Akurasi Non Destructive Test terhadap Semi Destructive Test pada Shear Wall Beton Bertulang

Akurasi Non Destructive Test terhadap Semi Destructive Test pada Shear Wall Beton Bertulang

Estimasi sifat mekanik beton dapat dilakukan dengan beberapa metode; Non-destructive Test (NDT), Semi Destructive Test (SDT) maupun Destructive Test (DT).

Audit Struktur Apartemen Kayamas Ciputat 5
Covermeter dan Rebar Scanning:

Uji tekan beton merupakan hal yang umum untuk menentukan kekuatan beton, dalam hal ini dikatagorikan sebagai SDT. Sementara itu uji Rebound concrete Hammer (CH) dan perangkat ultrasonic pulse velocity (UPV) yang digunakan dalam menguji kekuatan beton dalam hal ini dikatagorikan NDT.

Dalam tulisan ini, diambil 20 sample beton dengan menggunakan core drill dari shear wall Apartemen Kayamas, Kota Tangerang Selatan. Pada lokasi pengambilan sample tersebut, sebelum dilakukan core drill, dilakukan NDT menggunakan CH dan UPV. Dimana UPV yang dilakukan menggunakan direct methods dan juga indirect methods.

Audit Struktur Apartemen Kayamas Ciputat 3
Core Drill Audit Struktur Apartemen Kayamas Ciputat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil hammer test dan UPV indirect method memiliki korelasi linier yang lebih besar dengan r2=0.535.

Hal ini karena pada UPV indirect method seperti halnya CH hanya mengindikasikan mutu beton pada lapisan permukaan, dimana pada UPV indirect method kedua tranducer terletak di permukaan beton yang sama, sehingga rambatan gelombang akan bergerak dari tranducer transmitter ke receiver melalui jarak terpendek yaitu permukaan beton.

Audit Struktur Apartemen Kayamas Ciputat 8
Covermeter dan Rebar Scanning:

Hasil UPV direct lebih memiliki akurasi yang lebih tinggi dan korelasi yang lebih kuat terhadap hasil uji tekan, dibandingkan hasil UPV indirect dan CH.

Hubungan cepat rambat gelombang dengan mutu beton pada shear wall apartemen Kayamas adalah   dengan r2=0.77.

Oleh: Heri Khoeri, Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Jakarta,Email : hkhoeri@hesa.co.id

Artikel ini sudah dipublikasikan pada Jurnal Konstruksia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan Judul NON-DESTRUCTIVE TEST TERHADAP SEMI DESTRUCTIVE TEST PADA SHEAR WALL BETON BERTULANG

Anda bisa mengunduh secara penuh artikel ini >> Click disini … 

Untuk informasi tentang Pengujian Non Destructive Test  dan layanan Jasa NDT lainnya, silahkan hubungi:

PT Hesa Laras Cemerlang

Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Email: kontak@hesa.co.id
Telp: (021) 8404531

Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

Tinggalkan Pesan

    Audit Struktur Apartemen Kayamas Ciputat, 2016

    Audit Struktur Apartemen Kayamas Ciputat, 2016

    Audit struktur bangunan dilakukan untuk memastikan kelayakan teknis struktur gedung Apartemen untuk kemanan dan keamanan bagi penggunanya.

    Audit dimulai dengan pemeriksaan visual elemen-elemen struktur bangunan, untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya cacat-cacat pada struktur.
    Selanjutnya dilakukan serangkaian uji pada elemen-elemen struktur untuk melihat adakah penurunan mutu material penyusun elemen struktur yang dibangun 10 tahun yang lalu ini.

    Audit Struktur Apartemen Kayamas Ciputat, 2016

    Uji yang dilakukan meliputi nondestructive test (NDT) dan semi destructive test (SDT). NDT yang dilakukan antara lain:

    Audit Struktur Apartemen Kayamas Ciputat 1
    Concrete Hammer Test

    Ultrasonic Pulse Velocity Test, UPVT:

    Ultrasonic Pulse Velocity Test, UPVT

    Core Drill

    Audit Struktur Apartemen Kayamas Ciputat 3
    Core Drill

    Covermeter dan Rebar Scanning:

    Audit Struktur Apartemen Kayamas Ciputat 8
    Covermeter dan Rebar Scanning:
    Audit Struktur Apartemen Kayamas Ciputat 5
    Covermeter dan Rebar Scanning:

    Seismic Shock Test:

    Seismic shock test:

    Selain NDT dan SDT juga dilakukan pengukuran dimensi, pengukuran level dan kemiringan bangunan:

    Audit Struktur Apartemen Kayamas Ciputat 7
    Levelling Apartemen Kayamas Ciputat 7

    Selanjutnya data-data hasil investigasi dan audit lapangan dikompilasi dan dijadikan input dalam analisis struktur untuk menilai kelayakan struktur berdasarkan fungsi bangunan peraturan SNI yang berlaku.

