Studi Kasus: Asesmen Struktur Menara Pemancar TVRI
Pada proyek ini, asesmen struktur dilakukan sebagai langkah teknis untuk memastikan menara telekomunikasi masih layak menanggung beban operasional yang ada, termasuk kemungkinan penambahan perangkat di kemudian hari. Fokus pekerjaan diarahkan pada penilaian kelayakan struktur secara menyeluruh untuk mengidentifikasi elemen-elemen yang bekerja mendekati batas kapasitasnya sebagai dasar pengambilan keputusan teknis.
![]() |
PT. Hesa Laras Cemerlang | ![]() |
|||
|---|---|---|---|---|---|
| Dokumentasi Kegiatan Tahun 2020 | |||||
| Nama Pekerjaan | : | Structural Assesment TV Tower TVRI Kembangan, Joglo, Jakarta Barat | |||
| Waktu | : | Oktober 2020 | |||
| Klien | : | PT Vanda Smart | |||
| Lokasi | : | Joglo, Jakarta Barat | |||
| Latar Belakang | Verifikasi kelayakan teknis struktur setelah beroperasi jangka panjang serta evaluasi kapasitas untuk rencana penambahan beban antena. |
| 1. Uji Beton Pondasi (UPVT & Hammer Test) | Pemetaan homogenitas dan estimasi kuat tekan beton pondasi. Data digunakan untuk validasi kapasitas aktual pondasi terhadap perhitungan desain awal. |
| 2. Uji Korosi (Thickness Test) | Pengukuran laju korosi pada elemen baja untuk mendapatkan data ketebalan aktual. Data ini menjadi input untuk analisis sisa umur layanan (remaining service life). |
| 3. Uji Mutu Baja (Brinell Test) | Verifikasi mutu baja terpasang terhadap spesifikasi desain. Adanya deviasi mutu material dapat memengaruhi kapasitas elemen struktur secara signifikan. |
| 4. Pengukuran Vertikalitas & Geometri | Analisis simpangan (deflection) dan potensi amplifikasi beban akibat efek P-Delta. Ketidaklurusan menara dapat meningkatkan tegangan pada elemen struktur. |
Metodologi dan Prosedur Pengujian
Setiap langkah pengujian dirancang untuk memperoleh data kuantitatif mengenai kondisi material dan geometri struktur sebagai input untuk analisis rekayasa.
1. Prosedur Uji Beton Pondasi (UPVT & Schmidt Hammer)
Tujuan pengujian ini adalah memverifikasi keseragaman material (homogenitas) dan mendapatkan estimasi nilai kuat tekan beton pada pondasi. Prosedur lapangan mencakup:
- Pelaksanaan Uji Ultrasonik (UPVT): Waktu tempuh gelombang ultrasonik diukur pada grid yang telah ditentukan pada permukaan beton. Waktu tempuh yang lebih lambat dari nilai referensi dapat mengindikasikan adanya diskontinuitas material seperti retak internal atau keropos (honeycomb).
- Pelaksanaan Uji Hammer: Pada titik grid yang sama, dilakukan pengujian Schmidt Hammer untuk mendapatkan nilai pantul (rebound number). Angka ini memberikan gambaran mengenai kekerasan permukaan beton.
- Analisis Data: Korelasi antara data kecepatan rambat gelombang (UPVT) dan angka pantul (Hammer Test) digunakan untuk menghasilkan estimasi kuat tekan beton yang lebih akurat dibandingkan penggunaan metode tunggal.
2. Prosedur Uji Korosi (Ultrasonic Thickness Measurement)
Pengujian ini bertujuan untuk mengukur sisa ketebalan pada elemen-elemen baja struktur akibat korosi. Pengukuran ini menjadi dasar untuk menghitung penurunan luas penampang elemen.
- Persiapan Permukaan: Titik pengukuran dibersihkan dari cat, karat, atau kotoran hingga mencapai permukaan baja asli (bare metal) untuk memastikan akurasi pembacaan alat.
- Pengukuran: Probe ultrasonik dengan gel kopling ditempelkan pada permukaan. Alat akan menghitung ketebalan material berdasarkan waktu tempuh gelombang suara yang dipantulkan.
