Pengujian kuat tekan dari sampel tersebut diatas biasanya lebih dikenal dengan pengujian “Beton Inti” (SNI 03-3403-1994). Alat uji yang digunakan adalah mesin tekan dengan kapasitas dari 2000 kN sampai dengan 3000 kN. Pemberian beban uji harus dilakukan bertahap dengan penambahan beban uji yang konstan berkisar antara 0,2 N/mm^2 sampai 0,4 N/mm^2 per detik hingga benda uji hancur.Bila beton yang diambil berada dalam kondisi kering selama masa layannya, benda uji silinder beton (hasil bor inti) harus diuji dalam kondisi kering. Bila beton yang diambil berada dalam kondisi sangat basah selama masa layannya, maka silinder harus direndam dahulu minimal 40 jam dan diuji dalam kondisi basah.
Ilustrasi pengujian, sebagai berikut seperti slide berikut:
Pengujian kuat tekan dari sampel tersebut diatas biasanya lebih dikenal dengan pengujian “Beton Inti” (SNI 03-3403-1994). Alat uji yang digunakan adalah mesin tekan dengan kapasitas dari 2000 kN sampai dengan 3000 kN. Pemberian beban uji harus dilakukan bertahap dengan penambahan beban uji yang konstan berkisar antara 0,2 N/mm^2 sampai 0,4 N/mm^2 per detik hingga benda uji hancur.
Bila beton yang diambil berada dalam kondisi kering selama masa layannya, benda uji silinder beton (hasil bor inti) harus diuji dalam kondisi kering. Bila beton yang diambil berada dalam kondisi sangat basah selama masa layannya, maka silinder harus direndam dahulu minimal 40 jam dan diuji dalam kondisi basah.
Ilustrasi pengujian, sebagai berikut seperti slide berikut:
Selanjutnya Kuat tekan beton dengan dengan ketelitian 0.95 MPa dapat dihitung sebagai berikut:
Sedangkan kuat tekan beton dengan ketelitian sampai dengan 0.5 MPa dapat dihitung dengan:
(SNI 03-3403-1994)
Dimana:
Co adalah faktor pengali yang berhubungan dengan arah pengambilan benda uji beton inti pada struktur beton, dimana Co adalah sebagai berikut:
Horisontal (tegak lurus pada arah tinggi dari struktur beton) = 1
Vertikal (sejajar dengan arah tinggi dari struktur beton) =0.92
C1 adalah faktor pengali yang berhubungan dengan rasio panjang sesudah diberi lapisan untuk kaping (L’) dengan diameter D dari benda uji, seperti yang diberikan pada table berikut:
C2 adalah faktor pengali karena adanya kandungan tulangan besi dalam benda uji beton inti yang letaknya tegak lurus terhadap sumbu benda uji dapat dihitung dengan rumus:
Kuat tekan beton pada titik pengambilan contoh dapat dinyatakan tidak membahayakan jika kuat tekan 3 silinder beton (minimum 3 silinder beton) yang diambil dari daerah beton tersebut memenuhi 2 (dua) persyaratan sebagai berikut:
Kuat tekan rata-rata dari 3 silinder betonnya tidak kurang dari 0,85 fc’
Kuat tekan masing-masing silinder betonnya tidak kurang dari 0,75 fc’.
Pengambilan sampel beton dengan metode Core Drill (coring beton) adalah proses mendapatkan sampel beton berbentuk silinder yang dibawa ke laboratorium untuk dilakukan uji kuat tekan beton (concrete compression test).
Perbedaan Penting: Berbeda dengan hammer test yang hanya memberikan estimasi dengan margin error ±20%, core drill memberikan hasil definitif dengan margin error ±2-5% yang diterima untuk keputusan struktural sesuai SNI 03-2492-2002. Ini adalah metode paling akurat untuk verifikasi kuat tekan beton in-situ.
Alat Core Drill
Core Drill merupakan bor berbentuk silinder yang digunakan untuk membuat lubang di permukaan beton, terbuat dari logam berkualitas tinggi dengan ujung bor yang dilapisi berlian atau karbida untuk penetrasi maksimal.
