PT. Hesa Laras Cemerlang Dokumentasi Kegiatan Tahun 2019
Nama Pekerjaan
Coredrill Silo Pabrik Semen Tuban
Waktu
Februari 2019
Klien
PT. BAM Decorient Indonesia
Lokasi
Tuban
Tujuan Pekerjaan
Pengambilan Sampel Beton
Ruang Lingkup Pekerjaan
Rebar Scan
Concrete Core Drill
Catatan Pengalaman HESA
Dalam praktik assessment silo industri, core drill efektif mendeteksi variasi kuat tekan beton akibat siklus muat bertahun-tahun; metode semi-destruktif ini memungkinkan verifikasi tanpa mengganggu operasi
Pengujian struktur silo pabrik semen Holcim di Tuban dilakukan untuk assessment kondisi struktural. Pekerjaan assessment struktur ini dikerjakan pada Bulan Februari 2019.
Assessment Struktur Silo Pabrik Semen di Tuban.
Silo industri seperti ini rentan degradasi beton dari beban dinamis berulang dan paparan lingkungan agresif; pola keretakan mikro dan delaminasi sering muncul setelah 10-15 tahun operasi tanpa perawatan preventif. Pengujian lapangan menjadi dasar keputusan owner terkait reinforcement atau penggantian elemen kritis.
Metode pengujian menggunakan semidestruktif testing dengan coredrill testing, melakukan pengeboran di titik-titik representatif silo untuk pengambilan sampel beton. Metode ini bagian dari proses evaluasi struktur komprehensif untuk dasar pengambilan keputusan teknis.
Pengambilan Sample Beton dengan Coredrill di Proyek Audit Struktur Silo Semen Tuban
Lobang Beton bekas pengambilan sampel Core Drill
Hasil pengujian mendukung evaluasi kondisi struktural dan perencanaan perawatan preventif silo yang tepat waktu.Layanan assessment struktur HESA telah menangani berbagai proyek serupa di industri semen dan petrokimia.
Sebagai konsultan struktur, PT Hesa Laras Cemerlang prioritaskan verifikasi lapangan actionable untuk pengambilan keputusan owner.
Assessment Kapasitas Silo Industri
Struktur silo semen dan industri berat memerlukan assessment berkala untuk deteksi dini degradasi material atau perubahan kapasitas akibat beban operasional dan lingkungan.
Sebagai konsultan struktur, HESA lakukan review teknis komprehensif, evaluasi kapasitas, dan rekomendasi mitigasi risiko yang sesuai regulasi dan kondisi lapangan terkini.
Hasil assessment memberikan kejelasan teknis untuk keputusan: apakah silo masih layak operasi, perlu penyesuaian desain, perkuatan struktural, atau strategi mitigasi lainnya.
PT Hesa Laras Cemerlang
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Email: kontak@hesa.co.id
Telp: (021) 8404531
Whatsapp Bussines : 081291442210 or click this Link : Whatsapp
Menentukan kuat tekan beton aktual melalui metode destruktif dan verifikasi penulangan struktur.
Ruang Lingkup
Core Drill, Crushing Test (Lab), dan Rebarscan/Covermeter Test.
Pada April 2018, PT Hesa Laras Cemerlang dipercaya oleh PT Adhi Persada Gedung untuk melakukan rangkaian pengujian material pada proyek Cengkareng Business City. Pekerjaan ini merupakan bagian vital dari Quality Control konstruksi guna memastikan integritas beton dan kesesuaian penulangan struktur bangunan gedung terhadap spesifikasi teknis yang direncanakan.
1. Pengujian Core Drill (Destructive Test)
Pengambilan sampel inti (silinder) beton dilakukan untuk mendapatkan data kuat tekan beton secara langsung melalui uji tekan di laboratorium (Crushing Test).
2. Rebarscan / Covermeter Test
Pemindaian menggunakan alat Covermeter bertujuan untuk memverifikasi jumlah, jarak, dan kedalaman selimut beton pada tulangan baja tanpa merusak struktur.
Layanan Audit Beton & Destructive Test
Pengujian Core Drill krusial untuk mendeteksi kuat tekan beton aktual yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh uji non-destruktif. Hal ini dilakukan guna memastikan daya dukung struktur tetap aman bagi keselamatan publik secara optimal.
