Pengambilan Sample Core Drill Beton untuk Mutu Beton Rumah Pompa
Waktu
:
Februari 2020
Klien
:
PT. Jaya Teknik
Lokasi
:
Jakarta
Tujuan Pekerjaan
:
Pemeriksaan mutu beton rumah pompa di jalan Penataran, Menteng, Jakarta Pusat
Ruang Lingkup Pekerjaan
:
Core Drill & Compression Test
Pemeriksaan Struktur Beton Rumah Pompa.
Pompa merupakan salah satu bagian yang sangat penting dari FLOOD MANAGEMENT SYSTEM yang diterapkan di DKI Jakarta.
Rumah pompa di Jalan Penataran, Menteng memiliki dua pompa yang mampu mengalirkan 500 liter per detik untuk membagi aliran air hujan yang biasa menggenangi daerah Stasiun Cikini.
Aliran air hujan biasanya berkumpul menjadi satu di saluran air yang berlokasi depan Gedung Gold Center dan Stasiun Cikini. Oleh karena itu, rumah pompa ini untuk membagi aliran air hujan menuju saluran depan stasiun Cikini dan Kali Ciliwung yang berada di Jalan Diponogoro.
Selain pompanya dipastikan harus berfungsi sesuai rencana, tentunya struktur rumahnya harus dipastikan kekuatannya, maka dilakukanlah pengambilan sample beton untuk diuji kekuatannya di laboratorium beton HESA.
Informasi tentang biaya pengecekan beton existing silahkan menghubungi kami melalui:
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Email: kontak@hesa.co.id
Telp: (021) 8404531
Whatsapp Bussines : 0813 828 271 82 or click this Link : Whatsapp Atau tinggalkan pesan dibawah ini:
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Email: kontak@hesa.co.id
Telp: (021) 8404531
Whatsapp Bussines : 0813 828 271 82 or click this Link : Whatsapp
Pada proyek pengujian kualitas bangunan kali ini, PT Hesa Laras Cemerlang ditunjuk untuk melaksanakan pemeriksaan dan integritas beton di lokasi site Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, yang saat proses pengujian beton berlangsung, sedang dalam proses pembangunan.
PLTU Batang 2.000 MW ini berlokasi di daerah Batang, Jawa Tengah.Proses pemeriksaan beton yang kami lakukan berlangsung selama 8 hari karena banyaknya titik yang harus dilakukan pengujian dan pemeriksaan.
Pemeriksaan beton dan struktur bangunan dilaksanakan dengan beberapa metode baik Nondestructive test maupun destructive test. Berikut dibawah beberapa gambaran dari pekerjaan yang sudah kami laksanakan
Uji Mutu dan Integritas Beton dengan UPVTRebarscanCoredrill guna mengambil sampel beton untuk dilakukan pengujian di lab di PLTU BatangUltrasonic TestingCoredrill Sample Beton bagian luar PLTU Batang
Pulse Echo Test
Pulse echo test dilakukan untuk memperoleh gambaran secara visual integritas penampang beto
Ferometer Scan dan Pulse Echo Test di PLTU Batang.
Foto Bersama Tim PLTU Batang dan Tim Hesa
Informasi tentang Pengujian Jembatan, Bangunan Gedung, Tower, Dermaga, Jalan, silahkan menghubungi kami melalui:
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Email: kontak@hesa.co.id
Telp: (021) 8404531
Whatsapp Bussines : 0813 828 271 82 or click this Link : Whatsapp
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Email: kontak@hesa.co.id
Telp: (021) 8404531
Whatsapp Bussines : 0813 828 271 82 or click this Link : Whatsapp
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Email: kontak@hesa.co.id
Telp: (021) 8404531
Whatsapp Bussines : 0813 828 271 82 or click this Link : Whatsapp
Pengujian Beton Dan Pondasi PLTU Suralaya Banten dengan metode UPV Test dan Coredrill.