    Untuk kebutuhan Survey, Pengujian, Analisis Geoteknik dan struktur baik itu Pengujian Nondestructive Test  maupun Destructive Test, silahkan hubungi:

    PT Hesa Laras Cemerlang

    Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
    Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
    Email: kontak@hesa.co.id
    Telp: (021) 8404531

    Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

    Tinggalkan Pesan

      Uji Kuat Tekan Sample Beton Hasil Core Drill

      Uji Kuat Tekan Sample Beton Hasil Core Drill

      Pengujian kuat tekan dari sampel tersebut diatas biasanya lebih dikenal dengan pengujian “Beton Inti” (SNI 03-3403-1994). Alat uji yang digunakan adalah mesin tekan dengan kapasitas dari 2000 kN sampai dengan 3000 kN. Pemberian beban uji harus dilakukan bertahap dengan penambahan beban uji yang konstan berkisar antara 0,2 N/mm^2 sampai 0,4 N/mm^2 per detik hingga benda uji hancur.Bila beton yang diambil berada dalam kondisi kering selama masa layannya, benda uji silinder beton (hasil bor inti) harus diuji dalam kondisi kering. Bila beton yang diambil berada dalam kondisi sangat basah selama masa layannya, maka silinder harus direndam dahulu minimal 40 jam dan diuji dalam kondisi basah.

      Ilustrasi pengujian, sebagai berikut seperti slide berikut:

      Pengujian kuat tekan dari sampel tersebut diatas biasanya lebih dikenal dengan pengujian “Beton Inti” (SNI 03-3403-1994). Alat uji yang digunakan adalah mesin tekan dengan kapasitas dari 2000 kN sampai dengan 3000 kN. Pemberian beban uji harus dilakukan bertahap dengan penambahan beban uji yang konstan berkisar antara 0,2 N/mm^2 sampai 0,4 N/mm^2 per detik hingga benda uji hancur.

      Bila beton yang diambil berada dalam kondisi kering selama masa layannya, benda uji silinder beton (hasil bor inti) harus diuji dalam kondisi kering. Bila beton yang diambil berada dalam kondisi sangat basah selama masa layannya, maka silinder harus direndam dahulu minimal 40 jam dan diuji dalam kondisi basah.

      Ilustrasi pengujian, sebagai berikut seperti slide berikut:

      Selanjutnya Kuat tekan beton dengan dengan ketelitian 0.95 MPa dapat dihitung sebagai berikut:

      Sedangkan kuat tekan beton dengan ketelitian sampai dengan 0.5 MPa dapat dihitung dengan:

      (SNI 03-3403-1994)

      Dimana:

      Co adalah faktor pengali yang berhubungan dengan arah pengambilan benda uji beton inti pada struktur beton, dimana Co adalah sebagai berikut:

      • Horisontal (tegak lurus pada arah tinggi dari struktur beton) = 1
      • Vertikal (sejajar dengan arah tinggi dari struktur beton) =0.92

      C1 adalah faktor pengali yang berhubungan dengan rasio panjang sesudah diberi lapisan untuk kaping (L’) dengan diameter D  dari benda uji, seperti yang diberikan pada table berikut:

      C2 adalah faktor pengali karena adanya kandungan tulangan besi dalam benda uji beton inti yang letaknya tegak lurus terhadap sumbu benda uji dapat dihitung dengan rumus:

      Kuat tekan beton pada titik pengambilan contoh dapat dinyatakan tidak membahayakan jika kuat tekan 3 silinder beton (minimum 3 silinder beton) yang diambil dari daerah beton tersebut memenuhi 2 (dua) persyaratan sebagai berikut:

      1. Kuat tekan rata-rata dari 3 silinder betonnya tidak kurang dari 0,85 fc’
      2. Kuat tekan masing-masing silinder betonnya tidak kurang dari 0,75 fc’.