Sebuah Core Drill terdiri atas tiga komponen utama:
Motor – Menggerakkan putaran bor (biasanya 2000-3000 RPM)
Pegangan (Handle) – Stabilisasi arah pengeboran agar tetap tegak lurus
Mata Bor (Cutting Head) – Lapisan berlian/karbida untuk membuat lubang silinder
Perbedaan core drill dengan alat pemotong semen lainnya adalah core drill dapat membuat ekstrak sampel dari material yang diambil. Pada bagian tengah bor coring, tercipta ukiran berbentuk silinder yang kemudian diekstrak sebagai sampel beton inti.
Core drill yang dilakukan pada struktur beton existing
🔧 Equipment Hesa
PT Hesa menggunakan Core Drill Standar SNI
Precision: ±0.5 mm
Power: 2500 RPM
Diameter: 75mm – 150mm
Tested 300+ projects
Contoh Sampel Beton Hasil Core Drill
Sampel beton silinder siap Packing
Sampel beton silinder hasil core drilling
Hasil Coredrill Assessment struktur gedung GSI Jakarta
📹 Video: Demonstrasi Pengambilan Sample Beton dengan Core Drill
Kapan Core Drill Diperlukan?
Tidak semua proyek memerlukan core drill. Berikut 4 skenario umum kapan core drill adalah keputusan yang tepat:
Skenario 1
Audit Struktur Bangunan Lama Akan Renovasi
Trigger: Bangunan berusia >10 tahun + rencana penambahan lantai atau renovasi besar
Aksi: Core drill pada area critical load-bearing (kolom, balok utama) untuk memverifikasi kuat tekan eksisting sebelum perubahan struktur dilakukan.
Skenario 2
Hasil NDT (Hammer/UPVT) Menunjukkan Anomali
Trigger: Hasil uji non-destructive menunjukkan variasi signifikan antar lokasi (>20% perbedaan)
Aksi: Core drill untuk verifikasi langsung dan identify root cause dari anomali tersebut.
Skenario 3
Kerusakan Akibat Eksternal (Kebakaran, Korosi, dll)
Trigger: Beton terkena kebakaran, banjir, gempa, atau kerusakan mekanis
Aksi: Core drill untuk assess integritas sisa struktur dan determine repair strategy yang diperlukan.
Skenario 4
Verifikasi Quality Control Konstruksi
Trigger: Hasil cube test beton menunjukkan variasi tinggi vs spesifikasi atau ada concern QC
Aksi: Core drill pada area dengan hasil cube terendah untuk verify kualitas beton aktual.
❌ Kapan TIDAK Perlu Core Drill?
Hasil hammer test konsisten di seluruh struktur (variasi ±5-10%)
Beton baru (<3 tahun) tanpa ada masalah visible
Budget terbatas & hasil hammer sudah acceptable
Syarat Pengambilan Sampel Beton
Hal-hal teknis yang wajib diperhatikan agar sampel valid untuk pengujian:
Umur beton minimal 14 hari
Lokasi sampling di daerah yang kuat tekannya diragukan (berdasarkan hammer test atau UPVT)
Dari 1 lokasi sampling, ambil 3 titik pengeboran di tempat yang aman (jangan dekat tulangan, momen maksimum)
Benda uji yang cacat (rongga banyak, serpihan lepas) tidak boleh digunakan
Diameter minimum sampel: 90 mm
Rasio tinggi vs diameter: L/D ≥ 0.95
Pengeboran harus tegak lurus dengan permukaan beton
Lubang bekas pengeboran harus segera diisi dengan beton bermutu sama
Jika ada tulangan dalam sampel, posisinya harus tegak lurus terhadap sumbu benda uji
Jumlah tulangan besi tidak boleh lebih dari 2 batang
Jika tulangan >2 batang, benda uji harus dipotong dengan gergaji beton dan gerinda
Step 1: Konsultasi Awal (Chat/Phone)
Duration: 15 menit | Delivery: Preliminary assessment via WhatsApp Bussines : 0811 888 9409
Anda deskripsikan kondisi beton & alasan butuh core drill. Kami rekomendasi jumlah titik, lokasi sampling, dan estimasi biaya.