Berbekal peralatan pengujian mutakhir dan pengalaman luas pada proyek strategis nasional, PT Hesa Laras Cemerlang menyajikan analisis audit yang akurat, objektif, dan sesuai dengan standar teknis yang dipersyaratkan.
Optimalkan keamanan aset Anda melalui layanan audit struktur dan destructive test profesional bersama kami. Segera konsultasikan rencana inspeksi bangunan Anda melalui tautan komunikasi terpadu di bawah ini.
Concrete Coredrill dan Crushing Test – Nifarro Park Apartment
Waktu
2017
Klien
PT. Sekar Artha Sentosa
Lokasi
Nifarro Park Apartment
Tujuan Pekerjaan
Memastikan mutu beton struktur gedung sesuai dengan mutu rencana melalui pengujian langsung di lapangan dan laboratorium.
Ruang Lingkup Pekerjaan
Core drilling untuk pengambilan sample beton, compression test di laboratorium
Catatan Pengalaman HESA
Pengujian mutu beton pada struktur gedung memerlukan kombinasi core drilling (destructive) dan NDT (non-destructive) untuk validasi kuat tekan aktual versus mutu rencana; pendekatan ini mengidentifikasi area dengan mutu substandar, degradasi potensi, dan kedalaman karbon untuk menentukan strategi perbaikan atau perkuatan berbasis data lapangan, bukan spekulasi desain awal.
Tantangan Teknis
Mutu beton struktur gedung tidak cukup dibuktikan lewat hasil uji laboratorium saja. Kondisi lapangan seperti proses curing, temperatur pengecoran, dan kualitas pelaksanaan sering memengaruhi hasil akhir. Ketika mutu aktual berada di bawah mutu rencana, kapasitas struktur bisa tidak tercapai, pola kerusakan menjadi sulit diprediksi, dan pada beberapa kasus memicu kebutuhan perkuatan darurat.
Karena itu, pengambilan contoh dan pengujian beton langsung di lapangan menjadi bagian penting dari quality assurance untuk memastikan struktur bekerja sesuai fungsi dan beban rencana.
Metodologi Pengujian
Sebelum pelaksanaan core drilling, dilakukan pemindaian tulangan menggunakan rebar scanneruntuk memastikan posisi dan jarak tulangan, serta menghindari risiko pemotongan baja tulangan yang dapat menurunkan kapasitas lokal struktur.
Core drilling kemudian dilakukan pada titik yang telah terverifikasi aman dan representatif. Contoh beton yang diambil diuji di laboratorium dengan mesin tekan (compression test) untuk memperoleh kuat tekan aktual beton sebagai dasar evaluasi mutu struktur.
Hasil dan Rekomendasi
Hasil uji tekan dari core sample menunjukkan mutu beton aktual pada beberapa titik dan elevasi struktur. Data ini dibandingkan langsung dengan mutu rencana untuk melihat bagian yang masih sesuai maupun yang menyimpang. Dari sini, keputusan bisa diambil secara jelas: struktur dapat diterima apa adanya, perlu pengujian lanjutan di area tertentu, atau memerlukan perbaikan maupun perkuatan sebelum digunakan.
PT Hesa Laras Cemerlang menangani verifikasi mutu beton gedung dengan pendekatan lapangan yang realistis. Core drilling dipadukan dengan pengujian non-destruktif (NDT) untuk membaca kondisi beton secara menyeluruh. Hasilnya menjadi dasar keputusan teknis yang terukur, bukan sekadar mengandalkan dokumen mutu atau asumsi desain.
Validasi Mutu Beton Struktur Gedung
Mutu beton yang tidak sesuai spesifikasi sering baru terungkap saat retak struktur atau penurunan mulai muncul. Pada tahap itu, opsi perbaikan sudah terbatas dan biayanya jauh lebih besar. Pemeriksaan beton di lapangan melalui core drill dan uji tak merusak (NDT) diperlukan untuk memastikan kondisi aktual sebelum bangunan masuk fase operasional penuh.
Verifikasi mutu beton dilakukan dengan kombinasi uji destruktif dan non-destruktif, untuk membaca kuat tekan aktual, kualitas pengecoran, serta indikasi degradasi dini. Data ini menjadi dasar objektif untuk menilai apakah struktur masih sesuai rencana desain atau memerlukan tindakan korektif.
