Pemeriksaan penting yang perlu dilakukan pada suatu konstruksi baja adalah melakukan pemeriksaan terhadap diskontinyuitas pada material bajanya atau pada sambungan antar elemennya. Dan salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mengetahui permasalahan tersebut adalah dengan cara Uji Liquid Penetrant.

Prinsip Kerja Uji Liquid Penetrant
Uji ini merupakan salah satu bagian dari metoda pengujian tanpa merusak/ NDT (Non–Destructive Test) yang bertujuan mengetahui diskontinyuitas halus pada permukaan baja seperti retak, berlubang atau kebocoran.

Pada prinsipnya metoda pengujian dengan liquid penetrant memanfaatkan daya kapilaritas.
Idealnya pemeriksaan kesehatan struktur sebaiknya dilakukan secara rutin, untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja akibat kegagalan struktur, dan juga akan mempermudah serta lebih efisien dalam perawatannya.
Makna Pemeriksaan Liquid Penetrant pada Struktur Baja Existing
Pada struktur baja existing, diskontinyuitas kecil di permukaan sering kali menjadi titik awal kegagalan yang tidak terdeteksi secara visual. Retak halus pada sambungan las atau area konsentrasi tegangan dapat berkembang tanpa tanda awal yang jelas hingga akhirnya memengaruhi kapasitas elemen secara keseluruhan.
Implikasi Teknis terhadap Kinerja Sambungan
Hasil uji Liquid Penetrant memberikan indikasi langsung kondisi permukaan baja dan sambungan. Temuan retak atau porositas pada tahap awal memungkinkan engineer menilai apakah sambungan masih berada dalam batas aman, memerlukan perbaikan lokal, atau perlu evaluasi lanjutan dengan metode NDT lainnya.
Risiko Jika Pemeriksaan Tidak Dilakukan
Tanpa pemeriksaan rutin, diskontinyuitas permukaan berpotensi berkembang menjadi kerusakan struktural yang lebih serius. Pada struktur yang menahan beban dinamis atau mengalami siklus beban berulang, retak kecil dapat mempercepat kelelahan material dan meningkatkan risiko kegagalan mendadak.
Batasan Interpretasi Uji Liquid Penetrant
Uji Liquid Penetrant efektif untuk mendeteksi diskontinyuitas permukaan, namun tidak memberikan informasi kondisi internal material. Oleh karena itu, hasil pengujian perlu dibaca sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh dan dikombinasikan dengan data struktur, riwayat beban, serta inspeksi lainnya.
Regulasi dari pemerintahpun sebenarnya sudah mewajibkan pemilik bangunan untuk memiliki SLF (sertifikat laik fungsi) suatu bangunan yang harus direnewal tiap 5 tahun sekali. Tinggal ketegasan penerapannya saja yang diperlukan.
Evaluasi Sambungan dan Elemen Baja Existing
Uji Liquid Penetrant digunakan untuk memastikan kondisi permukaan baja dan sambungan las masih sesuai dengan fungsi strukturalnya. Pemeriksaan ini menjadi dasar pengambilan keputusan sebelum perbaikan, perkuatan, atau perpanjangan masa layan struktur baja dilakukan.
Pemeriksaan Struktur Baja dengan Liquid Penetrant Test
Pada struktur baja existing, kondisi sambungan dan permukaan material sangat menentukan tingkat keandalan struktur. Diskontinyuitas halus yang tidak terdeteksi sejak awal dapat berkembang menjadi risiko kegagalan di kemudian hari.
PT Hesa Laras Cemerlang melakukan pemeriksaan struktur baja menggunakan Liquid Penetrant Test untuk mengidentifikasi retak permukaan, porositas, dan indikasi kebocoran pada elemen maupun sambungan. Hasil pemeriksaan digunakan untuk menilai apakah kondisi struktur masih dapat diterima atau memerlukan tindakan perbaikan dan mitigasi risiko lebih lanjut.
Pemeriksaan diarahkan untuk memberikan kejelasan teknis sebagai dasar keputusan—baik untuk pemeliharaan rutin, perbaikan lokal, maupun evaluasi lanjutan pada struktur baja existing.
PT Hesa Laras Cemerlang
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
- ✉️ Email: kontak@hesa.co.id
- ☎️ Telepon: (021) 8404531
- 📱 Hotline: 081291442210 / 08118889409