Waktu pelaksanaan : Bulan Agustus 2018
Lokasi : Area Circulating Water Pump (AWP) Pwmbangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya I Banten UPV Test
UPV Test dalam Rangkaian proses Pengujian Beton Dan Pondasi PLTU Suralaya Banten
Coredrill
Coredrill pada proyek Pengujian Beton Dan Pondasi PLTU Suralaya Banten
Informasi tentang Jasa Pengujian Beton untuk Pabrik, Jembatan, Gedung, Tower, Dermaga, Jalan, silahkan menghubungi kami melalui:
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Email: kontak@hesa.co.id
Telp: (021) 8404531
Whatsapp Bussines : 0813 828 271 82 or click this Link : Whatsapp
Kajian Daya Gedung Kantor Pusat PT. Cogindo Daya Bersama, Kalibata ,Jakarta
Dokumentasi Kegiatan Tahun 2021
Nama Pekerjaan:
Assessment Gedung Cogindo Jakarta
Waktu:
Maret 2018
Klien:
LEMTEK UI
Sasaran Pekerjaan:
Melakukan kajian daya dukung struktur gedung dan memberikan rekomendasi kepada pemilik gedung atas hasil inspeksi dan analisis yang dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan penghuni gedung.
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1 Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia Email: kontak@hesa.co.id Telp: (021) 8404531 Mobile : 0811 888 9409 Whatsapp : Silahkan klik lambang whatsapp di bagian paling bawah halaman ini
Uji kuat tekan beton adalah upaya mendapatkan nilai estimasi kuat tekan beton pada struktur eksisting, dengan cara melakukan tekanan pada sampel beton dari struktur yang sudah dilaksanakan.
Sampel yang akan diuji, berbentuk silinder atau kubus, didapatkan dari pengeboran pada beton struktur dengan alat drilling: Concrete Core Drilling Machine. Proses pengeboran untuk pengambilan sampel ini biasa disebut concrete core drill atau umum disebut dengan coring beton.
Perbedaan Core Drill vs Fresh Cylinder Test
Sebelum memahami prosedur uji kuat tekan, penting untuk mengetahui perbedaan antara dua metode pengambilan sampel beton yang berbeda:
Aspek
Core Drill (Beton Existing)
Fresh Cylinder Test (Beton Baru)
Material
Dari struktur yang sudah berdiri
Segar langsung dari mixer/placement
Waktu Sampling
Setelah hardening (minimum 14 hari)
Dalam 24 jam setelah cor
Kondisi Pengujian
Sesuai kondisi site (kering/basah)
Standard lab condition
Tujuan
Verifikasi struktur existing, assessment integritas
QC/QA beton saat produksi
Standar SNI
SNI 03-3403-1994
SNI 03-6468-2000
Frequency Testing
1x per lokasi/area
Minimal setiap 50 m³
Dalam panduan ini, kami fokus pada Core Drill Testing untuk struktur eksisting.
Kapan & Mengapa: Timing Uji Kuat Tekan Beton
Memahami Strength Development Curve Beton
Beton tidak langsung mencapai kekuatan penuh setelah cor. Kekuatan beton berkembang secara bertahap melalui proses hidrasi kimia antara semen dan air. Berikut adalah perkembangan kekuatan beton pada umur-umur tertentu:
Umur 7 hari: Sekitar 60-70% dari kekuatan 28 hari
Umur 14 hari: Sekitar 80-90% dari kekuatan 28 hari
Umur 28 hari: Kekuatan referensi standar (100%)
Umur 90 hari+: Pengembangan kekuatan jangka panjang (bisa mencapai 120-150% tergantung jenis semen)
Catatan: Angka-angka di atas merupakan rata-rata; nilai aktual tergantung pada jenis semen, water-cement ratio, curing condition, dan faktor lainnya.
Mengapa Umur 28 Hari Menjadi Standar Internasional?
Standar 28 hari dipilih karena pada umur ini, proses hidrasi utama semen sudah mencapai tahap yang konsisten dan stabil. Pada umur 28 hari, sekitar 90-95% dari hidrasi utama sudah selesai, sehingga memberikan hasil yang dapat direproduksi dan dibandingkan antar proyek. Umur ini juga sudah cukup lama untuk mendapatkan kekuatan yang representatif terhadap kekuatan jangka panjang struktur.