Step 2: Site Survey (Optional)
Duration: 1-2 jam
Tim Hesa datang ke lokasi untuk assess dan identifikasi lokasi pengeboran yang aman. Koordinasi dengan tim Anda untuk akses & persiapan.
Step 3: Quotation & Booking
Duration: 2 hari processing
Hesa kirim quotation detail. Anda konfirm & kami reserve slot tim + equipment sesuai schedule Anda.
Step 4: Pre-Execution Checklist
Duration: 3-5 hari sebelum pengeboran
Hesa kirim checklist persiapan. Anda siapkan lokasi, akses, dan briefing ke site team.
⚙️ Execution Day: Timeline On-Site
Waktu
Aktivitas
Durasi
07:00
Tim tiba + setup equipment
30 min
07:30
Final marking lokasi pengeboran
15 min
08:00-11:30
Pengeboran Titik 1, 2, 3
~30 min/titik
11:30-12:00
Packing & Filling
30 min
12:00
Sample transport ke lab
—
Total On-Site Duration: 4-5 jam Requirement: Area akses 5×5 meter, akses air/listrik, izin site & safety protocol
🔬 Post-Execution: Lab Testing & Hasil
Hari 1: Sample received & prep (foto, cataloging, cleaning) Hari 2-3: Lab testing (compression test, moisture content, visual assessment) Hari 4: Data analysis & interpretation Hari 5: Report final (PDF + Excel + Certificate)
Standard Timeline: 5 hari kerja dari sample diterima sampai report selesai Rush Option: Tersedia dengan biaya tambahan Output: Laporan PDF + Data Excel + Certificate + Engineering interpretation
Keunggulan Hesa
📊 Track Record
1000+
Core Drill Projects
99.4%
Sample Validity
98.2%
On-Time Delivery
850+
Buildings Tested
🔧 Equipment
Core drill Standar SNI (precision ±0.5mm)
Compression machine
Regular maintenance & calibration
👥 Tim
Average experience: 15 tahun per engineer
Spesialisasi berbagai tipe struktur
✅ Quality
Dokumentasi 100% digital
Double-check system jika hasil marginal
Garansi: pengeboran ulang gratis jika invalid
Detailed report + engineering interpretation
⚡ Speed
Greater Jakarta: same-week execution
Lab processing per-order (tidak batch)
Digital report: 5 hari vs industry 10 hari
Priority scheduling untuk urgent
Pertanyaan yang Sering Ditanya
Q1: Apakah struktur akan rusak setelah core drill?
Tidak. Lubang akan diisi dengan beton self-compacting bermutu sama/lebih tinggi. Struktur tetap intact. Filling dalam 24 jam tanpa kelemahan struktural.
Q2: Ada hidden cost?
Tidak. Harga per titik sudah transparan. Hanya ada biaya tambahan untuk: site survey (optional), rush option, dan mobilisasi area jauh.
Q3: Apakah hasil core drill diterima untuk regulatory?
Ya. Sesuai SNI 03-2492-2002, hasil diterima untuk structural assessment, regulatory approval, insurance/warranty compliance, dan rehabilitation planning.
Q4: Bagaimana jika hasil menunjukkan kuat tekan rendah?
Hesa provide interpretasi engineering lengkap: apakah perlu repair/retrofit, apakah perlu testing tambahan, dan cost/schedule implication untuk keputusan Anda.
Q5: Berapa lama tunggu setelah pengecoran sebelum core drill?
Minimum 14 hari (fully hydrated). Ideal 28 hari (full strength). Untuk beton lama: langsung bisa. Semakin lama beton, semakin akurat hasilnya.
Q6: Apakah bisa request engineer tertentu?
Bisa. Untuk project khusus, kami assign engineer dengan expertise sesuai kebutuhan. Discuss di awal konsultasi.
Q7: Timeline urgent (butuh hasil 3 hari)?
Ada express option: pengeboran same-week, lab testing prioritas, hasil 3 hari kerja dengan biaya tambahan. Hubungi langsung untuk feasibility.
Belum ada keputusan final? Chat dengan engineer kami untuk diskusi teknis tanpa biaya. Kami bantu Anda menentukan apakah core drill yang tepat untuk situasi Anda.