Brinell Test Uji Kekerasan Material

Brinell Test Uji Kekerasan Material

Brinell Test adalah salah satu metode Non-Destructive Test (NDT) yang bertujuan untuk menentukan kekerasan suatu material dalam bentuk daya tahan material terhadap bola baja (identor) yang ditekankan pada permukaan material uji tersebut (speciment).

Uji Kekerasan Material dengan Brinell Test

Pengujian Brineel Test dilakukan pada profil baja yang telah terpasang dengan menggunakan metode pengujian kekerasan baja, dari nilai kekerasan tersebut dapat di konversi menjadi kuat tarik (fy)

Metoda uji kekerasan diperkenalkan oleh Johan August Brinell pada tahun 1900 an ini merupakan uji kekerasan lekukan yang pertama kali dan sudah banyak digunakan dan di susun standarisasinya. Uji kekerasan ini berupa pembentukan lekukan pada permukaan logam memakai bola baja yang ditekan dengan beban tertentu.

Beban diterapkan selama waktu tertentu, biasanya 30 detik, dan diameter lekukan diukur dengan mikroskop, setelah beban tersebut dihilangkan. Permukaan logam yang akan diuji harus relatif halus, rata dan bersih dari debu atau karat.
Brinell Test Pengujian Struktur Bangunan Gudang KBN (1)
Angka kekerasan brinell (HB) dinyatakan sebagai beban P dibagi luas permukaan lekukan. Pada prakteknya, luas ini dihitung dari pengukuran mikroskopik.

Selanjutnya Angka Kekerasan Brinell BHN dapat ditentukan dari persamaan berikut:

Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang 1
Parameter-parameter dasar pada pengujian Brinell (Dieter, 1987), diilustrasikan dalam gambar berikut:

Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang 2
Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang

LEEB HARDNESS

Dikembangkan pada pertengahan 1970-an, metode Leeb (atau Equotip) diterima secara luas sebagai instrumen portabel pertama untuk mengukur kekerasan komponen logam dalam hitungan detik. Nama “Rebound” nama berasal dari sifat dasar dari tes.

Metode ‘Rebound” atau pantulan didasarkan pada pengukuran tegangan yang menunjukkan hilangnya energi dari “impact body” setelah menumbuk benda uji. Dalam alat uji yang menggunakan prinsip Rebound, pegas mendorong impact body melalui tabung pengarah sehingga menumbuk benda uji.

Impact Body menumbuk benda uji tanpa hambatan, magnet yang ada menghasilkan tegangan dalam sistem kumparan yang mengelilingi tabung pengarah impact body. Indentor yang biasanya terbuat dari ”tungsten carbide” atau “diamond ball”, yang terletak di ujung impact body, menumbuk benda uji, menyebabkan impact body memantul dari permukaan benda uji dengan kecepatan yang lebih lambat.

Lebih lunak benda uji, akan lebih besar bekas lekukan yang terjadi pada benda uji yang menyebabkan kehilangan energy yang lebih besar dan kecepatan pantulan yang lebih lambat, yang pada akhirnya menghasilkan tegangan lebih rendah.

beberapa alat Hardness Tester seperti pada gambar di bawah ini:

Alat Brinell Test

Nilai kekerasan (HL) dihitung dari rasio kecepatan tumbukan dan rebound. Nilai kekerasan (HL) ini kemudian dapat diubah oleh perangkat lunak untuk menampilkan konvensional nilai kekerasan konvensional dalam skala HRC, HV atau HB.

Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang 4

Gambar diatas menunjukkan konsep dasar perhitungaan dalam skala Leeb (HL), sedangkan gambar di bawah ini beberapa dokumentasi kegiatan uji kekerasan (Hardness tester).

Konversi Angka Kekerasan Hl Ke Skala Brinell

Seperti yang dijelaskan diatas skala brinell tetap merupakan skala yang sudah dipakai cukup luas, untuk mengkonversi Angka Kekerasan Leeb (HL) ke brinell (HB) pada logam dapat menggunakan table di bawah ini.

Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang 5

Atau dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

HB = 0.436 HL + 514.317

Perkiraan Kekuatan (Tarik) Baja Dari Angka Kekerasan Brinell

Selenjutnya kuat tarik baja dapat ditentukan dengan menggunakan table berikut ini:

Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang 6

Atau dengan menggunakan persamaan berikut:

Kuat Tarik Baja (MPa) = 3.482 HB –28.772

Beberapa Pengujian dengan Metode Brinell Test oleh tim PT Hesa Laras Cemerlang di berbagai tempat di Indonesia:

Untuk kebutuhan Uji Kekerasan Materal dan Uji Baja serta pengujian beton lainnya, silahkan hubungi:

PT Hesa Laras Cemerlang

Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Email: kontak@hesa.co.id
Telp: (021) 8404531
Whatsapp Bussines:
081291442210
08118889409

Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

Tinggalkan Pesan

    Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur yang Sudah Terpasang

    Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur yang Sudah Terpasang

    Salah satu material penyusun struktur adalah: Baja. Baik itu profil baja maupun tulangan rebar di dalam beton. Uji yang dapat dilakukan untuk mengetahui kuat tarik baja adalah dengan memotong salah satu bagian struktur untuk dilakukan uji tarik di laboratorium.
    Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur yang Sudah Terpasang
    Lalu bagaimana Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur yang sudah terpasang tanpa harus memotongnya? Ada beberapa metode yang dapat dilakukan. Diantaranya akan diuraikan berikut ini.

    Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur

    Pengujian kekerasan dengan metode Brinell bertujuan untuk menentukan kekerasan suatu material dalam bentuk daya tahan material terhadap bola baja (identor) yang ditekankan pada permukaan material uji tersebut (speciment). Metoda uji kekerasan diperkenalkan oleh Johan August Brinell pada tahun 1900an ini merupakan uji kekerasan lekukan yang pertamakali dan sudah banyak digunakan dan di susun standarisasinya.

    Uji kekerasan ini berupa pembentukan lekukan pada permukaan logam memakai bola baja yang ditekan dengan beban tertentu. Beban diterapkan selama waktu tertentu, biasanya 30 detik, dan diameter lekukan diukur dengan mikroskop, setelah beban tersebut dihilangkan. Permukaan logam yang akan diuji harus relatif halus, rata dan bersih dari debu atau karat.

    Angka kekerasan brinell (HB) dinyatakan sebagai beban P dibagi luas permukaan lekukan. Pada prakteknya, luas ini dihitung dari pengukuran mikroskopik. Selanjutnya Angka Kekerasan Brinell BHN dapat ditentukan dari persamaan berikut:

    Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang 1

    Parameter-parameter dasar pada pengujian Brinell (Dieter, 1987), diilustrasikan dalam gambar berikut:

    Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang 2
    Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang

    LEEB HARDNESS

    Dikembangkan pada pertengahan 1970-an, metode Leeb (atau Equotip) diterima secara luas sebagai instrumen portabel pertama untuk mengukur kekerasan komponen logam dalam hitungan detik. Nama “Rebound” nama berasal dari sifat dasar dari tes.

    Metode ‘Rebound” atau pantulan didasarkan pada pengukuran tegangan yang menunjukkan hilangnya energi dari “impact body” setelah menumbuk benda uji. Dalam alat uji yang menggunakan prinsip Rebound, pegas mendorong impact body melalui tabung pengarah sehingga menumbuk benda uji.

    Impact Body menumbuk benda uji tanpa hambatan, magnet yang ada menghasilkan tegangan dalam sistem kumparan yang mengelilingi tabung pengarah impact body. Indentor yang biasanya terbuat dari ”tungsten carbide” atau “diamond ball”, yang terletak di ujung impact body, menumbuk benda uji, menyebabkan impact body memantul dari permukaan benda uji dengan kecepatan yang lebih lambat.

    Lebih lunak benda uji, akan lebih besar bekas lekukan yang terjadi pada benda uji yang menyebabkan kehilangan energy yang lebih besar dan kecepatan pantulan yang lebih lambat, yang pada akhirnya menghasilkan tegangan lebih rendah.

    beberapa alat Hardness Tester seperti pada gambar di bawah ini:

    Alat Brinell Test
    Nilai kekerasan (HL) dihitung dari rasio kecepatan tumbukan dan rebound. Nilai kekerasan (HL) ini kemudian dapat diubah oleh perangkat lunak untuk menampilkan konvensional nilai kekerasan konvensional dalam skala HRC, HV atau HB.

    Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang 4
    Gambar diatas menunjukkan konsep dasar perhitungaan dalam skala Leeb (HL), sedangkan gambar di bawah ini beberapa dokumentasi kegiatan uji kekerasan (Hardness tester).

