Gempa bumi yang terjadi pada suatu daerah bisa merupakan gempa yang berskala besar maupun gempa yang berskala kecil. Besar kecilnya gempa itu dikarenakan beberapa faktor.

Mengapa Faktor-Faktor Ini Menentukan Keputusan Desain
Magnitude gempa di epicenter bersifat tetap — sama untuk seluruh wilayah yang terkena gempa. Namun dampak lokal berbeda-beda bergantung pada kondisi lapangan setempat. Jika faktor-faktor lokal tidak dipertimbangkan, estimasi gaya gempa untuk desain struktur bisa over-estimate (biaya berlebihan) atau under-estimate (risiko keselamatan). Pemahaman faktor-faktor ini wajib sejak tahap studi kelayakan untuk memastikan keputusan lokasi proyek, sistem penahan gaya gempa, dan margin keselamatan yang tepat.
Faktor Yang Mempengaruhi Besar Kecilnya Dampak Gempa bumi:
a. Skala atau magnitude gempa, yaitu kekuatan gempa yang terjadi yang bukan berdasarkan lokasi observasi pada suatu daerah. Magnitude gempa biasa dihitung tiap gempa terjadi dan dicatat oleh seismograf yang dinyatakan dalam satuan skala magnitudo.
b. Intensitas gempa, yaitu lamanya guncangan gempa yang terjadi pada suatu daerah dan kekuatan gempa yang terjadi dengan melihat kerusakan pada daerah tempat terjadinya gempabumi.
c. Jarak sumber gempa terhadap perkotaan. Jarak sumber gempa yang jauh dari perkotaan akan memungkinkan intensitas gempa semakin rendah.
d. Kedalaman sumber gempa, yaitu kedalaman pusat terjadinya gempa diukur dari permukaan bumi. Semakin dalam pusat gempa maka semakin rendah kekuatan gempa yang terjadi.
e. Kualitas tanah dan bangunan, kualitas tanah yang buruk akibat bangunan dapat mengakibatkan serangan gempabumi yang kuat.
f. Lokasi gempa. Lokasi perbukitan dan pantai, merupakan daerah rawan gempa karena perbukitan dan pantai merupakan daerah pertemuan lempeng sehingga dapat mempengaruhi besar kecil kekuatan gempa berdasarkan hiposentrumnya.
Implikasi Faktor-Faktor Ini untuk Keputusan Desain Struktur
Jarak dan kedalaman gempa: Gempa yang dekat dan shallow (kedalaman rendah) menghasilkan guncangan lebih kuat di permukaan dibanding gempa dalam dengan jarak jauh. Dalam praktik, lokasi di dekat sesar aktif (area pantai atau pertemuan lempeng tektonik) memerlukan margin keselamatan struktur lebih tinggi. Jika faktor ini diabaikan, desain akan based on generic assumption, bukan kondisi aktual lokasi.
Kualitas tanah — Amplifikasi tanah: Tanah lembek (clay, silt, alluvium) di area Jakarta, Surabaya, atau delta lainnya memperkuat guncangan gempa melalui amplifikasi. Struktur di atas tanah buruk bisa mengalami akselerasi gempa 2–3x lipat dibanding estimasi surface PGA di bedrock. Jika faktor ini diabaikan, desain struktur bisa under-estimate beban gempa aktual → risiko kerusakan atau collapse saat gempa besar. Investigasi kualitas tanah sejak studi kelayakan adalah keputusan kritis, bukan opsional.
Lokasi geografis: Perbukitan dan area pantai adalah pertemuan lempeng tektonik (high seismic zone). Keputusan untuk membangun di area ini harus didahului investigasi seismoteknik detail. Tanpa investigasi, estimasi gempa bisa menyesatkan → keputusan desain tidak sesuai risiko aktual lokasi.
Gambar berikut memperlihatkan anatomi gempa bumi:

Konteks dalam Series Pembelajaran: Hubungan dengan Artikel Lainnya
Artikel-artikel sebelumnya dalam series (Gempa Bumi, Magnitude, Intensitas, Penyebab Gempa) menjelaskan “apa itu gempa dan bagaimana terjadi”. Artikel ini menjelaskan “mengapa dampak gempa berbeda-beda di lokasi berbeda meskipun magnitude sama”. Pemahaman faktor-faktor ini adalah fondasi untuk keputusan berikutnya: Apakah perlu investigasi seismoteknik mendalam? Apakah lokasi proyek layak dibangun? Berapa margin keselamatan struktur yang tepat?
Dalam praktik, faktor-faktor ini diterjemahkan menjadi parameter teknis dalam SNI 1726: percepatan puncak tanah (PGA lokal), respon spektrum desain, dan gaya gempa nominal (V seismic). Semakin akurat estimasi faktor-faktor dampak gempa lokal, semakin tepat parameter desain yang dihasilkan dan semakin rendah risiko keselamatan.
REFERENSI
[1] United States Geological Survey
[2] Science Probo Library.
Penulis: Dr. Ir. Heri Khoeri, MT.
Daftar Tulisan Selengkapnya:
- Gempa Bumi
- Kekuatan (Magnitudo) Gempa Bumi
- Intensitas Gempa Bumi
- Penyebab Terjadinya Gempa Bumi
- Faktor Yang Mempengaruhi Besar Kecilnya Dampak Gempa Bumi
- Jenis Gempa Bumi
- Gelombang Seismik
- Gelombang Gempa Bumi Primer (P-Wave)
- Gelombang Gempa Bumi Sekunder (S-Wave)
- Rayleigh Wave
- Gelombang Cinta (Love Wave)
Investigasi Dampak Gempa Lokal untuk Keputusan Desain Struktur
Pemahaman faktor-faktor dampak gempa lokal adalah tahap awal dalam keputusan desain struktur tahan gempa. Setiap proyek di area rawan gempa memiliki karakteristik seismik unik yang memerlukan investigasi lapangan untuk menentukan parameter desain yang tepat.
Tim struktur kami membantu menganalisis dampak gempa lokal berdasarkan faktor-faktor yang telah dijelaskan: jarak sumber gempa, kedalaman, kualitas tanah, dan kondisi geografis spesifik lokasi Anda. Hasil analisis diterjemahkan menjadi gaya gempa desain (V seismic) dan margin keselamatan struktur yang sesuai SNI 1726.
Layanan investigasi kami mencakup: survei & analisis geoteknik, evaluasi amplifikasi tanah dan konsultasi parameter desain gempa untuk kebutuhan proyek spesifik Anda.
PT Hesa Laras Cemerlang
Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
- ✉️ Email: kontak@hesa.co.id
- ☎️ Telepon: (021) 8404531
- 📱 Hotline: 081291442210 / 08118889409
