Daftar Isi
Pemeriksaan Awal Gedung Pasca Gempa: Fokus Risiko Struktur
Pemeriksaan yang dibahas pada halaman ini bersifat screening visual awal untuk membaca indikasi risiko pasca gempa. Pemeriksaan ini bukan penilaian kelayakan struktur menyeluruh dan tidak menggantikan evaluasi teknis oleh profesional struktur.
Pemeriksaan awal yang dibahas pada panduan ini adalah langkah pertama pemilik gedung untuk membaca kondisi struktur pasca gempa. Tujuannya tegas: menentukan apakah temuan memerlukan perbaikan lokal, penilaian teknis lanjutan, atau tindakan segera. Setelah pemeriksaan selesai, temuan Anda akan masuk ke salah satu dari empat tingkat kerusakan—lihat klasifikasi kerusakan di halaman lain untuk memahami implikasi dari setiap temuan.
Artikel tentang Cara Pemeriksaan Gedung Pasca Gempa ini kami buat atas dasar pertanyaan dari banyaknya pihak yang mengajukan pertanyaan kepada kami, tentang “Apa Yang Harus Dilakukan Pemilik Bangunan Atau Building Management Pasca Gempa?”
Pasca terjadinya gempa, ada baiknya pemilik gedung atau penyewa ataupun building management suatu gedung bertingkat memeriksa kerusakan yang terjadi pada struktur bangunan.
Artikel ini membahas langkah pemeriksaan awal pasca gempa untuk membantu membaca indikasi risiko struktur, serta memahami kapan temuan visual cukup dan kapan diperlukan penilaian teknis lanjutan.
Langkah-Langkah Pemeriksaan Gedung Pasca Gempa
Pemeriksaan awal dapat dilakukan secara visual untuk memastikan keamanan kondisi bangunan pasca-gempa, dimulai dari mengecek struktur utama yang terlihat.

Pemeriksaan Awal Elemen Struktur Utama
Kolom atau Tiang Struktur
Kategori Risiko: Tinggi
Yang biasanya langsung bisa diamati adalah kolom atau tiang.
- Jika kondisi dan bentuknya tak berubah, berarti tak ada masalah.
- Jika ada retakan harus dilihat lebih lanjut, apakah ada retakan atau tidak.
- Jika terdapat retak lihat dengan seksama apakah retaknya hanya di permukaan saja ataukah ada kemungkinan sampai ke dalam.
| Temuan Visual | Makna Risiko | Status |
|---|---|---|
| Retak permukaan | Indikasi non-struktural | Perlu verifikasi |
| Retak dalam / terlihat pembesian | Indikasi struktural | Berisiko |
Kalau yakin hanya di permukaan, artinya hanya bagian material finishing-nya saja yang rusak (misalkan hanya plesterannya atau material pembungkus lainnnya saja yang rusak.
Namun jika terlihat retak cukup dalam (sampai terlihat pembesiannya) atau secara kasat mata terlihat perubahan bentuk kolom misalkan miring atau bengkok sebaiknya anda waspada dan mengisolasi area tersebut.

Dalam kondisi kerusakan seperti gambar diatas ini, sebelum dilakukan perbaikan, maka harus dilakukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan bahwa struktur masih bisa diperbaiki atau tidak, agar perbaikan yang dilakukan tidak sia-sia atau sebaiknya langsung diganti saja.

Retak permukaan pada beton tidak dapat dinilai hanya dari observasi visual. Gunakan UPV (ultrasonic pulse velocity) atau metode NDT lain untuk verifikasi kedalaman retak—lihat resources klasifikasi kerusakan untuk konteks dampak dari kedalaman retak ini.