Persyaratan SNI & Best Practice Industri Indonesia
Menurut SNI 03-3403-1994:
Minimum umur beton untuk core drilling adalah 14 hari
Alasan: Beton sudah cukup keras untuk core removal tanpa risiko kerusakan sampel atau struktur
Best Practice Industri Indonesia:
Bangunan Baru (Residential/Commercial): Core drilling dilakukan pada umur 21-28 hari untuk memastikan kekuatan sudah mencukupi standar sebelum struktur menerima beban
Bangunan Bertingkat Tinggi (High-Rise): Sering dilakukan pada umur 28-35 hari per lantai untuk verifikasi lebih ketat
Beton Massa (Mass Concrete/Fondasi): Dapat dilakukan pada umur 14 hari untuk assessment awal, dengan follow-up testing pada 28-90 hari
Struktur Existing (Retrofit/Assessment): Dapat dilakukan kapan saja, tapi minimum 14 hari jika beton sudah ada
Skenario Praktis: Kapan Melakukan Core Drilling?
Skenario A: Konstruksi Baru (New Building)
Timing: 28 hari setelah cor
Tujuan: Verifikasi bahwa mutu beton sesuai spesifikasi desain
Action jika pass: Lanjut ke tahap berikutnya (finishing, struktur atas)
Action jika fail: Lihat section “Interpretasi Hasil” di bawah
Skenario B: Problematic Areas (Daerah Mencurigakan)
Timing: Sesegera mungkin setelah 14 hari (jika beton ada masalah visible: retak, warna aneh, texture jelek)
Tujuan: Early warning untuk quick remedial action
Note: Hasil pada <14 hari bukan reference standard, hanya untuk assessment awal
Timing: Dapat kapan saja (retrofit, renovation, structural health check)
Tujuan: Memverifikasi integritas struktur, durability assessment, atau persiapan upgrade
Note: Umur beton tidak lagi menjadi faktor “development”, tapi faktor “aging/deterioration”
Bagaimana Umur Beton Mempengaruhi Interpretasi Hasil?
Jika pengujian dilakukan pada umur yang berbeda dari 28 hari standard, hasil harus diinterpretasikan dengan hati-hati:
Uji pada 14 hari: Hasil ≈ 85% dari expected 28-day strength. Jika fc’ design adalah 30 MPa, expected result pada 14 hari ≈ 25.5 MPa.
Uji pada 7 hari: Hasil ≈ 65% dari expected 28-day strength. Ini hanya untuk early warning, bukan acceptance criteria.
Uji pada 90 hari+: Beton sudah mencapai long-term strength. Hasil lebih tinggi dari 28 hari adalah normal (tergantung tipe semen).
Rekomendasi: Selalu catat umur beton saat testing dan dokumentasikan dalam laporan. Correction factor harus diterapkan jika comparison dengan design mix diperlukan.
Langkah Pengambilan Sampel Beton Dengan Coring
Persiapan alat drilling dan mulai pengeboran:
Bor sampai kedalaman yang ditentukan
Hentikan Pengeboran
Lepaskan sampel dari Alat Bor lalu simpan di tempat yang layak
Sample beton diberi nomer identitas dan dicatat. Disimpan dalam kotak yang pantas, sehingga aman dan tidak rusak.
Laboratorium Uji Tekan Beton
Setelah dilakukan pengambilan sample beton dengan Coredrill langkah selanjutnya adalah membawa sampel beton tersebut ke Laboratorium.
Alat uji yang digunakan adalah mesin tekan dengan kapasitas dari 2000 kN sampai dengan 3000 kN.
Pemberian beban uji harus dilakukan bertahap dengan penambahan beban uji yang konstan berkisar antara 0,2 N/mm² sampai 0,4 N/mm² per detik hingga benda uji hancur.
Kondisi sampel saat testing sangat mempengaruhi hasil. Oleh karena itu:
Jika beton berada dalam kondisi kering selama penggunaan: Benda uji silinder harus diuji dalam kondisi kering (as received).