Dengan hasil uji berbasis kondisi lapangan, keputusan quality control dan tindakan perbaikan dapat diambil secara tepat—bukan berdasarkan asumsi atau dokumen pemasok yang belum tentu merefleksikan kondisi struktur sebenarnya.
PT Hesa Laras Cemerlang
PT Hesa Laras Cemerlang
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Pengujian kuat tekan dari sampel tersebut diatas biasanya lebih dikenal dengan pengujian “Beton Inti” (SNI 03-3403-1994). Alat uji yang digunakan adalah mesin tekan dengan kapasitas dari 2000 kN sampai dengan 3000 kN. Pemberian beban uji harus dilakukan bertahap dengan penambahan beban uji yang konstan berkisar antara 0,2 N/mm^2 sampai 0,4 N/mm^2 per detik hingga benda uji hancur.Bila beton yang diambil berada dalam kondisi kering selama masa layannya, benda uji silinder beton (hasil bor inti) harus diuji dalam kondisi kering. Bila beton yang diambil berada dalam kondisi sangat basah selama masa layannya, maka silinder harus direndam dahulu minimal 40 jam dan diuji dalam kondisi basah.
Ilustrasi pengujian, sebagai berikut seperti slide berikut:
Pengujian kuat tekan dari sampel tersebut diatas biasanya lebih dikenal dengan pengujian “Beton Inti” (SNI 03-3403-1994). Alat uji yang digunakan adalah mesin tekan dengan kapasitas dari 2000 kN sampai dengan 3000 kN. Pemberian beban uji harus dilakukan bertahap dengan penambahan beban uji yang konstan berkisar antara 0,2 N/mm^2 sampai 0,4 N/mm^2 per detik hingga benda uji hancur.
Bila beton yang diambil berada dalam kondisi kering selama masa layannya, benda uji silinder beton (hasil bor inti) harus diuji dalam kondisi kering. Bila beton yang diambil berada dalam kondisi sangat basah selama masa layannya, maka silinder harus direndam dahulu minimal 40 jam dan diuji dalam kondisi basah.
Ilustrasi pengujian, sebagai berikut seperti slide berikut:
Selanjutnya Kuat tekan beton dengan dengan ketelitian 0.95 MPa dapat dihitung sebagai berikut:
Sedangkan kuat tekan beton dengan ketelitian sampai dengan 0.5 MPa dapat dihitung dengan:
(SNI 03-3403-1994)
Dimana:
Co adalah faktor pengali yang berhubungan dengan arah pengambilan benda uji beton inti pada struktur beton, dimana Co adalah sebagai berikut:
Horisontal (tegak lurus pada arah tinggi dari struktur beton) = 1
Vertikal (sejajar dengan arah tinggi dari struktur beton) =0.92
C1 adalah faktor pengali yang berhubungan dengan rasio panjang sesudah diberi lapisan untuk kaping (L’) dengan diameter D dari benda uji, seperti yang diberikan pada table berikut:
C2 adalah faktor pengali karena adanya kandungan tulangan besi dalam benda uji beton inti yang letaknya tegak lurus terhadap sumbu benda uji dapat dihitung dengan rumus:
Kuat tekan beton pada titik pengambilan contoh dapat dinyatakan tidak membahayakan jika kuat tekan 3 silinder beton (minimum 3 silinder beton) yang diambil dari daerah beton tersebut memenuhi 2 (dua) persyaratan sebagai berikut:
Kuat tekan rata-rata dari 3 silinder betonnya tidak kurang dari 0,85 fc’
Kuat tekan masing-masing silinder betonnya tidak kurang dari 0,75 fc’.
Pengambilan sampel beton dengan metode Core Drill (coring beton) adalah proses mendapatkan sampel beton berbentuk silinder yang dibawa ke laboratorium untuk dilakukan uji kuat tekan beton (concrete compression test).
Perbedaan Penting: Berbeda dengan hammer test yang hanya memberikan estimasi dengan margin error ±20%, core drill memberikan hasil definitif dengan margin error ±2-5% yang diterima untuk keputusan struktural sesuai SNI 03-2492-2002. Ini adalah metode paling akurat untuk verifikasi kuat tekan beton in-situ.