    KONVERSI ANGKA KEKERASAN HL KE SKALA BRINELL

    Seperti yang dijelaskan diatas skala brinell tetap merupakan skala yang sudah dipakai cukup luas, untuk mengkonversi Angka Kekerasan Leeb (HL) ke brinell (HB) pada logam dapat menggunakan table di bawah ini.

    Atau dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

    HB = 0.436 HL + 514.317

    PERKIRAAN KEKUATAN (TARIK) BAJA DARI ANGKA KEKERASAN BRINELL

    Selenjutnya kuat tarik baja dapat ditentukan dengan menggunakan table berikut ini:

    Tabel Perkiraan Kekuatan Tarikan Baja

    Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang 5

    Atau dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

    HB = 0.436 HL + 514.317

    PERKIRAAN KEKUATAN (TARIK) BAJA DARI ANGKA KEKERASAN BRINELL

    Selenjutnya kuat tarik baja dapat ditentukan dengan menggunakan table berikut ini:

    Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang 6

    Atau dengan menggunakan persamaan berikut:

    Kuat Tarik Baja (MPa) = 3.482 HB –28.772

    PORTOFOLIO

    Berikut ini adalah beberapa portfolio proyek audit struktur yang pernah kami kerjakan, yang salah satu ujinya menggunakan hardness test atau brinell test sebagaimana terlihat pada dokumentasi berikut

    Audit Dermaga Tanjung Buton
    AUDIT STRUKTUR MAIN TOWER CONVEYOR SEBUKU
    Audit Struktur Lantai Mezannin Gedung Mandiri
    Audit Jembatan Barelang Batam
    Previous
    Next

    PT Hesa Laras Cemerlang

    Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
    Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
    Email: kontak@hesa.co.id
    Telp: (021) 8404531
    Whatsapp Bussiness : 0812 9144 2210 atau  0811 888 9409

    Klik tombol whatsapp dibawah ini, untuk berkomunikasi dengan Customer Service kami:

    Uji Karbonasi Beton

    Uji Karbonasi Beton

    Karbonasi beton terjadi ketika karbon dioksida di atmosfer dengan kelembaban tertentu bereaksi dengan mineral semen terhidrasi dan menghasilkan karbonat (misalnya: calcium karbonat).

    Uji Karbonasi
    Proses pelaksanaan uji karbonasi di salah satu gedung di Jakarta

    Proses karbonasi juga disebut depassivation. Karbonasi menembus bagian bawah permukaan beton dengan perlahan. Waktu yang diperlukan untuk karbonasi dapat diperkirakan dari mutu beton.

    Artikel dari konsultan uji tanpa rusak yang terpercaya PT. Hesa Laras Cemerlang ini, akan memberikan gambaran secara sederhana bagaimana proses uji karbonasi dilakukan, yang outputnya bisa dijadikan bahan informasi yang memadai, dalam memperkirakan usia sebuah bangunan yang selanjutnya dapat digunakan dalam beberapa studi lanjutan, diantaranya sebagai studi kelayakan teknis bangunan.

    Perkiraan Umur Bangunan melalui Uji Karbonasi

    Sebelumnya perlu diketahui bahwa waktu yang dibutuhkan untuk karbonasi bisa diperkirakan dari mutu beton dengan menggunakan persamaan berikut:

    dimana:
    t = waktu proses karbonasi hingga mencapai tulangan beton
    d = selimut beton
    k = permeabilitas

    Hubungan antara Mutu Beton dengan permeabilitas adalah seperti diberikan pada table berikut:

    Sumber: Guidebook on non-destructive testing of concrete structures, International Atomic Energy Agency, Vienna, 2002

    Dimana nilai concrete grade adalah kuat tekan karakteristik beton dalam MPa.

    Perlunya uji tingkat karbonasi adalah untuk mengetahui apakah selimut beton masih melindungi tulangan baja di dalamnya. Proses karbonasi menetralisir kondisi basa dalam beton.

    Jika selimut beton seluruhnya telah terkarbonasi mencapai tulangan baja di dalamnya, maka baja tulangan di dalamnya akan segera terkorosi ketika udara lembab dan oksigen mencapai tulangan.

