Uji Korosi Struktur Baja

Pengendalian Pemantauan dan Uji Korosi pada Struktur Baja

Jika struktur baja Anda sudah berusia 15+ tahun, terekspos lingkungan aggressive (dekat laut, pabrik kimia), atau menunjukkan tanda visual korosi (karat, pitting, discoloration), Anda perlu tahu dengan pasti: apakah korosi masih dalam batas aman atau sudah mencapai level kritis yang memerlukan intervensi?

Uji korosi struktur baja menjawab pertanyaan itu dengan data konkret: berapa dalam material sudah hilang, apakah laju korosi masih terprediksi, dan berapa tahun lagi struktur dapat beroperasi normal sebelum perlu perkuatan atau penggantian.

Pengendalian Pemantauan dan Uji Korosi pada Struktur Baja

Korosi yang terjadi pada struktur baja merupakan proses kerusakan pada sifat material logam akibat terjadinya reaksi elekrokimia karena interaksi logam dengan lingkungan. Pada elemen struktur umumnya korosi ini tidak dapat dicegah sepenuhnya, karena sangat sulit dan tentunya mahal untuk dapat memproteksi secara keseluruhan dan permanen suatu elemen struktur dari serangan korosi.

Kapan Uji Korosi Struktur Baja Diperlukan?

Uji korosi paling penting ketika struktur masuk dalam kondisi spesifik. Memahami kapan perlu test membantu engineer mencegah melakukan uji yang tidak terlalu penting untuk dilakukan atau delay yang berisiko.

1. Struktur Baja Umur 15+ Tahun di Lingkungan Aggressive

Area dekat laut, pabrik kimia, atau kelembaban tinggi mengalami laju korosi lebih cepat. Uji korosi menunjukkan: berapa dalam material hilang, dan berapa tahun lagi sebelum critical thickness tercapai.

2. Ada Tanda Visual Korosi (Karat, Pitting, Discoloration)

Tanda visual bisa indikasi awal. Uji korosi membantu quantify: apakah baru permukaan atau sudah dalam? Apakah butuh reinforcement atau cukup monitored saja.

3. Rencana Perpanjangan Umur Operasi atau Modifikasi Beban

Sebelum extend umur atau tambah beban, data korosi actual lebih akurat daripada asumsi. Ini membantu avoid over-design atau under-design.

4. Persiapan Keputusan: Perkuatan vs. Penggantian vs. Monitoring

Engineer perlu data untuk memutuskan: apakah cukup protective coating repair, atau butuh structural strengthening, atau element harus diganti. Uji korosi menyediakan dasar yang kuantitatif untuk keputusan itu.

Manfaat Uji Korosi Struktur Baja

Namun upaya untuk mencegah, mengendalikan, dan memantau tingkat korosi pada elemen struktur tetap diperlukan untuk menghindarkan terjadinya kegagalan struktur akibat korosi pada masa layan struktur.

Perencanaan proteksi atau pengendalian korosi dilakukan dengan memberikan proteksi kepada komponen struktur sehingga terlindung dari korosi dalam rentang waktu tertentu, dan memperbaharuinya secara berkala selama umur rencana struktur.

Tujuan Uji Korosi Struktur Baja

Perencanaan pengendalian korosi bertujuan mengatur laju korosi, dengan metode tertentu sehingga perkembangannya diprediksi tetap berada dalam batas tertentu yang tidak mengakibatkan struktur dibawah kapasitas layannya selama umur rencana.

Upaya pemantauan korosi dan uji korosi bertujuan untuk memantau tingkat korosi agar tidak melebihi batas yang diijinkan yang dapat mengakibatkan kegagalan struktur akibat penurunan kapasitasnya.

Kegagalan salah satu dari aspek-aspek pengendalian korosi ini dapat menyababkan struktur mengalami kegagalan dini struktur.

Pengendalian Korosi

Proteksi terhadap korosi atau lebih tepat disebut pengendalian terhadap korosi dapat digolongkan menjadi empat golongan besar yaitu :

  • Dengan mengubah jenis logam dan desain
  • Dengan mengubah media korosif
  • Dengan cara mengubah potensial (tegangan)
  • Dengan pelapisan permukaan.