Tim Hesa dalam sebuah investigasi sebuah gedung: Keretakan kolom hanya pada permukaan saja, pada material finishing, yang sebenarnya tidak berpotensi mengakibatkan keruntuhan struktur, namun pemilik gedung ingin memastikan apakah retaknya membahayakan atau tidak, maka dilakukan pengukuran kedalaman retak dengan ultrasonic pulse velocity test, UPVTSetelah menemukan indikasi kerusakan pada kolom, Anda akan perlu memahami apakah temuan ini berada di level kerusakan Ringan, Sedang, atau Parah. Pelajari klasifikasi 4 tingkat kerusakan bangunan pasca gempa untuk menentukan langkah tindak lanjut yang tepat.
Lantai Dasar di Sekitar Kolom
Kategori Risiko: Menengah (bergantung kondisi kolom)
Yang dapat langsung diamati adalah lantai dasar.
Jika terjadi perubahan elevasi permukaan lantai, misalnya bergelombang, atau amblas, atau pecah dan posisinya di sekitar kolom, bisa jadi karena adanya kerusakan atau pergeseran ataupun penurunan pondasi.
Tapi tidak perlu khawatir lebih dulu, kalau tidak ada kerusakan pada kolom, belum tentu itu akibat kerusakan atau pergeseran pondasi.
Dan setelah pemeriksaan berikutnya yaitu balok (akan dijelaskan berikutnya) jika tidak ditemukan kerusakan, maka tak perlu khawatir kerusakan yang ada hanya pada lantai dasarnya saja.

| Indikasi Lantai | Relasi Struktur | Catatan Risiko |
|---|---|---|
| Amblas / bergelombang | Dekat kolom | Perlu cek kolom & balok |
| Pecah lokal | Jauh kolom | Kemungkinan non-struktural |
Jika terjadi kerusakan pada lantai, untuk memastikan bahwa hal tersebut bukan kerusakan pondasi, lakukan pemeriksaan dengan seksama adakah kerusakan pada kolom terdekat.
Jika tidak ada, periksa apakah apakah ada retak pada balok dan sambungan balok kolom.
Jika tidak ada kerusakan pada kolom dan balok, kemungkinan hanya penurunan tanah di bawah penutup lantai saja, maka tidak berpotensi mengakibatkan keruntuhan struktur.
Baca Juga: ANALISIS PUSHOVER UNTUK MENGETAHUI PERILAKU STRUKTUR SAAT TERKENA GEMPA
Balok dan Sambungan Balok–Kolom
Kategori Risiko: Tinggi
Balok adalah bagian struktur bangunan yang menahan beban pelat lantai.
Balok yang melintang menghubungkan satu kolom dan kolom lainnya disebut balok induk. Sedangkan balok anak, biasanya lebih kecil, difungsikan untuk membagi beban jika bentangan pelat lantai terlalu panjang dan biasanya menahan beba pada dua balok induk di ujung-ujungnya.
Untuk memeriksa balok umumnya harus membongkar plafond.
Agar tidak terlalu banyak membongkar palfond, utamakan pengecekan pada bagian sambungan balok (induk) dengan kolom. Periksa apakah kondisi sambungan antara balok dan kolom dan kondisi di ujung-ujung balok dekat kolom dalam keadaan baik, tidak ada retakan dan pergeseran.

Jika kondisi kerusakan seperti ini jika akan diperbaiki harus dilakukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan bahwa struktur masih bisa diperbaiki atau tidak, agar perbaikan yang akan dilakukan tidak sia-sia atau langsung diganti saja
| Area | Risiko | Konsekuensi |
|---|---|---|
| Sambungan balok–kolom | Kritis | Potensi kegagalan struktur |
| Ujung balok | Menengah–tinggi | Penurunan kapasitas beban |
Keretakan pada sambungan balok yang tidak membahayakan, karena hanya bagian permukaan, bagian finishingnya saja yang rusak, dapat langsung diperbaiki dan dirapihkan kembali.
Namun untuk meyakinkan, pastikan adakah penurunan balok ataupun pergeseran pada balok, jika tidak ada dapat langsung diperbaiki dan dirapihkan kembali
Ketiga elemen struktur di atas kolom, balok dan pondasi adalah elemen struktur yang jika mengalami kerusakan dapat mengakibatkan keruntuhan bangunan, sehingga pemeriksaan atas elemen-elemen tersebut harus diprioritaskan.
Tangga
Kategori Risiko: Keselamatan Pengguna
Pastikan sambungan antara tangga dengan balok atau lantai dalam keadaan baik, tidak ada retakan besar dan pergeseran.
Jika yakin yang terjadi hanya retakan kecil, tak perlu khwatir, namun jika terjadi retakan besar sebaiknya jangan dilewati sebelum dilakukan perbaikan dan perkuatan, gunakan akses naik lainnya.
Walaupun kerusakan tangga tidak menyebabkan potensi keruntuhan struktur, namun keruntuhan tangga bisa sangat membahayakan.