    Alat dan bahan yang digunakan dalam uji karbonasi sangat sederhana, yaitu:
    – Semprotan (spray) angin
    – Semprotan (spray) yang diisi 1% phenolthaelin (1 gm phenolthaelin dicampur dengan 90 cc ethanol dan tambahkan air bersih hingga mencapai 100 cc)

    Cara kerja uji karbonasi adalah dengan membuat lubang kecil pada beton sampai dengan perkiraan ketebalan selimut beton. Bersihkan lubang dengan semprotan angin dari debu dan kotoran lainnya, kemudian semprotkan cairan 1% phenolthaelin ke dalam lubang tersebut.

    Bagian beton yang masih dalam kondisi baik (masih bersifat basa) akan berwarna pink/ ungu, sedangkan bagian yang sudah terkarbonasi, PH nya sudah menjadi 7 (netral) atau bahkan kurang dari 7 (asam) tidak akan berubah warna. Selanjutnya ukur ketebalan lapisan yang terkarbonasi dari permukaan beton sampai dengan lokasi yang berubah warna.

    Dari kedalaman karbonasi, dapat diketahui umur bangunan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

    dimana:
    x=W/C atau rasio air/semen dapat diambil secara empirik dari mutu beton, dimana mutu beton dapat diketahui dengan uji NDT atau DT (misalnya: Hammer Test, UPVT ataupun core drill dan uji tekan).
    C = kedalaman karbonasi
    R = konstanta yang tergantung dari a (konstanta yang tergantung lingkungan beton) dan b (finishing beton/ coating beton).
    a = 1.7 untuk beton dalam ruangan dan a = 1.0 untuk beton yang berada di outdoor (diambil dari angka yang dikeluarkan oleh: The Japanese Ministry Construction Publications “Engineering for improving the durability of reinforced concrete structure)

    Sedangkan b dapat diambil dari table berikut:

    Sumber: Guidebook on non-destructive testing of concrete structures, International Atomic Energy Agency, Vienna, 2002

    Maka dengan rumus diatas juga dapat diperkirakan kedalaman karbonasi yang akan terjadi pada pda umur bangunan y tahun:

    Sehingga lebih jauh dari kedalaman karbonasi yang diketahui, maka dapat diperkirakan pula sisa umur bangunan. Karena ketika proses karbonasi sudah mencapai tulangan, selanjutnya baja diperkirakan akan mengalami korosi, dari hasil analisis struktur akan diketahui sampai tingkat korosi berapa %, struktur beton masih mampu menahan beban yang bekerja.

    Selanjutnya dari perhitungan laju korosi baja dan hasil analisis struktur akan bisa diperkirakan kapan bangunan ini akan mengalami kegagalan. Dengan diketahuinya hal-hal tersebut tentunya mempermudah pengguna bangunan untuk menentukan sampai kapan bangunannya difungsikan atau kapan akan dilakukan perkuatan/ perbaikan.

    Beberapa hasil uji karbonasi di beberapa struktur beton seperti gambar berikut:

    ditulis oleh: Ir. Heri Khoeri, MT

    PT Hesa Laras Cemerlang

    Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
    Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
    Email: kontak@hesa.co.id
    Telp: (021) 8404531
    Whatsapp Bussiness : 0812 9144 2210 atau  0811 888 9409

    Klik tombol whatsapp dibawah ini, untuk bicara dengan CS kami:

    Rebar Scanner Alat Deteksi Besi Dalam Beton

    Rebar Scanner Alat Deteksi Besi Dalam Beton

    Rebar Scanner merupakan satu dari alat uji tanpa rusak / Non-Destructive Test yang banyak digunakan oleh perusahaan atau personal yang bergerak dalam bidang Structural Engineering, yang dimanfaatkan untuk mengukur tebal selimut beton, jarak antar tulangan dan besar diameter tulangan.

    Rebar Scanner dengan Hilti PS200

    Pada artikel berikut, Hesa akan menjelaskan tentang scan tulangan beton & covermeter test dengan Hilti Ferro Scan PS200.

    Teknologi yang digunakan oleh alat Rebar Locator ini  adalah The pulse-induction method, dimana metode ini didasarkan pada induksi gelombang elektromagnetik untuk mendeteksi baja tulangan.

    Coil pada probe secara periodik dibebani arus gelombang sehingga menghasilkan medan magnet. Pada permukaan bahan yang konduktif akan menginduksi medan magnet dalam arah yang berlawanan.