      Untuk informasi tentang Uji Kuat Tekan Sample Beton Hasil Core Drill berikut detail layanan Jasa NDT yang kami berikan, silahkan hubungi:

      PT Hesa Laras Cemerlang

      Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
      Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
      Email: kontak@hesa.co.id
      Telp: (021) 8404531

      Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

      Tinggalkan Pesan





      Audit Struktur Dermaga Gilimanuk

      Audit Struktur Dermaga Gilimanuk

      Inspeksi dan Audit Struktur Dermaga Gilimanuk 2015 dilakukan dengan melakukan serangkaian uji, yaitu Seismic Shock test, Ultrasonic Thickness, Re-Bar Scan, Concrete Hammer Test, UPVT, Carbonation Test dan Half Cell.

      Hasil dari seluruh pengujian ini akan menjadi dasar bagi engineer dalam melakukan analisis dan perhitungan untuk menentukan kelayakan teknis dermaga.

      Audit Struktur Dermaga Gilimanuk 2015
      Pelabuhan Gilimanuk

      Audit Struktur Dermaga Gilimanuk 2015

      Audit Struktur Dermaga Gilimanuk 2015 3
      Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk,Bali.
      Audit Struktur Dermaga Gilimanuk 2015 10
      Ultrasonic Thickness test, uji ini dilakukan untuk mengetahui ketebalan baja, kondisi lingkungan pantai mengakibatkan baja lebih mudah terkorosi, dengan uji ini maka dapat diketahui berapa ketebalan baja aktual yang belum terkorosi — at Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk,Bali.
      Seismic Shock Test dilakukan untuk mengetahui kedalaman tiang pancang, kekuatan (daya dukung) dan integritasnya (mengecek ada tidaknya keretakan/ kerusakan pada tiang) — at Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk,Bali.
      Half cell/ half potencial test dilakukan untuk mendeteksi tingkat korosi tulangan baja yang berada di dalam beton — at Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk,Bali.
      Re-bar Scan dilakukan untuk mendapatkan visualisasi tulangan baja di dalam beton, sehingga jumlah, ukuran dan posisi tulangan dalam beton dapat tergambarkan — at Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk,Bali.
      Audit Struktur Dermaga Gilimanuk 2015 5
      Schmidt Hammer/ Concrete Hammer test dilakukan untuk memprediksi mutu (kekuatan tekan) beton berdasarkan nilai kekerasan permukaan beton — with Simon Bae at Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk,Bali.
      Ultrasonic Pulse Velocity test, dilakukan untuk memperkirakan kuat tekan beton berdasarkan nilai kecepatan rambat gelombang ultrasonic pada beton — with Simon Bae at Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk,Bali.
      Ultrasonic Pulse Velocity test, at Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk,Bali.
      REBAR Scan at Dermaga Gilimanuk 2015 12
      Half cell/ Hall Potencial Test/ Uji Korosi — at Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk,Bali.
      Re-bar Scan dengan PS200 HILTI
      Ultrasonic Pulse Velocity Test — at Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk,Bali.
      Concrete Hammer test
      Uji Karbonasi.
      Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat karbonasi pada beton, uji dilakukan dengan menyemprotkan cairan phenolphthalein. Selanjutnya beton yang sudah terkarbonasi akan berubah warna setelah terkena semprotan cairan phenolphthalein. — at Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk,Bali.
      Nondestructive Test Dermaga Ereke Buton, 2015

      Nondestructive Test Dermaga Ereke Buton, 2015

      Pengujian dengan metode uji tidak merusak, Nondestructive Test Dermaga Ereke Buton dilakukan untuk melihat performa dari dermaga yang ada di ereke buton ini.

      Pelabuhan Ereke Buton
      Pelabuhan Ereke Buton

      Metode pengujian yang diterapkan pada proyek uji tanpa rusak Dermaga Ereke Buton antara lain adalah:

      1. Hammer Test;
      2. Core drill
      3. Rebar Scanning.

      dari hasil pengujian selanjutnya akan dijadikan input data untuk analisis struktur dermaga, yang pada akhirnya dibuatkan sebuah laporan tentang kelayakan teknis dermaga.