Atap
Kategori Risiko: Rendah–Menengah
Yang dapat diamati dengan mudah adalah penutup atap.
Perhatikan apakah terjadi perubahan bentuk ataupun pergeseran pada penutup atap. Kerusakan pada rangka atap biasanya berhubungan dengan tumpuan di bawahnya, yaitu kolom dan balok.
Selama kolom dan balok baik-baik saja, seharusnya tak ada masalah.
Namun, taka da salahnya memastikan rangka atapnya, tentunya harus dilihat dari bawah, biasanya dengan membongkar plafond. Pastikan tidak ada sambungan rangka yang lepas.
Jika ada penutup genteng yang melorot atau seng yang lepas sebagian material penutup atap yang jatuh, selama rangkanya baik-baik saja, tak perlu khawatir, cukup lakukan perbaikan setempat.
Selanjutnya perhatikan langit-langit atau plafon, pastikan tidak ada retakan, jika ada cukup lakukan perbaikan setempat, walaupun tidak berpotensi mengakibatkan keruntuhan struktur, tetap saja jika jatuh bisa saja menimpa dan mencederai sesorang.
Tabel Pemeriksaan Elemen Struktur
| Elemen yang Diperiksa | Tingkat Risiko | Indikasi Umum di Lapangan | Fokus Pemeriksaan | Kapan Diperlukan Pemeriksaan dengan Alat | Alat NDT yang Relevan |
|---|---|---|---|---|---|
| Kolom / Tiang Struktur | Tinggi | Retak permukaan, pola retak memanjang, spalling lokal | Verifikasi apakah retak bersifat dangkal atau menembus beton struktural | Saat penilaian visual tidak dapat memastikan kedalaman, kontinuitas, atau arah retak | Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) |
| Lantai Dasar di Sekitar Kolom | Menengah (bergantung kondisi kolom) | Lantai amblas, pecah, atau terangkat | Korelasi kondisi lantai dengan perilaku kolom dan tumpuan | Saat terdapat indikasi pergerakan atau ketidakrataan yang berpotensi terkait elemen struktur utama | UPV, Ground Penetrating Radar (GPR) |
| Balok dan Sambungan Balok–Kolom | Tinggi | Retak di zona sambungan, retak diagonal | Identifikasi potensi gangguan transfer gaya | Saat pola retak berada di zona kritis dan tidak dapat dikonfirmasi secara visual | Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) |
| Tangga | Menengah–Tinggi | Retak anak tangga, perubahan elevasi | Evaluasi risiko keselamatan pengguna | Saat retak atau deformasi mempengaruhi jalur beban dan stabilitas tangga | Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) |
| Atap | Rendah–Menengah | Kebocoran, deformasi rangka | Pemeriksaan integritas rangka dan elemen pendukung | Saat deformasi atau penurunan kinerja tidak dapat ditentukan penyebabnya secara visual | UPV, Infrared Thermography |
Elemen Non-Struktur dan Dampaknya
Elemen bangunan lainnya seperti dinding, jendela, pintu, kusen, plafon, partisi dan lantai disebut elemen non-struktur.
Elemen non struktur yang mudah terlihat untuk diamati kerusakannya karena gempa adalah dinding dan jendela. Jika kerusakannya dalam skala kecil seperti sebagian dinding retak, jendela kaca pecah atau plafon jatuh, tak perlu khawatir selama struktur utama (kolom, balok, atap dan pondasi) masih dalam kondisi baik.
Bahkan seandainya ada dinding yang ambruk pun, jangan terlalu khawatir, cukup lakukan renovasi pada lokasi-lokasi yang mengalami kerusakan saja.
Tapi kalimat “jangan terlalu khawatir” bukan berati diartikan tidak perlu diperbaiki, tetap saja yang namanya kerusakan bangunan sebaiknya segera diperbaiki, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, misalnya kitchen set jatuh karena retakan dinding, lampu gantung jatuh karena retakan lantai ataupun hal-hal lainnya yang berpotensi mencederai penggunanya.
Yang Tidak Bisa Disimpulkan dari Pemeriksaan Visual
- Kekuatan sisa struktur
- Kapasitas gempa bangunan