    Perubahan yang dihasilkan dalam tegangan ini yang digunakan untuk pengukuran. Baja tulangan yang lebih dekat dengan probe atau ukuran yang lebih besar akan menghasilkan medan magnet yang kuat.

    Pemrosesan sinyal selain membantu melokalisasi pembacaan baja tulangan, juga dapat menentukan tebal cover beton dan mengestimasi diameter tulangan. Metode ini tidak dipengaruhi oleh bahan non konduktif seperti beton, kayu, plastik, batu bata, dll.

    Namun setiap jenis bahan konduktif dalam medan magnet akan memiliki pengaruh pada hasil pengukuran.

    Gambar berikut ini adalah alat yang digunakan pada saat pengukuran.

    Hilti Ferro Scan PS200.
    Alat Rebar Locator: Hilti Ferro Scan PS200.

    Scanner digunakan untuk melakukan scanning pada permukaan beton yang ingin diketahui tebal selimut betonnya, jarak antar tulangan dan diameter tulangannya. Seluruh data scan akan terecord, selanjutnya data disimpan dan ditampilkan pada monitor PS 200.

    Faktor ketelitian dalam penggunaan ferro scan PS 200, seperti pada tabel berikut:

    http://hesa.co.id//images/blog/SCAN%20TULANGAN%20BETON%20COVERMETER%20TEST%20DENGAN%20HILTI%20FERRO%20SCAN%20PS200%202.jpg

    Untuk identifikasi lebih lanjut dapat dilakukan dengan bantuan software, sehingga data dapat ditampilkan dalam bentuk data tabel penulangan dan visualisasi yang lebih baik, seperti pada gambar berikut:

    http://hesa.co.id//images/blog/SCAN%20TULANGAN%20BETON%20COVERMETER%20TEST%20DENGAN%20HILTI%20FERRO%20SCAN%20PS200%203.jpg

    Video Proses Pengujian Rebar Scan di salah satu proyek pengujian oleh PT Hesa

    https://www.youtube.com/watch?v=eolG2jaq8rQ&feature=youtu.be

    PT Hesa Laras Cemerlang

    Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
    Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
    Email: kontak@hesa.co.id
    Telp: (021) 8404531
    Whatsapp Bussiness : 0812 9144 2210 atau  0811 888 9409

    Klik tombol whatsapp dibawah ini, untuk bicara dengan CS kami:

    Ultrasonic Pulse Velocity Test PLTP Patuha Bandung

    Ultrasonic Pulse Velocity Test PLTP Patuha Bandung

    Proyek Pengujian tanpa rusak nondestructive test NDT dengan metode Ultrasonic Pulse Velocity Test, UPVT berlokasi di Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Patuha, Bandung, Jawa Barat.

    Ultrasonic Pulse Velocity Test PLTP Patuha Bandung
    Lokasi Ultrasonic Pulse Velocity Test di PLTP Patuha Bandung

    Klien: PT. Takenaka Doboku Indonesia
    Maret – April 2015

    Ultrasonic Pulse Velocity Test PLTP Patuha Bandung

    Ultrasonic Pulse Velocity Test PLTP Patuha Bandung
    Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Patuha, Bandung, Jawa Barat.

    Ultrasonic Pulse Velocity Test PLTP Patuha Bandung

    Ultrasonic Pulse Velocity Test PLTP Patuha Bandung

    Ultrasonic Pulse Velocity Test PLTP Patuha Bandung
    Ultrasonic Pulse Velocity Test PLTP Patuha Bandung

    Ultrasonic Pulse Velocity Test PLTP Patuha Bandung

    Untuk kebutuhan Survey, Pengujian, Analisis Geoteknik dan struktur baik itu Pengujian Non Destructive Test  maupun Destructive Test, silahkan hubungi:

    PT Hesa Laras Cemerlang

    Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
    Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
    Email: kontak@hesa.co.id
    Telp: (021) 8404531

    Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

    Tinggalkan Pesan

      Inspeksi Jembatan Akses Tambang Injatama Bengkulu

      Inspeksi Jembatan Akses Tambang Injatama Bengkulu

      Kegiatan: Project Perbaikan Pembangunan Jembatan

      Inspeksi Jembatan Akses Tambang Injatama
      Jembatan di jalan akses menuju Tambang Batu Bara PT. Injatama

      Klien: PT. Injatama

      Periode: Juli – September 2014

      Informasi lebih lanjut tentang Jasa pemeriksaan jembatan, dermaga, gedung bertingkat dan bangunan besar lainnya, silahkan hubungi :

