, ISO). Brinell = presisi laboratorium. Leeb = instant on-site. Hasil Leeb bisa dikonversi ke skala Brinell. Pilih metode berdasarkan kebutuhan akurasi dan timeline proyek.
Q: Apakah testing merusak struktur saya?
A: Brinell Test membuat indentasi kecil (2-4 mm diameter). Jika di area non-critical, impact sangat minimal. Kami konsultasi dulu sebelum tentukan titik testing. Leeb Test non-destructive (hanya testing, tidak ada damage).
Q: Apa hasil Brinell Test dan bagaimana interpretasinya?
A: Hasil dinyatakan dalam HB (Hardness Brinell) range 200-600 untuk baja struktur. Semakin tinggi HB, semakin keras material. Target HB 250-350 untuk baja struktural standar. Hasil di bawah standar = material degraded, butuh repair/replacement. Hesa berikan interpretasi lengkap + rekomendasi aksi.
Q: Standar apa yang dipakai Hesa untuk testing?
A: Hesa mengikuti standar internasional: ASTM E10 (US), ISO 6506 (ISO), JIS Z 2243 (Japan). Testing procedure, peralatan, dan dokumentasi Hesa comply penuh dengan ketiga standar.
Q: Berapa biaya estimasi Brinell Test?
A: Hubungi Admin Hesa untuk konsultasi free dan quotation detail. Kami tawarkan opsi: Leeb screening (lebih murah, quick), atau Brinell full audit (lebih presisi).
Q: Berapa lama waktu untuk dapatkan laporan hasil?
A: Preliminary results langsung setelah testing selesai. Laporan tertulis lengkap (analysis + rekomendasi) biasanya 3-5 hari kerja setelah data collection. Urgent report bisa dipercepat dengan biaya tambahan. Scheduling tergantung kepastian pekerjaan dengan rilisnya PO/SPK dan pembayaran uang muka.
—
Untuk kebutuhan Uji Kekerasan Materal dan Uji Baja serta pengujian beton lainnya, silahkan hubungi:
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Email: kontak@hesa.co.id
Telp: (021) 8404531
Whatsapp Bussines:
081291442210
08118889409