Jika beton berada dalam kondisi sangat basah/terendam: Silinder harus direndam air terlebih dahulu minimal 40 jam sebelum testing, dan diuji dalam kondisi basah (saturated surface dry).
Catatan: Hasil uji dalam kondisi kering akan lebih tinggi (~10-15%) dibanding kondisi basah. Dokumentasikan kondisi saat testing dalam laporan hasil.
Ilustrasi Uji Kuat Tekan Beton
Tahap 1: Persiapan Sampel dan Alat Uji Tekan
Tahap 2: Penempatan Benda Uji ke Mesin Tekan
Tahap 3: Pembebanan Bertahap hingga Sampel Hancur
Pemberian beban uji harus dilakukan bertahap dengan penambahan beban uji yang konstan berkisar antara 0,2 N/mm² sampai 0,4 N/mm² per detik hingga benda uji hancur.
Tahap 4: Perhitungan Kuat Tekan Sampel
Kuat tekan beton dengan ketelitian 0.95 MPa dapat dihitung sebagai berikut:
Sedangkan kuat tekan beton dengan ketelitian sampai dengan 0.5 MPa dapat dihitung dengan:
Sumber: SNI 03-3403-1994
Penjelasan Faktor Koreksi
Co (Faktor Arah Pengambilan): Faktor pengali yang berhubungan dengan arah pengambilan benda uji beton inti pada struktur beton:
Horisontal (tegak lurus pada arah tinggi dari struktur beton) = 1.0
Vertikal (sejajar dengan arah tinggi dari struktur beton) = 0.92
C1 (Faktor Rasio L/D): Faktor pengali yang berhubungan dengan rasio panjang setelah diberi lapisan capping (L’) dengan diameter D dari benda uji:
C2 (Faktor Kandungan Tulangan): Faktor pengali karena adanya kandungan tulangan besi dalam benda uji beton inti yang letaknya tegak lurus terhadap sumbu benda uji, dapat dihitung dengan rumus:
Kriteria Kelulusan & Interpretasi Hasil Uji
Kuat tekan beton pada titik pengambilan contoh dapat dinyatakan tidak membahayakan (acceptable) jika kuat tekan minimum 3 silinder beton yang diambil dari daerah yang sama memenuhi KEDUA persyaratan berikut:
Kuat tekan rata-rata dari 3 silinder ≥ 0.85 × fc’ (dimana fc’ adalah kuat tekan rencana/design)
Kuat tekan individual setiap silinder ≥ 0.75 × fc’ (tidak ada sampel yang terlalu lemah)
Contoh: Jika fc’ design = 30 MPa:
Kriteria 1: Rata-rata dari 3 sampel harus ≥ 25.5 MPa
Kriteria 2: Masing-masing sampel harus ≥ 22.5 MPa
Interpretasi Hasil & Langkah Selanjutnya (Action Plan)
Skenario A: Hasil Memenuhi Standar (fc’ ≥ 0.85 fc’)
Status: ✅ ACCEPTED
Artinya: Beton di area pengujian memenuhi spesifikasi desain. Kualitas dan integritas struktur terjamin.
Action:
Dokumentasikan hasil dalam laporan resmi dengan stempel lab
Archive laporan untuk compliance dan future reference
Struktur boleh menerima beban penuh atau dilanjutkan ke tahap konstruksi berikutnya
Follow-up: Jika ada area lain dengan kondisi serupa, testing boleh dihentikan. Jika ada area dengan kondisi berbeda (berbeda umur, berbeda metode coring, berbeda lokasi struktur), perlu additional sampling.
Skenario B: Hasil Marginal (0.75 fc’ < hasil < 0.85 fc’)
Status: ⚠️ MARGINAL / REQUIRES INVESTIGATION
Artinya: Beton berada di zona abu-abu. Kuat tekan lebih rendah dari standar minimum tapi belum tentu membahayakan struktur.
Action Immediate:
Option 1 – Retesting: Ambil sampel tambahan (minimal 3 sampel lagi) dari area yang sama atau area sekitar untuk validasi. Jika rata-rata dari 6 sampel masih <0.85 fc’, maka area tersebut FAIL.