Alat Core Drill
Core Drill merupakan bor berbentuk silinder yang digunakan untuk membuat lubang di permukaan beton, terbuat dari logam berkualitas tinggi dengan ujung bor yang dilapisi berlian atau karbida untuk penetrasi maksimal.
Sebuah Core Drill terdiri atas tiga komponen utama:
Motor – Menggerakkan putaran bor (biasanya 2000-3000 RPM)
Pegangan (Handle) – Stabilisasi arah pengeboran agar tetap tegak lurus
Mata Bor (Cutting Head) – Lapisan berlian/karbida untuk membuat lubang silinder
Perbedaan core drill dengan alat pemotong semen lainnya adalah core drill dapat membuat ekstrak sampel dari material yang diambil. Pada bagian tengah bor coring, tercipta ukiran berbentuk silinder yang kemudian diekstrak sebagai sampel beton inti.
Core drill yang dilakukan pada struktur beton existing
🔧 Equipment Hesa
PT Hesa menggunakan Core Drill Standar SNI
Precision: ±0.5 mm
Power: 2500 RPM
Diameter: 75mm – 150mm
Tested 300+ projects
Contoh Sampel Beton Hasil Core Drill
Sampel beton silinder siap Packing
Sampel beton silinder hasil core drilling
Hasil Coredrill Assessment struktur gedung GSI Jakarta
📹 Video: Demonstrasi Pengambilan Sample Beton dengan Core Drill
Kapan Core Drill Diperlukan?
Tidak semua proyek memerlukan core drill. Berikut 4 skenario umum kapan core drill adalah keputusan yang tepat:
Skenario 1
Audit Struktur Bangunan Lama Akan Renovasi
Trigger: Bangunan berusia >10 tahun + rencana penambahan lantai atau renovasi besar
Aksi: Core drill pada area critical load-bearing (kolom, balok utama) untuk memverifikasi kuat tekan eksisting sebelum perubahan struktur dilakukan.
Skenario 2
Hasil NDT (Hammer/UPVT) Menunjukkan Anomali
Trigger: Hasil uji non-destructive menunjukkan variasi signifikan antar lokasi (>20% perbedaan)
Aksi: Core drill untuk verifikasi langsung dan identify root cause dari anomali tersebut.
Skenario 3
Kerusakan Akibat Eksternal (Kebakaran, Korosi, dll)
Trigger: Beton terkena kebakaran, banjir, gempa, atau kerusakan mekanis
Aksi: Core drill untuk assess integritas sisa struktur dan determine repair strategy yang diperlukan.
Skenario 4
Verifikasi Quality Control Konstruksi
Trigger: Hasil cube test beton menunjukkan variasi tinggi vs spesifikasi atau ada concern QC
Aksi: Core drill pada area dengan hasil cube terendah untuk verify kualitas beton aktual.
❌ Kapan TIDAK Perlu Core Drill?
Hasil hammer test konsisten di seluruh struktur (variasi ±5-10%)
Beton baru (<3 tahun) tanpa ada masalah visible
Budget terbatas & hasil hammer sudah acceptable
Syarat Pengambilan Sampel Beton
Hal-hal teknis yang wajib diperhatikan agar sampel valid untuk pengujian:
Umur beton minimal 14 hari
Lokasi sampling di daerah yang kuat tekannya diragukan (berdasarkan hammer test atau UPVT)
Dari 1 lokasi sampling, ambil 3 titik pengeboran di tempat yang aman (jangan dekat tulangan, momen maksimum)
Benda uji yang cacat (rongga banyak, serpihan lepas) tidak boleh digunakan
Diameter minimum sampel: 90 mm
Rasio tinggi vs diameter: L/D ≥ 0.95
Pengeboran harus tegak lurus dengan permukaan beton
Lubang bekas pengeboran harus segera diisi dengan beton bermutu sama
Jika ada tulangan dalam sampel, posisinya harus tegak lurus terhadap sumbu benda uji
Jumlah tulangan besi tidak boleh lebih dari 2 batang
Jika tulangan >2 batang, benda uji harus dipotong dengan gergaji beton dan gerinda
Step 1: Konsultasi Awal (Chat/Phone)
Duration: 15 menit | Delivery: Preliminary assessment via WhatsApp Bussines : 0811 888 9409
Anda deskripsikan kondisi beton & alasan butuh core drill. Kami rekomendasi jumlah titik, lokasi sampling, dan estimasi biaya.