- Strategi Pengukuran: Pemilihan titik ukur diprioritaskan pada area dengan risiko korosi tinggi, seperti area sambungan, profil horizontal yang dapat menampung air, dan sisi yang paling terekspos cuaca. Hasil pengukuran digunakan untuk menghitung ulang faktor keamanan struktur.
3. Prosedur Uji Mutu Baja (Portable Brinell Hardness Test)
Pengujian ini bersifat destruktif minimal dan bertujuan untuk memverifikasi kekuatan tarik (tensile strength) material baja yang terpasang di lapangan.
- Pelaksanaan: Permukaan pada elemen baja utama digerinda halus. Alat uji Brinell portabel kemudian menekan bola indentor baja karbida ke permukaan dengan gaya yang telah dikalibrasi.
- Analisis: Diameter lekukan (indentasi) yang dihasilkan diukur menggunakan mikroskop portabel. Berdasarkan tabel konversi standar (ASTM), nilai diameter ini dikonversikan menjadi Angka Kekerasan Brinell (HBW) dan selanjutnya diestimasi menjadi nilai kekuatan tarik ultimit (MPa). Informasi ini penting untuk memastikan analisis struktur menggunakan parameter material yang sesuai dengan kondisi aktual.
4. Prosedur Pengukuran Vertikalitas dan Geometri
Tujuan pengukuran ini adalah untuk memetakan simpangan atau deviasi struktur dari sumbu vertikal idealnya. Data simpangan ini merupakan input krusial untuk analisis efek orde kedua (P-Delta).
- Pelaksanaan: Menggunakan alat survei presisi seperti Total Station atau Theodolite, titik kontrol (benchmark) yang stabil ditetapkan di sekitar menara. Dari titik kontrol ini, koordinat (X, Y, Z) dari titik-titik target pada setiap segmen ketinggian menara diukur secara sistematis.
- Analisis Data: Data koordinat yang terkumpul diolah untuk memodelkan garis sumbu aktual menara. Deviasi horizontal setiap titik ukur terhadap garis sumbu vertikal teoretis dihitung. Nilai simpangan (deflection) maksimum dan profil simpangan sepanjang ketinggian menara menjadi output utama.
- Aplikasi pada Analisis: Nilai simpangan ini kemudian dimasukkan ke dalam model analisis struktur untuk menghitung momen sekunder yang timbul akibat interaksi antara beban gravitasi (P) dan simpangan lateral (Delta). Momen tambahan ini dapat meningkatkan tegangan pada elemen-elemen struktur secara signifikan dan harus diperhitungkan dalam evaluasi kapasitas.
Asesmen dan Pengujian Struktur Menara Existing
Struktur menara telekomunikasi atau pemancar secara terus-menerus terpapar cuaca, mengalami potensi penambahan beban antena, dan degradasi material seiring waktu. Tanpa evaluasi berkala, kondisi aktual struktur menjadi tidak terukur, sehingga meningkatkan risiko operasional seperti gangguan layanan atau kegagalan struktur.
PT Hesa Laras Cemerlang menyediakan layanan asesmen teknis khusus untuk menara, meliputi pengujian non-destruktif (NDT) untuk memetakan laju korosi dan mutu material, serta pengukuran geometri untuk menganalisis vertikalitas dan simpangan struktur. Prosedur ini dirancang untuk mendapatkan data kuantitatif dari kondisi lapangan.
Hasil asesmen disajikan dalam bentuk laporan teknis yang memberikan dasar faktual untuk pengambilan keputusan. Laporan ini dapat digunakan untuk menentukan kelayakan penambahan beban, merencanakan jadwal perawatan, atau menyusun strategi perkuatan yang diperlukan untuk memastikan keamanan dan kelangsungan operasional aset.
PT Hesa Laras Cemerlang
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
- ✉️ Email: kontak@hesa.co.id
- ☎️ Telepon: (021) 8404531
- 📱 Hotline: 081291442210 / 08118889409