Option 2 – Structural Assessment: Minta engineer struktural untuk melakukan analisis ulang. Jika beton pada area non-critical atau sudah memberikan margin, mungkin masih acceptable.
Option 3 – Local Strengthening: Jika diperlukan, lakukan local reinforcement (concrete repair, epoxy injection, carbon wrapping, dll) pada area tersebut.
Documentation: Catat kondisi ini di laporan dan kirimkan ke structural engineer untuk clearance sebelum struktur menerima beban penuh.
Skenario C: Hasil Rendah (Rata-rata < 0.75 fc’ ATAU ada sampel individual < 0.75 fc’)
Status: ❌ FAILED / NOT ACCEPTABLE
Artinya: Beton di area pengujian tidak memenuhi kualitas minimum. Ada risiko struktural.
Action Immediate:
Stop Pekerjaan: Jangan lanjutkan beban atau konstruksi di atas area ini sampai ada solusi.
Structural Engineering Involvement: Libatkan engineer struktur untuk assessment mendalam:
Apakah area ini critical untuk load path?
Apakah sudah ada beban struktural?
Berapa margin of safety saat ini?
Root Cause Analysis: Investigasi mengapa beton jelek:
Kesalahan dalam material (semen jelek, agregat bermasalah, water-cement ratio tinggi)?
Kesalahan dalam proses (mixing, placement, compaction, curing)?
Pengaruh environmental (cuaca, suhu ekstrem)?
Remedial Options (per engineer recommendation):
**Concrete Repair / Patch:** Buka area, remove beton jelek, ganti dengan beton baru (jika area kecil dan non-critical)
**Reinforcement Addition:** Tambah tulangan lokal di area tersebut
**Epoxy/Resin Injection:** Untuk crack repair atau meningkatkan bondage
**Structural Redesign:** Jika area critical, mungkin perlu redesign sebagian struktur untuk accommodate lower concrete strength
**Demolition:** Dalam kasus ekstrem (misalnya fondasi dengan beton sangat jelek), area mungkin harus di-demo dan diulang
Cost Implication: Remedial work bisa expensive dan time-consuming. Dokumentasikan semua findings dan escalate ke project owner/developer segera.
Kapan Perlu Professional Consultation?
Hubungi structural engineer jika:
Hasil testing menunjukkan kuat tekan < 0.85 fc’ (tidak harus immediate panic, tapi perlu assessment)
Ada variasi besar antar sampel (misalnya: 28 MPa, 24 MPa, 19 MPa) → indikator QC problem
Hasil tidak sesuai dengan fresh cylinder testing pada umur yang sama (mungkin ada durability issue)
Area dengan kuat tekan rendah berada di lokasi kritis (kolom, beam support, foundation)
Pertanyaan Umum (FAQ)
Q: Berapa biaya uji kuat tekan beton inti (core drill)?
A: Biaya bervariasi tergantung jumlah sampel, lokasi, dan akses ke struktur. PT HESA menawarkan paket testing dengan harga kompetitif. Hubungi tim kami untuk quotation detail.
Q: Berapa lama waktu testing dari core drilling sampai hasil laporan?
A: Proses biasanya memakan waktu 3-7 hari kerja, tergantung:
Waktu untuk core drilling di lapangan (1-2 hari)
Waktu persiapan sampel di lab (1 hari)
Waktu testing di mesin uji tekan (1 hari)
Waktu untuk perhitungan dan pembuatan laporan (1-2 hari)
Untuk urgent cases, PT HESA dapat mempercepat proses (fast-track testing).
Q: Apa bedanya core drill dengan hammer test (rebound hammer)?
A: Perbedaan signifikan:
Core Drill: Mengambil sampel material nyata, tested dengan mesin tekan presisi. Hasil akurat dan dapat digunakan untuk acceptance/rejection. Destructive (merusak struktur).
Hammer Test (Rebound): Non-destructive, hanya mengukur hardness permukaan. Hasil estimasi saja, tidak bisa digunakan untuk acceptance. Lebih murah dan cepat untuk screening.
