Pengujian Welding ini bertujuan untuk memastikan integritas sambungan las pada struktur baja. Yang dilakukan dengan salah satu metode pengujian tanpa rusak: Ultrasonic Testing.
Alat yang digunakan dalam pengujian welding ini adalah Ultrasonic Flaw Detector NOVOTEST UD2301 (Mini) dengan metode flaw detector menggunakan Probe 60⁰ pada frekuensi 2 Mhz.
Perkiraan posisi indikasi pada welding dapat diperoleh dengan mencari pantulan dari gelombang ultrasonik dari probe yang terjadi diantara leg, kemudian probe digeserkan kearah sumbu y untuk menentukan panjang dari indikasi tersebut. Pantulan gelombang ultrasonik diantara leg tersebut dapat terlihat pada layar instrumen Ultrasonik Testing dimana juga menampilkan nilai Sound Path (Sp) yang digunakan untuk mencari kedalaman dari indikasi. Untuk menentukan kedalaman dari indikasi, dibutuhkan beberapa data diantaranya tebal benda uji, nilai Sound Path maksimal pada 1 leg, nilai Sound Path indikasi (Sp) dan juga probe sudut yang digunakan.
Untuk menghitung panjang nilai Sound Path Maksimal pada 1 Leg dengan probe sudut 60⁰ dan kedalaman tertentu digunakan perumusan:
Leg =sin30° x thickness
Pengujian kali ini dilakukan diantara Leg 1 dan Leg 2 dikarenakan jarak Leg 1 terlalu dekat welding. Sehingga pengukuran yang digunakan untuk pengecekan kedalaman dihitung menggunakan rumus:
d=(Leg-(Sp-Leg)) x Sin (30°)
Sumber: Yusuf Akbar & M. Fakhri Mulhadi, Laporan Ultrasonic Testing HESA, Jomin Barat, Karawang, April, 2018
Heri Khoeri
Untuk kebutuhan pengujian ultrasonic pada struktur Dermaga, gedung bertingkat, jembatan, jalan Tol dan proyek besar lainnya, anda bisa menghubungi :
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Email: kontak@hesa.co.id
Telp: (021) 8404531
Whatsapp Bussines : 0813 828 271 82 or click this Link : Whatsapp
Sebagai bagian dari quality control pada pembangunan pembangkit listrik tenaga bayu (angin) 70 Mw, yang merupakan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) pertama di Indonesia dan kedua terbesar di Asia, dilakukan uji mutu beton dengan ultrasonic pulse velocity test.
UPVT Untuk Pemeriksaan Integritas Beton PLTB Sidrap
Pengecekan integritas beton dengan ultrasonic pulse velocity test pada Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Angin 70 Mw, Sidrap, Sulawesi Selatan
UPVT Untuk Pemeriksaan Integritas Beton PLTB Sidrap
Ultrasonic pulse velocity test, UPVT adalah suatu uji non destructive untuk mengidentifikasi mutu integritas beton dengan pendekatan rambatan gelombang ultrasonic pada beton.
UPVT bekerja berdasarkan pengukuran waktu tempuh gelombang ultrasonik yang menjalar dalam struktur beton. Gelombang ultrasonik disalurkan dari transmitter transducer yang ditempatkan dipermukaan beton melalui material beton menuju receiver transducer dan waktu tempuh gelombang tersebut diukur oleh Read-Out unit PUNDIT Portable Unit Non Destructive Indicator Tester dalam m detik. Kedua transducer tersebut dapat ditempatkan secara direct, semi direct atau indirect. Karena jarak antara kedua transducer ini telah diketahui, maka kecepatan gelombang ultrasonik dalam material beton dapat dihitung, yaitu tebal beton dibagi dengan waktu tempuh.
Karena kecepatan rambat gelombang adalah merupakan fungsi dari kepadatan material, maka dengan diketahuinya cepat rambat gelombang ultrasonik di dalam beton, kecepatan tersebut dapat dikorelasikan ke nilai kepadatan beton, yang selanjutnya dikorelasikan lagi ke mutu beton, berdasarkan grafik empiris hubungan kecepatan rambat gelombang dengan mutu beton.
Ultrasonic Testing untuk Integritas Pipeline, Struktur Baja, dan Equipment Industri
Testing & Analysis
Jangan menunggu sampai terjadi kebocoran atau kerusakan serius sebelum mulai mengecek kondisi aset. Dari pekerjaan yang kami tangani, masalah besar sering berawal dari indikasi kecil yang luput diperhatikan—terutama pada pipeline, struktur baja, dan equipment yang sudah lama beroperasi.
Untuk fasilitas dengan aset kritis, Ultrasonic Testing (UT) sering menjadi cara praktis untuk mendapatkan gambaran kondisi internal tanpa harus langsung menghentikan operasi. Metode ini bersifat non-invasive dan dalam banyak kasus bisa dilakukan saat fasilitas tetap berjalan, sehingga membantu pengambilan keputusan maintenance dengan data tambahan yang lebih objektif.
Ultrasonic Thickness Gauge Unilever Indonesia
Kami menangani pekerjaan UT untuk berbagai sektor industri di Indonesia selama bertahun-tahun. Dari situ kami cukup familiar dengan pola masalah yang sering muncul di lapangan, sekaligus memahami keterbatasan metode ini dalam kondisi tertentu.