Cara pengendalian diatas bertujuan untuk menghambat laju korosi sehingga diharapkan umur logamnya menjadi lebih lama, penghematan pemakaian bahan, yang pada akhirnya akan menurunkan biaya-biaya pemeliharaan yang disebabkan oleh masalah-masalah korosi.

Pemantauan Korosi pada struktur Baja

Pemantauan korosi yang terjadi pada struktur baja dilakukan untuk memastikan bahwa korosi yang terjadi tidak membahayakan struktur, atau mengakibatkan kegagalan struktur.

Untuk mengetahui prosentase korosi yang terjadi dapat dilakukan uji korosi dengan mengukur ketebalan profil baja yang belum terkorosi, dengan ultrasonic testing.

http://hesa.co.id//images/Audit-Struktur-Ware-House-Taisho-Pharmaceutical-Indonesia/ultrasonic_testing/Ultrasonic%20Thickness-3.jpg

Prinsip dasar Pengujian Ultrasonic

Ultrasonic Testing (UT) menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi (biasanya berkisar antara 0,5 dan 15 MHz) untuk melakukan pemeriksaan dan melakukan pengukuran. Selain penggunaannya yang luas dalam aplikasi teknik (seperti deteksi dan evaluasi cacat, pengukuran dimensi, karakterisasi material, dan lain-lain).

Secara umum, pengujian ultrasonik didasarkan pada penangkapan dan kuantifikasi gelombang pantul pulse-echo atau gelombang yang ditransmisikan (melalui transmisi).

Masing-masing dari kedua jenis ini digunakan dalam aplikasi tertentu, namun pada umumnya, sistem pulse echo lebih useful karena hanya memerlukan akses dari satu sisi ke objek yang diperiksa.

 

http://hesa.co.id//images/Ultrasonic%20principle.jpg

Sistem inspeksi UT pulse-echo terdiri dari beberapa komponen alat, seperti pulser atau receiver, transducer, dan perangkat display.

Analisis struktur dilakukan dengan penampang profil yang terukur untuk mengetahui apakah rasio tegangan pada struktur masih memenuhi syarat yang diijinkan.

Jika tidak memenuhi maka dilakukan perhitungan atau treatment tertentu untuk mengembalikan kapasitasnya. Jika penurunan kapasitasnya masih dalam batas yang diijinkan, selanjutnya dilakukan perhitungan dimensi minimum profil elemen struktur yang ditinjau yang menghasilkan rasio tegangan yang masih diijinkan.

Dari dimensi minimum ini dan dari perkiraan laju kaorosi akan dapat juga diperkirakan sisa masa layan struktur.

Korosi Struktur Baja Exposed: Karakteristik & Assessment

Struktur baja yang sepenuhnya terekspos—tidak terlindungi oleh beton—seperti jembatan, rangka industri, atau tower, memiliki mekanisme dan pola korosi yang berbeda dibandingkan tulangan di dalam beton. Memahami perbedaan ini penting untuk memilih metode assessment dan pengendalian yang tepat.

Tipe Korosi pada Struktur Baja Exposed

1. Uniform Corrosion (Korosi Merata)
Korosi terjadi relatif seragam di seluruh permukaan baja, menyebabkan kehilangan material secara gradual.
Kondisi ini umumnya dijumpai pada lingkungan dengan paparan sedang, seperti kelembapan relatif yang stabil dan jauh dari pengaruh semprotan air laut.
Laju korosi cenderung lebih mudah diproyeksikan, sehingga pengukuran ketebalan menggunakan ultrasonic thickness (UT) dapat digunakan secara efektif untuk memantau penurunan tebal material dari waktu ke waktu..