      Berikut Dokumentasi Nondestructive Test Dermaga Ereke Buton, 2015 :

      Nondestructive Test Dermaga Ereke Buton, 2015 1
      Re-bar Scan/ Cover meter test, untuk mengetahui diameter tulangan baja dalam beton, jumlah dan jarak antar tulangan dan tebal selimut beton — at Dermaga Ereke Kulisusu Buton Utara.
      Nondestructive Test Dermaga Ereke Buton, 2015 2
      Concrete Hammer Test, untuk mengetahui mutu beton — Dermaga Ereke Kulisusu Buton Utara.
      Re-bar Scan/ Cover meter test, untuk mengetahui diameter tulangan baja dalam beton, jumlah dan jarak antar tulangan dan tebal selimut beton — w at Dermaga Ereke Kulisusu Buton Utara.
      Nondestructive Test Dermaga Ereke Buton, 2015 4
      Core Drill, melakukan pengeboran untuk mengambil sample beton yang selanjutnya dilakukan uji tekan pada laboratorium untuk mengetahui kuat tekan beton — at Dermaga Ereke Kulisusu Buton Utara.
      Proses pengambilan sample beton setelah pengeboran selesai — at Dermaga Ereke Kulisusu Buton Utara.
      Proses pengambilan sample beton setelah pengeboran selesai — at Dermaga Ereke Kulisusu Buton Utara.
      Pelabuhan Ereke Buton
      Pelabuhan Ereke Buton

      Untuk kebutuhan Survey, Pengujian, Analisis Geoteknik dan struktur baik itu Pengujian Non Destructive Test  maupun Destructive Test, silahkan hubungi:

      PT Hesa Laras Cemerlang

      Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
      Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
      Email: kontak@hesa.co.id
      Telp: (021) 8404531

      Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

      Tinggalkan Pesan

        DCPT

        Dynamic Cone Penetrometer Test, dilakukan untuk mendapatkan nilai CBR tanah pada kedalaman tertentu. Hasil uji selanjutnya dihubungkan dengan nilai CBR (perbandingan beban penetrasi suatu lapisan tanah terhadap beban standard)

        Permeabilty Test

        Permeabilty Test

        Uji permeabilitas tanah di lapangan bertujuan untuk mengetahui tingkat permeabiltas tanah. Permeabilitas tanah adalah kemampuan tanah dalam meloloskan air biasanya diukur berdasarkan kecepatan air tanah yang bergerak pada pori-pori tanah.

        Disain MEP

        Disain MEP

        Disain MEP, mekanikal elektrikal dan plumbing, merupakan bagian dari integrasi rekayasa disain suatu bangunan. Disain MEP yang baik bukan hanya akan menambah kenyamanan dan keamanan pengguna bangunan, namun juga akan menghemat penggunaan energi dan ramah lingkungan, selain itu disain yang baik akan mengurangi alokasi biaya untuk pemeliharaan dalam masa operasinya.

        Audit Struktur

        Audit Struktur

        Audit & assessment struktur bangunan gedung, bendungan, jembatan, dermaga diperlukan untuk memastikan struktur dalam keadaan aman digunakan sesuai dengan fungsi dan beban rencananya. Audit struktur diperlukan saat sebelum difungsikan untuk memastikan apakah kekuatan struktur yang terbangun sesuai dengan rencana dan juga perlu dilakukan berkala selama masa operasi untuk memastikan pengaruh penggunaan bangunan, lingkungan, cuaca dan pengaruh lainnya tidak menurunkan performa struktur.

        Desain Penataan Kawasan

        Desain Penataan Kawasan

        Penataan kawasan yang baik adalah yang mampu mendukung pengelolaan lingkungan hidup, tidak terjadi pemborosan pemanfaatan ruang dan tidak menyebabkan terjadinya penurunan kualitas ruang. Penataan yang kami lakukan didasarkan pada karakteristik, daya dukung dan daya tampung lingkungan, serta diselaraskan dengan teknologi yang sesuai sehingga akan meningkatkan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan subsistem.

        Analisis Geoteknik

        Analisis Geoteknik

        Analisis Geoteknik dilakukan untuk dapat mengetahui stabilitas tanah dalam menerina beban struktur diatasnya. Selain harus didukung ilmu mekanika teknik, mekanika tanah dan pengalaman tentunya alat bantu software untuk melakukan analisis geoteknik menjadi penting untuk mempurmudah dan meningkatkan ketelitian. Untuk itu kami menggunakan software berlicence Midas Soil Work.