Step 2: Site Survey (Optional)
Duration: 1-2 jam
Tim Hesa datang ke lokasi untuk assess dan identifikasi lokasi pengeboran yang aman. Koordinasi dengan tim Anda untuk akses & persiapan.
Step 3: Quotation & Booking
Duration: 2 hari processing
Hesa kirim quotation detail. Anda konfirm & kami reserve slot tim + equipment sesuai schedule Anda.
Step 4: Pre-Execution Checklist
Duration: 3-5 hari sebelum pengeboran
Hesa kirim checklist persiapan. Anda siapkan lokasi, akses, dan briefing ke site team.
⚙️ Execution Day: Timeline On-Site
Waktu
Aktivitas
Durasi
07:00
Tim tiba + setup equipment
30 min
07:30
Final marking lokasi pengeboran
15 min
08:00-11:30
Pengeboran Titik 1, 2, 3
~30 min/titik
11:30-12:00
Packing & Filling
30 min
12:00
Sample transport ke lab
—
Total On-Site Duration: 4-5 jam Requirement: Area akses 5×5 meter, akses air/listrik, izin site & safety protocol
🔬 Post-Execution: Lab Testing & Hasil
Hari 1: Sample received & prep (foto, cataloging, cleaning) Hari 2-3: Lab testing (compression test, moisture content, visual assessment) Hari 4: Data analysis & interpretation Hari 5: Report final (PDF + Excel + Certificate)
Standard Timeline: 5 hari kerja dari sample diterima sampai report selesai Rush Option: Tersedia dengan biaya tambahan Output: Laporan PDF + Data Excel + Certificate + Engineering interpretation
Keunggulan Hesa
📊 Track Record
1000+
Core Drill Projects
99.4%
Sample Validity
98.2%
On-Time Delivery
850+
Buildings Tested
🔧 Equipment
Core drill Standar SNI (precision ±0.5mm)
Compression machine
Regular maintenance & calibration
👥 Tim
Average experience: 15 tahun per engineer
Spesialisasi berbagai tipe struktur
✅ Quality
Dokumentasi 100% digital
Double-check system jika hasil marginal
Garansi: pengeboran ulang gratis jika invalid
Detailed report + engineering interpretation
⚡ Speed
Greater Jakarta: same-week execution
Lab processing per-order (tidak batch)
Digital report: 5 hari vs industry 10 hari
Priority scheduling untuk urgent
Pertanyaan yang Sering Ditanya
Q1: Apakah struktur akan rusak setelah core drill?
Tidak. Lubang akan diisi dengan beton self-compacting bermutu sama/lebih tinggi. Struktur tetap intact. Filling dalam 24 jam tanpa kelemahan struktural.
Q2: Ada hidden cost?
Tidak. Harga per titik sudah transparan. Hanya ada biaya tambahan untuk: site survey (optional), rush option, dan mobilisasi area jauh.
Q3: Apakah hasil core drill diterima untuk regulatory?
Ya. Sesuai SNI 03-2492-2002, hasil diterima untuk structural assessment, regulatory approval, insurance/warranty compliance, dan rehabilitation planning.
Q4: Bagaimana jika hasil menunjukkan kuat tekan rendah?
Hesa provide interpretasi engineering lengkap: apakah perlu repair/retrofit, apakah perlu testing tambahan, dan cost/schedule implication untuk keputusan Anda.
Q5: Berapa lama tunggu setelah pengecoran sebelum core drill?
Minimum 14 hari (fully hydrated). Ideal 28 hari (full strength). Untuk beton lama: langsung bisa. Semakin lama beton, semakin akurat hasilnya.
Q6: Apakah bisa request engineer tertentu?
Bisa. Untuk project khusus, kami assign engineer dengan expertise sesuai kebutuhan. Discuss di awal konsultasi.
Q7: Timeline urgent (butuh hasil 3 hari)?
Ada express option: pengeboran same-week, lab testing prioritas, hasil 3 hari kerja dengan biaya tambahan. Hubungi langsung untuk feasibility.
Belum ada keputusan final? Chat dengan engineer kami untuk diskusi teknis tanpa biaya. Kami bantu Anda menentukan apakah core drill yang tepat untuk situasi Anda.