2. Pitting Corrosion (Korosi Alur/Lubang)
Korosi bersifat terlokalisasi, membentuk pit atau lubang dalam, sementara area di sekitarnya tampak relatif utuh.
Kondisi ini sering ditemukan pada zona basah–kering siklis, area dekat laut, atau detail desain yang berpotensi menjebak kelembapan,
seperti sudut re-entrant, permukaan horizontal, atau sistem drainase yang kurang baik.
Risiko utama pitting bukan pada luas kerusakan, melainkan pada konsentrasi tegangan di dasar pit, yang dapat menyebabkan kegagalan meskipun tebal rata-rata tampak masih memadai.
Pengukuran UT saja sering tidak cukup untuk mendeteksi pit yang kecil namun dalam, sehingga inspeksi visual tetap menjadi elemen penting.

3. Galvanic Corrosion (Korosi Galvanik)
Korosi galvanik terjadi ketika dua logam dengan potensial elektrokimia berbeda berada dalam kontak langsung di lingkungan yang bersifat elektrolit, seperti air atau kelembapan tinggi.
Logam yang lebih mulia akan terlindungi, sementara logam yang lebih aktif mengalami percepatan korosi.
Di lapangan, kondisi ini sering dijumpai pada penggunaan fastener stainless pada struktur baja karbon, di mana area sekitar sambungan menunjukkan degradasi yang lebih parah.
Pendekatan pengendalian umumnya berupa pemilihan material sejenis atau penggunaan lapisan isolasi seperti gasket atau sistem pelapisan yang tepat.

Strategi Assessment untuk Struktur Baja Exposed

Visual Inspection Dulu: Sebelum melakukan pengujian ketebalan, inspeksi visual diperlukan untuk membaca distribusi karat,
mengidentifikasi area dengan indikasi pitting, menilai kondisi coating, serta mengenali potensi masalah pada detail desain.
Tahap ini menangkap konteks lapangan yang tidak selalu terwakili dalam data numerik.

UT dan Pengukuran Kedalaman Pit: Pada area dengan indikasi korosi merata, pengukuran ketebalan menggunakan UT umumnya memadai.
Namun pada area yang menunjukkan pitting, pengukuran perlu dilengkapi dengan alat pengukur kedalaman pit.
Dalam konteks risiko struktural, kedalaman pit terdalam sering lebih relevan dibandingkan nilai tebal rata-rata material.

Assessment Kondisi Coating: Kondisi sistem pelapisan memiliki hubungan langsung
dengan laju korosi dalam beberapa tahun ke depan. Coating yang masih berfungsi dengan baik
dapat memperpanjang umur layanan struktur secara signifikan.
Assessment umumnya mencakup evaluasi adhesi, ketebalan lapisan, serta keberadaan cacat atau holiday. Hasilnya digunakan untuk menentukan prioritas tindak lanjut, apakah diperlukan recoating segera atau cukup dilakukan pemantauan dengan rencana pelapisan ulang jangka menengah.

Konsultasi Uji Korosi & Assessment Kapasitas Sisa Struktur

Jika Anda sedang mempertimbangkan perpanjangan umur operasi, modifikasi beban, atau memiliki indikasi awal korosi pada struktur baja, keputusan sebaiknya didasarkan pada data konkret—bukan asumsi worst-case. Uji korosi yang dilakukan dengan metode yang tepat memberikan clarity tentang: berapa dalam material sudah hilang, apakah laju terprediksi, dan kapan intervensi diperlukan.

Tim kami membantu dalam setiap tahapan: dari planning test lokasi strategis, eksekusi UT measurement, interpretasi data, hingga deliver laporan yang actionable untuk keputusan design atau maintenance Anda.

Konsultasi Uji Korosi & Assessment Kondisi Struktur Baja

Jika Anda sedang mengevaluasi kondisi struktur baja existing, merencanakan perpanjangan umur operasi, atau memiliki data indikasi awal korosi, tim struktur kami dapat membantu menginterpretasikan data pengujian dan menerjemahkannya ke keputusan maintenance atau reinforcement yang praktis.

Pendampingan dapat mencakup perencanaan lokasi pengujian strategis, eksekusi UT measurement, interpretasi hasil, hingga telaah kapasitas sisa struktur untuk kebutuhan operasi jangka panjang Anda.

PT Hesa Laras Cemerlang

Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia

📱 Konsultasi Uji Korosi & Assessment Kondisi Struktur Bajai