      PT Hesa Laras Cemerlang

      Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
      Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
      Email: kontak@hesa.co.id
      Telp: (021) 8404531

      Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

      Tinggalkan Pesan

        Studi Penyelidikan Lapangan PLTGU Makasar

        Studi Penyelidikan Lapangan PLTGU Makasar

        Proyek Studi Penyelidikan Lapangan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Makasar Peaker (450 MW)
        Studi Penyelidikan Lapangan PLTGU Makasar 10
        Klien: Lembaga Teknologi Fakultas Teknik Universitas Indonesia – PLN
        Periode: Juli – Agustus 2014

        Untuk kebutuhan Survey, Pengujian, Analisis Geoteknik dan struktur baik itu Pengujian Non Destructive Test  maupun Destructive Test, silahkan hubungi:

        PT Hesa Laras Cemerlang

        Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
        Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
        Email: kontak@hesa.co.id
        Telp: (021) 8404531

        Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

        Tinggalkan Pesan

          Penyelidikan Struktur Existing Gedung Cimone

          Penyelidikan Struktur Existing Gedung Cimone

          Proyek Penyelidikan Struktur Existing Gedung Cimone
          Penyelidikan Struktur Existing Gedung Cimone
          Klien: PT.Bank UOB Indonesia
          Periode: Juni – Juli 2014

          Untuk kebutuhan Survey, Pengujian, Analisis Geoteknik dan struktur baik itu Pengujian Non Destructive Test  maupun Destructive Test, silahkan hubungi:

          PT Hesa Laras Cemerlang

          Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
          Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
          Email: kontak@hesa.co.id
          Telp: (021) 8404531

          Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

          Tinggalkan Pesan

            Ultrasonic Pulse Velocity Test Cement Silo

            Ultrasonic Pulse Velocity Test Cement Silo

            Proyek Pengujian NDT dengan Ultrasonic Pulse Velocity Test (Concrete Strength) pada Silo Semen

            Ultrasonic Pulse Velocity Test Cement Silo
            Ultrasonic Pulse Velocity Test Cement Silo

            Klien: PT. Waskita Karya (Persero)
            Periode: April 2014

            Untuk kebutuhan Survey, Pengujian, Analisis Geoteknik dan struktur baik itu Pengujian Non Destructive Test  maupun Destructive Test, silahkan hubungi:

            PT Hesa Laras Cemerlang

            Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
            Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
            Email: kontak@hesa.co.id
            Telp: (021) 8404531

            Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

            Tinggalkan Pesan

              Pemeriksaan dan Perencanaan Perbaikan Struktur Gedung BII KC Roxy Mas

              Pemeriksaan dan Perencanaan Perbaikan Struktur Gedung BII KC Roxy Mas

              Proyek pengujian dan perencanan perbaikan Struktur Gedung Bank BII KC Roxy Mas Jakarta.
              Pemeriksaan dan Perencanaan Perbaikan Struktur Gedung BII KC Roxy Mas
              Lokasi: Jl. Hasyim Ashari Blok B1 12 A Jakarta. 2014
              Client: PT. Bank Internasional Indonesia, Tbk

              Untuk kebutuhan Survey, Pengujian, Analisis Geoteknik dan struktur baik itu Pengujian Non Destructive Test  maupun Destructive Test, silahkan hubungi:

              PT Hesa Laras Cemerlang

              Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
              Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
              Email: kontak@hesa.co.id
              Telp: (021) 8404531

              Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

              Tinggalkan Pesan

                Ultrasonic Pulse Velocity Test Australian Embassy

                Ultrasonic Pulse Velocity Test Australian Embassy

                Proyek Pengujian Nondestructive Test dengan metode Ultrasonic Pulse Velocity Test, UPVT, di Gedung Kedutaan Australia,Jakarta.
                Ultrasonic Pulse Velocity Test Australian Embassy

                Ultrasonic Pulse Velocity Test Australian Embassy

                Klien: Leighton – TOTAL J.O
                Periode: September – Oktober 2014

                Untuk kebutuhan Survey, Pengujian, Analisis Geoteknik dan struktur baik itu Pengujian Non Destructive Test  maupun Destructive Test, silahkan hubungi:

                PT Hesa Laras Cemerlang

                Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
                Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
                Email: kontak@hesa.co.id
                Telp: (021) 8404531

                Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

                Tinggalkan Pesan