Kapan UT Perlu Dipertimbangkan?
UT biasanya mulai relevan ketika aset Anda berada pada kondisi berikut:
Pipeline atau sistem perpipaan berusia di atas 15 tahun
Korosi internal sering berkembang tanpa tanda visual yang jelas.
Lingkungan dengan potensi korosi tinggi
Area coastal, buried, atau kondisi lembap mempercepat degradasi material.
Struktur baja dengan kualitas weld yang tidak terdokumentasi jelas
Area HAZ sering membutuhkan verifikasi tambahan.
Equipment atau vessel dengan riwayat operasi terbatas
Baseline data membantu mengurangi asumsi.
Indikasi visual awal
Kebocoran kecil, karat, atau deformasi ringan.
Rencana modifikasi atau peningkatan kapasitas
UT membantu memberikan gambaran awal sebelum perubahan dilakukan.
Kebutuhan dokumentasi compliance
Beberapa standar mensyaratkan data teknis.
Jika salah satu kondisi di atas relevan, biasanya lebih aman untuk berdiskusi lebih awal. Dalam beberapa kasus, assessment bisa ditunda—dan itu juga akan kami sampaikan apa adanya.
Apa Risiko Jika Kondisi Aset Tidak Diketahui?
Gangguan Operasi
Kegagalan pipeline atau equipment dapat menyebabkan gangguan operasi yang tidak direncanakan.
Keselamatan dan Tanggung Jawab
Dokumentasi inspeksi tidak menjamin bebas insiden, tetapi menunjukkan bahwa upaya pengelolaan risiko sudah dilakukan.
Kepatuhan Regulasi
Ketiadaan data teknis sering memperpanjang proses audit atau klaim.
Nilai Aset
Dokumentasi kondisi struktur sering menjadi bahan pertimbangan dalam transaksi atau refinancing.
UT dan Metode Lain
UT bukan satu-satunya metode, dan tidak selalu menjadi pilihan terbaik.
UT: screening internal dengan gangguan operasi minimal.
Radiography: detail lebih tinggi, tetapi lebih kompleks.
Visual inspection: cepat, tetapi terbatas.
Pigging: komprehensif, namun tidak selalu feasible.
Dalam praktik, UT sering digunakan sebagai langkah awal sebelum metode lain dipertimbangkan.
Keterbatasan UT yang Perlu Dipahami
Tidak efektif untuk cacat sejajar permukaan.
Resolusi dipengaruhi jenis material.
Interpretasi bergantung pengalaman inspektur.
Kondisi permukaan dan akses mempengaruhi hasil.
UT sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu pengambilan keputusan, bukan penentu tunggal.
Gambaran Singkat Cara Kerja UT
UT menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang dipantulkan dari dalam material. Pola pantulan memberikan indikasi perubahan kondisi, yang kemudian diinterpretasikan secara teknis dengan batasan tertentu.
Pendekatan Kerja Hesa
Kami beroperasi sebagai engineering consultant skala menengah. Pendekatan kami cenderung berhati-hati dan fokus pada relevansi pekerjaan terhadap kebutuhan klien.
Inspektur bersertifikasi sesuai lingkup pekerjaan
Review internal sebelum laporan diserahkan
Diskusi terbuka soal keterbatasan data
Kami tidak menjanjikan bebas risiko, tetapi membantu klien memahami kondisi aset secara lebih realistis.
Apa yang Biasanya Diterima Klien
Ringkasan temuan utama
Data teknis dan lokasi indikasi
Referensi standar yang digunakan
Catatan interpretasi dan batasan
Estimasi Waktu dan Dampak Operasi
Durasi pekerjaan tergantung lingkup dan akses. UT umumnya tidak memerlukan modifikasi struktur, tetapi tetap membutuhkan koordinasi dengan tim operasi.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah UT menjamin struktur aman?
Tidak. UT membantu memberikan gambaran kondisi berdasarkan data yang tersedia pada saat inspeksi. Hasilnya menjadi dasar pertimbangan, bukan jaminan absolut.
Apakah semua aset perlu UT?
Tidak selalu. Ada kondisi di mana UT tidak relevan atau bisa ditunda. Itu biasanya kami diskusikan di awal.
Apakah UT selalu bisa dilakukan tanpa shutdown?
Sering kali bisa, tapi tidak selalu. Akses, kondisi operasi, dan aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan.
Seberapa detail hasil UT?
Detail tergantung material, kondisi lapangan, dan teknik yang digunakan. Ada keterbatasan yang perlu dipahami sejak awal.
Apakah hasil UT bisa dipakai untuk audit atau regulasi?
Bisa digunakan sebagai bagian dari dokumentasi teknis, selama sesuai dengan kebutuhan standar atau regulator terkait.
Langkah Selanjutnya
Jika Anda ingin mendiskusikan apakah UT relevan untuk aset tertentu, kami terbuka untuk diskusi awal. Biasanya pembicaraan dimulai dari konteks aset, kondisi operasi, dan tujuan inspeksi—bukan langsung soal metode.
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Email: kontak@hesa.co.id
Telp: (021) 8404531
Whatsapp Bussines : 081291442210 atau 08118889409 or click this Link : Whatsapp