- Kelayakan fungsi jangka panjang
Jika setelah dilakukan pengecekan awal pada struktur bangunan tidak ditemukan indikasi kerusakan pada elemen-elemen struktur, berarti bangunan dalam kondisi aman, cukup lakukan perbaikan pada lokasi-lokasi yang mengalami kerusakan.
Tapi jika ditemukan kerusakan pada elemen struktur seperti kolom retak cukup dalam, lantai di bawah kolom naik/ turun, sambungan balok dengan kolom retak pada banyak lokasi segera hubungi profesional:
Kapan Pemeriksaan Profesional Menjadi Perlu
Pemeriksaan profesional menjadi perlu ketika hasil pemeriksaan visual awal tidak lagi memberikan kepastian teknis atas kondisi struktur.
Temuan seperti retak yang cukup dalam pada kolom, perubahan bentuk elemen struktur, perbedaan elevasi lantai di sekitar kolom, atau kerusakan yang muncul pada banyak titik bukan lagi berada pada wilayah asumsi aman berbasis visual.
Pada kondisi tersebut, keputusan tidak lagi berada pada perbaikan lokal atau renovasi permukaan, melainkan pada penilaian apakah struktur masih memiliki kapasitas yang memadai atau memerlukan tindakan lanjutan.
Di titik ini, pemeriksaan lanjutan oleh profesional struktur diperlukan untuk menghindari keputusan yang keliru, baik berupa perbaikan yang tidak efektif maupun pengabaian risiko yang berpotensi membahayakan.
FAQ – Pertanyaan yang Sering Muncul
Kapan pemeriksaan visual tidak lagi memadai?
Pemeriksaan visual tidak lagi memadai ketika retak, deformasi, atau indikasi kerusakan tidak dapat dipastikan hanya dari tampilan permukaan. Pada kondisi tersebut, observasi visual hanya berfungsi sebagai penyaring awal dan belum cukup untuk menilai kondisi internal elemen struktur.
Apa risiko jika keputusan diambil hanya dari observasi visual?
Keputusan yang hanya didasarkan pada observasi visual berisiko mengabaikan kerusakan internal yang tidak terlihat dari luar. Hal ini dapat menyebabkan penilaian kondisi struktur menjadi tidak akurat dan keputusan tindak lanjut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Apakah retak permukaan selalu aman?
Tidak selalu. Sebagian retak memang hanya terjadi pada lapisan finishing, namun pada beberapa kasus retak permukaan dapat menjadi indikasi awal dari kondisi yang lebih dalam. Tanpa data tambahan, retak permukaan tidak dapat langsung dikategorikan aman atau berbahaya.
Bagaimana hasil pemeriksaan awal seharusnya digunakan dalam pengambilan keputusan?
Hasil pemeriksaan awal sebaiknya digunakan sebagai dasar untuk menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan, metode evaluasi tambahan, atau tindakan tertentu. Pemeriksaan awal berfungsi untuk memetakan kondisi dan tingkat kebutuhan analisis lebih lanjut, bukan sebagai satu-satunya dasar keputusan akhir.
Butuh Penilaian Teknis Pemeriksaan Pasca Gempa?
Dalam banyak kasus, pemeriksaan pasca gempa sudah dilakukan—
baik secara visual, internal, maupun oleh tim lapangan.
Namun yang sering tersisa adalah pertanyaan teknis:
Apakah temuan ini sudah cukup untuk mengambil keputusan?
Apakah perlu pengujian lanjutan, atau sebenarnya tidak?
Di titik inilah penilaian independen dibutuhkan.
Untuk membaca ulang temuan kemudianm menerjemahkannya menjadi keputusan teknis yang jelas.
- Review dan penilaian teknis atas hasil inspeksi pasca gempa
- Klarifikasi apakah pemeriksaan lanjutan memang diperlukan
- Penentuan elemen struktur yang perlu perhatian khusus
- Penyusunan arah tindak lanjut yang proporsional dan rasional
Hubungi : PT Hesa Laras Cemerlang
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
- ✉️ Email: kontak@hesa.co.id
- 📱 Hotline: 0812 9144 2210 atau 0811 8889 409
- 💬 WhatsApp: Hubungi via WhatsApp