Rekomendasi: Gunakan hammer test untuk initial screening luas. Jika ada area mencurigakan, follow-up dengan core drill testing untuk hasil akurat.
Q: Apakah beton harus berumur berapa hari sebelum bisa di-test?
A: Minimum 14 hari per SNI 03-3403-1994. Tapi best practice di Indonesia adalah 21-28 hari untuk memastikan beton sudah development strength-nya. Lihat section “Timing Pengujian” di atas untuk detail lengkap.
Q: Bagaimana jika hasil test kuat tekan beton saya tidak sesuai standar?
A: Jangan panik! Ada beberapa kemungkinan dan action plan. Lihat section “Interpretasi Hasil & Langkah Selanjutnya” di atas untuk skenario lengkap dan opsi remedial.
Tentang PT HESA Laras Cemerlang
PT Hesa Laras Cemerlang memiliki Laboratorium uji kuat tekan beton sendiri yang terakreditasi dan dilengkapi dengan mesin uji tekan modern untuk menguji sampel beton dari proyek yang kami tangani.
Laboratorium uji beton PT HESA juga melayani uji beton silinder bagi klien eksternal yang membutuhkan jasa testing beton berkualitas tinggi dengan hasil yang cepat dan akurat.
Layanan Kami:
✓ Core Drilling & Sampling
✓ Uji Kuat Tekan Beton Inti (SNI 03-3403-1994)
✓ Uji Cylinder Beton Segar (SNI 03-6468-2000)
✓ Laporan Testing Resmi dengan Stempel Lab
✓ Konsultasi Teknis & Interpretasi Hasil
Hubungi Kami:
PT. HESA LARAS CEMERLANG Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1 Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia Email:kontak@hesa.co.id Telp: (021) 8404531 Whatsapp Business: 0812 9144 2210
Disclaimer: Panduan ini bersifat informatif. Untuk project-specific decisions, selalu konsultasikan dengan structural engineer bersertifikat dan ikuti regulasi lokal yang berlaku.
PT. HESA LARAS CEMERLANG
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Email: kontak@hesa.co.id
Telp: (021) 8404531
Whatsapp Bussines : 0812 9144 2210
Pengujian dilakukan untuk memastikan mutu beton sesuai mutu rencana, dengan melakukan drilling untuk mengambil sample beton dan menguji kuat tekannya di laboratorium. Client: PT. Sekar Artha Sentosa.
Pengujian Integritas Beton dengan Pulse Echo pada PLTP Kamojang dilakukan pasca perbaikan struktur dengan injeksi grouting untuk mengetahui untuk memastikan sudah tidak ada lagi retak dan rongga-rongga pada struktur pondasi penahan mesin turbine dan generator.
Untuk informasi tentang Untuk jasa pengujian, audit analisis dan disain struktur, silahkan hubungi:
Jenis Aktivitas : Hammer Test untuk Pekerjaan Pattern Concrete Area Drop Off LKPP Jakarta, 2017
Lokasi: Gedung Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Alamat: Kompleks Rasuna Epicentrum, Jl. Epicentrum Tengah Lot 11 B, Karet Kuningan, RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ragam mutu beton permukaan dengan menggunakan hammer test di lantai dasar pattern concrete area drop off LKPP.
Prinsip kerja Concrete Hammer adalah dengan memberikan beban impact (tumbukan) pada permukaan beton dengan menggunakan suatu massa yang diaktifkan dengan menggunakan energy yang besarnya tertentu. Karena timbul tumbukan antara massa tersebut dengan permukaan beton, massa tersebut akan dipantulkan kembali. Jarak pantulan massa yang terukur memberikan indikasi kekerasan permukaan beton. Kekerasan beton dapat memberikan indikasi kuat tekannya.
Sebagai konsultan engineering, yang salah satunya melayani Jasa Hammer Test di Jakarta, aktivitas pengujian NDT lainnya yang kami lakukan pada area Pattern Concrete Area Drop Off LKPP Jakarta selain hammer test adalah: