Inspeksi Dermaga Pelabuhan Luwuk

Inspeksi Dermaga Pelabuhan Luwuk

Asesmen Struktur Dermaga Pelabuhan Luwuk

Asesmen struktur pada Dermaga Pelabuhan Luwuk, Banggai, dilakukan sebagai langkah teknis untuk mengevaluasi kapasitas daya dukung dan kondisi material struktur setelah beroperasi dalam jangka waktu yang lama. Paparan terhadap lingkungan laut dan beban operasional berkelanjutan menuntut dilakukannya verifikasi periodik untuk memastikan kelayakan dan keamanan fungsional dermaga. Pekerjaan ini berfokus pada pengumpulan data kuantitatif melalui serangkaian pengujian non-destruktif dan destruktif sebagai dasar analisis rekayasa.

Parameter Investigasi Tujuan Teknis
Subjek Struktur Dermaga Pelabuhan Luwuk
Latar Belakang Evaluasi kapasitas daya dukung aktual dan pemetaan kondisi material struktur dermaga (trestle, lantai dermaga, dan pondasi).
1. Uji Integritas Tiang (Pile Integrity Test) Memverifikasi panjang dan mendeteksi adanya anomali atau diskontinuitas (retak, perubahan penampang) sepanjang tiang pancang pondasi.
2. Uji Kualitas Beton (Hammer Test & UPVT) Memperoleh estimasi nilai kuat tekan dan memetakan homogenitas beton pada elemen pelat lantai dan poer (pile cap).
3. Uji Korosi Tiang Baja (Ultrasonic Thickness) Mengukur sisa ketebalan pada tiang pancang baja untuk menghitung laju korosi dan penurunan kapasitas penampang akibat lingkungan laut.
4. Uji Kuat Tekan Beton (Core Drill) Mendapatkan nilai kuat tekan beton aktual melalui pengujian laboratorium terhadap sampel inti (core sample) yang diambil dari struktur.

Inspeksi Dermaga Pelabuhan Luwuk 9
Pelabuhan Luwuk Banggai.

Metodologi dan Prosedur Pengujian Lapangan

Setiap metode pengujian diterapkan untuk memperoleh parameter spesifik yang menjadi input dalam analisis kapasitas dan kelayakan struktur dermaga.

1. Prosedur Uji Integritas Tiang (Pile Integrity Test – PIT)

Pengujian ini bersifat non-destruktif untuk mengevaluasi kondisi fisik tiang pancang di bawah permukaan tanah atau air. Prosedur lapangan mencakup:

  • Pelaksanaan: Permukaan atas tiang (poer) dibersihkan dan diratakan. Sebuah sensor akselerometer dipasang, kemudian sebuah pukulan ringan (low-strain impact) diberikan menggunakan palu khusus.
  • Analisis Data: Getaran atau gelombang kejut yang merambat ke bawah akan dipantulkan kembali ke atas saat menemui ujung tiang atau anomali. Waktu tempuh dan karakteristik sinyal pantulan dianalisis untuk mengestimasi panjang efektif tiang dan mengidentifikasi lokasi potensi cacat.

2. Prosedur Uji Kualitas Beton (Hammer Test)

Uji ini bertujuan untuk mendapatkan estimasi awal mutu beton secara cepat di banyak titik. Prosedurnya meliputi penembakan Schmidt Hammer pada permukaan beton yang telah dibersihkan untuk mendapatkan nilai pantul (rebound number), yang kemudian dikorelasikan dengan perkiraan nilai kuat tekan.

3. Prosedur Uji Korosi Tiang Baja (Ultrasonic Thickness Measurement)

Pengujian ini esensial untuk struktur di lingkungan laut. Tujuannya adalah mengukur ketebalan sisa dari elemen baja yang telah mengalami korosi.

  • Pelaksanaan: Permukaan tiang baja pada zona percikan (splash zone) dan zona terendam dibersihkan dari biota laut dan produk korosi hingga mencapai permukaan baja asli. Probe ultrasonik kemudian ditempelkan untuk mengukur waktu rambat gelombang suara dan mengkonversinya menjadi data ketebalan.
  • Analisis Data: Selisih antara ketebalan desain dan ketebalan terukur digunakan untuk menghitung laju korosi dan penurunan kapasitas penampang elemen, yang menjadi input kritis untuk analisis ulang kekuatan struktur.

4. Prosedur Uji Kuat Tekan Beton (Core Drill)

Ini merupakan pengujian destruktif yang dilakukan untuk kalibrasi dan validasi hasil uji non-destruktif. Prosedurnya adalah pengambilan sampel beton berbentuk silinder langsung dari struktur (lantai dermaga atau poer) menggunakan mesin bor inti. Sampel tersebut kemudian dibawa ke laboratorium untuk diuji tekan hingga hancur guna mendapatkan nilai kuat tekan beton (f’c) yang sebenarnya.

Konsultasi Asesmen dan Pengujian Struktur Dermaga Existing

Struktur dermaga terus-menerus menerima beban operasional dari kegiatan bongkar muat dan sandar kapal, serta mengalami paparan lingkungan laut yang agresif dan dapat memicu korosi. Evaluasi teknis secara berkala diperlukan untuk memetakan kondisi aktual dan memastikan kapasitas struktur masih memadai.

PT Hesa Laras Cemerlang menyediakan layanan asesmen teknis khusus untuk dermaga, meliputi pengujian material (beton dan baja), uji integritas pondasi, dan evaluasi kapasitas struktur untuk mendapatkan data kuantitatif lapangan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional.

PT Hesa Laras Cemerlang

Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1, Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia

  • ✉️ Email: kontak@hesa.co.id
  • ☎️ Telepon: (021) 8404531
  • 📱 Hotline: 081291442210 / 08118889409

📱 Konsultasi Inspeksi Dermaga

Impact Echo Test Untuk Deteksi Rongga Atau Cacat Pada Struktur

Impact Echo Test Untuk Deteksi Rongga Atau Cacat Pada Struktur

Sejumlah metode Non-Destructive Test, NDT mengandalkan efek perambatan gelombang pada suatu media struktur. Teknik yang paling umum diantaranya adalah pulse-echo, impact echo test, impulse–response dan analisis spektral gelombang permukaan. Perbedaaan dari metode-metode ini adalah dalam cara menghasilkan tegangan gelombang dan pada teknik pemrosesan sinyal yang digunakan.

Kegunaan Impact Echo Test

Metode Impact Echo merupakan metode yang mudah dan efektif untuk: – mendeteksi adanya celah/ rongga di dalam struktur – mendeteksi ketebalan suatu lapisan struktur Metode ini bisa diterapkan pada lapisan struktur perkerasan, lantai jembatan, pelat lantai gedung dan lainnya, selama celah, rongga ataupun batas ketebalan suatu lapisan struktur sejajar dengan permukaan uji. Prinsip Kerja Prinsip kerjanya metode ini adalah dengan membuat suatu mechanical impact (benturan mekanis dengan ketukan palu atau lainnya) yang menghasilkan gelombang dengan frekuensi 1-60 kHz dengan panjang gelombang dari 50 mm sampai 2000 mm yang merambat dalam suatu media selama media tersebut elastis homogen. Gambar berikut memberikan ilustrasi prinsip kerja Impact Echo Test: Kegunaan Impact Echo Test Mechanical impact pada permukaan struktur akan menghasilkan gelombang tekanan, gelombang geser dan gelombang permukaan. Ketika perambatan gelombang mencapai media yang berbeda (celah/ rongga/ media lain yang berbeda) maka gelombang tekanan dan gelombang geser akan dipantulkan. Gelombang akan memantul dan kembali mencapai permukaan dimana impact diberikan, Pergerakan tersebut dibaca oleh transduser dan kemudian ditampilkan pada osiloskop digital. Hasil pembacaan berupa voltage-waktu selanjutnya secara digital ditransformasi menjadi hubungan amplitudo vs frekuensi. Frekuensi dominan muncul sebagai puncak pada spektrum frekuensi. Kegunaan Impact Echo Test Frekuensi dominan belum tentu mengindikasikan ketebalan. Namun penentuan ketebalan dilakukan dengan menggunakan setiap frekuensi yang teridentifikasi sebagai puncak spektrum frekuensi, jarak dari permukaan (pemberian impact ketukan palu) ke posisi gelombang akaibat impact tersebut dipantulkan (celah/ rongga/ media lain yang berbeda) yang selanjutnya dihitung dengan persamaan berikut: Impact Echo Test Beberapa dokumentasi uji yang dilakukan PT Hesa, memberikan contoh alat impact echo test dan memberi gambaran bagaimana cara kerjanya dapat dilihat pada beberapa foto di bawah ini: Impact Echo Test     Impact Echo Test Refferensi [1] IAEA, Guidebook on non-destructive testing of concrete structures, 2002 [2] HESA, Project Report Assessment Structure PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia, 2015 ditulis: Dr. Ir. Heri Khoeri, MT

PT Hesa Laras Cemerlang

Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Email: kontak@hesa.co.id
Telp: (021) 8404531
Whatsapp Bussiness : 0812 9144 2210 atau  0811 888 9409

Klik tombol whatsapp dibawah ini, untuk berkomunikasi dengan Customer Service kami:

Pengecekan Integritas Beton dengan Pulse Echo di PLTP Kamojang

Pengecekan Integritas Beton dengan Pulse Echo di PLTP Kamojang

Pengujian Integritas Beton dengan Pulse Echo pada PLTP Kamojang dilakukan pasca perbaikan struktur dengan injeksi grouting untuk mengetahui untuk memastikan sudah tidak ada lagi retak dan rongga-rongga pada struktur pondasi penahan mesin turbine dan generator.

Pengecekan Integritas Beton dengan Pulse Echo

Untuk informasi tentang Untuk jasa pengujian, audit analisis dan disain struktur, silahkan hubungi:

PT Hesa Laras Cemerlang

Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Email: kontak@hesa.co.id
Telp: (021) 8404531

Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

Tinggalkan Pesan

    Uji Hasil Perbaikan Retak Pelat Beton SRI-U3 Cilegon 2017

    Uji Hasil Perbaikan Retak Pelat Beton SRI-U3 Cilegon 2017

    Dalam rangka memastikan sudah tidak ada lagi retak pada plat ruang panel electrical dan power listrik setelah diperbaiki menggunakan concrete filler dilakukanlah pengujian retak menggunakan alat UPVT (Ultrasonic Pulse Velocity Test) dan diverifikasi dengan Pulse Echo untuk mendapatkan visualiasi kondisi di dalam beton, sehingga menambah tingkat kepercayaan terhadap hasil uji ultrasonic.

    Uji Hasil Perbaikan Retak Pelat Beton SRI-U3 Cilegon 2017 6

    Uji Hasil Perbaikan Retak Pelat Beton SRI-U3 Cilegon 2017

    Uji Hasil Perbaikan Retak Pelat Beton SRI-U3 Cilegon 2017

    Metode pendeteksian retak dan kedalaman retak dengan UPVT:

    Uji Hasil Perbaikan Retak Pelat Beton SRI-U3 Cilegon 2017 6

    Verifikasi dengan Pulse Echo Test:

    Uji Hasil Perbaikan Retak Pelat Beton SRI-U3 Cilegon 2017 6

    Contoh hasil pembacaan dan interpretasi hasil uji dengan pulse echo:

    Uji Hasil Perbaikan Retak Pelat Beton SRI-U3 Cilegon 2017 6

    NDT lainnya yang dilakukan selain hammer test meliputi: (1) ultrasonic pulse velocity test; (2) Pulse Echo Test; (3) Covermeter Test (4) Half Cell Potential Test atau Uji Korosi; dan (5) Carbonation Test; (6) Core Drill. Sedangkan untuk penyeldikan daya dukung tanahnya digunakan uji sondir atau DCPT.

    Untuk informasi tentang Pengujian Non Destructive Test  dan layanan Jasa NDT lainnya, silahkan hubungi:

    PT Hesa Laras Cemerlang

    Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
    Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
    Email: kontak@hesa.co.id
    Telp: (021) 8404531

    Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

    Tinggalkan Pesan

      Non-Destructive Test Beton

      Non-Destructive Test Beton

      Non-Destructive Test (NDT) pada Struktur Beton

      Non-Destructive Test (NDT) adalah investigasi teknis yang paling cost-effective untuk mengevaluasi kondisi struktur existing tanpa merusak fungsinya.

      Memilih metode NDT yang tepat—dari rebar scanner, hammer test, hingga core drill—menentukan akurasi diagnosis dan keputusan perbaikan struktur Anda. Kesalahan pemilihan metode berisiko memberikan data yang tidak akurat, menghasilkan keputusan desain yang salah dan biaya perbaikan berlebihan.

      Saat ini keberadaan NDT semakin semakin banyak diterima dan diaplikasikan dalam rekayasa teknik sipil dan struktur, sebagai alat untuk mengevaluasi kekuatan, keseragaman, keawetan dan sifat-sifat lainnya dari struktur beton eksisting.

      Dasar-dasar metode NDT terus dieksplorasi baik kelebihan, kekurangan, metode  maupun interpretasi hasil ujinya. Metode Non-Destructive Test yang umum digunakan dalam rekayasa teknik sipil dan struktur diantaranya adalah :

      Daftar Metode NDT Umum

      Rebar Scanner

      Pengujian ini sering disebut juga dengan Rebar Locator, karena sesuai fungsinya untuk mengetahui lokasi tulangan (rebar) atau juga banyak yang menyebutnya dengan Covermeter test. Pada prinsipnya pengujian NDT ini adalah sebuah pengujian yang dilakukan untuk mengukur tebal selimut beton, jarak antar tulangan dan besar diameter tulangan.

      Rebar scanning
      Rebar Locator on Pelindo
      Nondestructive Test Dermaga Pelabuhan Belawan 4
      Rebar scanning atau covermeter test untuk mengetahui posisi, dimensi dan kedalaman tulangan baja di dalam beton sekaligus mendapatkan visualisasinya — at Pelindo I Cabang Pelabuhan Belawan.

      Implikasi praktis rebar scanner: Ketepatan pengukuran selimut beton dan posisi tulangan menentukan diagnosis korosi. Jika selimut beton lebih tipis dari standar SNI, risiko korosi tulangan meningkat drastis. Data rebar scanner yang akurat memungkinkan Anda membuat keputusan tepat: apakah perlu perbaikan segera atau bisa ditunda. Jika data salah, Anda berisiko underestimate risiko korosi atau melakukan perbaikan mahal yang sebenarnya tidak perlu.

      Hammer Test

      Biasa juga disebut dengan Concrete Hammer Test atau Schmidt Hammer Test. Adalah suatu metode uji yang simpel dan nisbi praktis guna mengetahui bagaimana kualitas beton

      Hammer Test at Pelabuhan Belawan.
      Hammer Test at Pelabuhan Belawan.

      Impact Echo Test

      Melakukan benturan mekanis dengan bantuan ketukan palu atau lainnya,  sehingga dapat menghasilkan gelombang pada frekuensi 1-60 kHz dengan panjang gelombang dari 50 mm sampai 2000 mm yang merambat dalam suatu media selama media tersebut elastis homogen.

      IMPACT ECHO TEST

      Carbonation Test

      Tujuan carbonation test, uji karbonasi, adalah supaya dapat diketahui bagaimana kualitas selimut beton dalam melakukan perlindungan terhadap tulangan baja yang  di dalamnya. Karena, proses karbonasi menetralisir kondisi basa dalam beton. Jika selimut beton seluruhnya telah terkarbonasi mencapai tulangan baja di dalamnya, maka baja tulangan di dalamnya akan segera terkorosi ketika udara lembab dan oksigen mencapai tulangan.

      Carbonation Test
      Carbonation Test

      Pulse Echo Test

      Untuk menguji mutu serta integritas beton dengaan bantuan alat Pundit PL-200PE yang telah mendayagunakan Pulse Echo sebagai inovasi teknologi dalam meningkatkan kinerja aplikasi ultrasonik dalam hal obyek uji serta akses terhadap benda yang hanya terbatas di satu sisi

      Ultrasonic Pulse Velocity Test

      Proses pengujian beton dengan bantuan gelombang ultrasonik melalui alat  Read-out Unit PUNDIT (Portable Unit Non Destructive Indicator Tester), Transducer 54 Hz, dan Calibration Bar.

      Half Cell Potencial Test

      Metode Half Cell bertujuan untuk mengindikasikan tingkat korosi dari tulangan yang berada di dalam beton. Metode ini memberi banyak keuntungan, sebab dengan hasil yang cukup akurat tapi biayanya relatif murah

      Half Cell Potential Test untuk Uji Korosi pada Inspeksi dan Audit Struktur Jembatan Citra Maja Raya
      Half Cell Potential Test untuk Uji Korosi pada Inspeksi dan Audit Struktur Jembatan Citra Maja Raya 3

      Brinell Test

      Adalah untuk menentukan kekerasan suatu material dalam bentuk daya tahan material terhadap bola baja (identor) yang ditekankan pada permukaan material uji tersebut (speciment).

      http://hesa.co.id//images/Brinell6.jpg

      Loading Test

      Tujuannya supaya tahu apakah bagian struktur yang diuji masih dapat kuat menahan beban working load, beban kerja,  yang membebaninya atau tidak.
      Loading Test Jembatan Trimartani

      Core Drill

      Metode core drill adalah suatu metoda pengambilan sampel beton pada suatu struktur bangunan. Sampel yang diambil (bentuk silinder) selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian seperti Kuat tekan

      Core Drill Dermaga Pomako Papua 2017
      Core Drill Dermaga Pomako Papua 2017

      Prinsip-prinsip Non-Destructive Test (NDT)

      NDT adalah suatu cara untuk memeriksa, menguji, atau mengevaluasi material atau elemen struktur tanpa merusak kemampuan layan dari suatu bagian atau sistem struktur.

      Tujuan Non destructive Testing adalah untuk menentukan kualitas dan integritas material atau elemen struktur tanpa mempengaruhi kemampuan untuk menjalankan fungsinya.

      Metode pengujian yang tidak mempengaruhi kegunaan suatu bagian atau sistem tetap dianggap tidak merusak bahkan jika mengandung tindakan invasif.

      Sebagai contoh, coring adalah metode NDT yang umum digunakan untuk mengambil sample dengan melubangi elemen struktur beton dan menguji spesimen sample dari elemen struktur beton untuk menentukan sifat beton in-situ.

      Coring tentunya mengubah tampilan komponen struktur dan secara marginal mempengaruhi integritas strukturalnya. Namun jika dilakukan dengan benar, dilakukannya coring tidak mempengaruhi kemampuan layan elemen struktur tersebut dan dengan demikian tetap dianggap masuk kedalam katagori uji tidak merusak (Non destructive Testing/NDT).

      Perbedaan NDT dengan Destructive Test

      Pengujian yang merusak (Destructive Testing, DT) mengeksplorasi mekanisme kegagalan untuk menentukan sifat mekanik material seperti kuat leleh, kuat tekan, kuat tarik, keuletan dan ketangguhan retak.

      Sedangkan metode NDT mengeksplorasi indikasi sifat tanpa mencapai kegagalan elemen struktur. Upaya secara ekstensif terus dilakukan untuk mengembangkan metode NDT sehingga semakin baik dalam mengindikasikan sifat mekanik, akustik, kimia, listrik, magnetik, dan fisik dari material atau elemen yang diuji.

      Metode NDT terus dikembangkan sebagai metode yang untuk menjawab kebutuhan untuk mendeteksi kerusakan secara dini sebagai bagian dari pencegahan kerusakan struktural.

      Penggunaan ekstensif NDT didorong oleh faktor ekonomi dan keselamatan. Dalam upaya pencegahan dini terjadinya kerusakan struktural, teknik-teknik pengujian in-site baru telah banyak ditemukan.

      Untuk semakin memungkinkan melakukan penilaian kinerja beton selama tahap konstruksi, tahap commissioning maupun dan pada masa layan struktur.

      Faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan survei NDT adalah kedalaman penetrasi terhadap material atau elemen struktuyang diuji, resolusi vertikal dan lateral, kontras pada sifat fisik, rasio signal-to-noise dan informasi yang ada mengenai struktur (McCann & Forde, 2001).

      Pemahaman tentang sifat material dan isu utama yang terkait dengan penerapannya dalam bidang struktur menjadi sangat penting bagi keberhasilan metode NDT apapun. Langkah-langkah untuk memilih metode NDT yang memadai adalah sebagai berikut (Shull, 2002).

      • Memahami sifat fisik dari material yang diinspeksi
      • Memahami proses fisik dasar yang dari metode NDT yang diaplikasikan
      • Memahami sifat fisik interaksi antara probe alat uji dengan bahan uji
      • Memahami keterbatasan teknologi NDT yang diaplikasikan
      • Mempertimbangkan faktor ekonomi, lingkungan, peraturan dan faktor lainnya

      Ada berbagai metode NDT yang diaplikasikan dalam bidang rekayasa teknik sipil dan struktur. Dan sudah banyak pula literatur teknis mengenai NDT pada beton, namun hal penting untuk meningkatkan keakurasian interpretasi hasil NDT adalah kolaborasi antara insinyur sipil, peneliti NDT dan spesialis NDT.

      Reference:

      Konsultasi Pemilihan Metode NDT dan Interpretasi Data untuk Diagnosa Struktur

      Memilih metode NDT yang tepat untuk struktur Anda adalah keputusan kritis yang menentukan akurasi diagnosa dan validitas keputusan perbaikan. Jika metode tidak sesuai dengan jenis kerusakan yang dicurigai, data yang dihasilkan bisa menyesatkan, menyebabkan keputusan perbaikan yang tidak perlu atau melewatkan kerusakan serius. Tim teknis kami dapat membantu mengevaluasi kondisi struktur, merekomendasikan kombinasi metode NDT yang optimal, dan melakukan interpretasi data dengan kolaborasi multidisiplin untuk diagnosa yang akurat.

      Layanan kami mencakup: penilaian kondisi visual awal struktur, pemilihan metode NDT berdasarkan jenis kerusakan yang dicurigai, koordinasi dan supervisi pelaksanaan pengujian lapangan, interpretasi hasil NDT dengan perspektif teknik struktur, dan rekomendasi keputusan perbaikan berbasis data NDT yang tervalidasi.

      PT Hesa Laras Cemerlang

      Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
      Jl. Condet Raya No. 27, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia

      • ✉️ Email: kontak@hesa.co.id
      • ☎️ Telepon: (021) 8404531
      • 📱 Hotline: 081291442210 / 08118889409

      📱 Konsultasi Pemilihan Metode NDT

      Ultrasonic Testing – Pengujian Ultrasonik

      Ultrasonic Testing – Pengujian Ultrasonik

      Ultrasonic Testing untuk Integritas Pipeline, Struktur Baja, dan Equipment Industri

      Ultrasonic-Thickness-Tanki-UPVT-FOR-Testing-n-Analysis-Page
      Testing & Analysis

      Jangan menunggu sampai terjadi kebocoran atau kerusakan serius sebelum mulai mengecek kondisi aset. Dari pekerjaan yang kami tangani, masalah besar sering berawal dari indikasi kecil yang luput diperhatikan—terutama pada pipeline, struktur baja, dan equipment yang sudah lama beroperasi.

      Untuk fasilitas dengan aset kritis, Ultrasonic Testing (UT) sering menjadi cara praktis untuk mendapatkan gambaran kondisi internal tanpa harus langsung menghentikan operasi. Metode ini bersifat non-invasive dan dalam banyak kasus bisa dilakukan saat fasilitas tetap berjalan, sehingga membantu pengambilan keputusan maintenance dengan data tambahan yang lebih objektif.

      Ultrasonic Thickness Gauge Unilever Indonesia
      Ultrasonic Thickness Gauge Unilever Indonesia

      Kami menangani pekerjaan UT untuk berbagai sektor industri di Indonesia selama bertahun-tahun. Dari situ kami cukup familiar dengan pola masalah yang sering muncul di lapangan, sekaligus memahami keterbatasan metode ini dalam kondisi tertentu.


      Kapan UT Perlu Dipertimbangkan?

      UT biasanya mulai relevan ketika aset Anda berada pada kondisi berikut:

      • Pipeline atau sistem perpipaan berusia di atas 15 tahun
        Korosi internal sering berkembang tanpa tanda visual yang jelas.
      • Lingkungan dengan potensi korosi tinggi
        Area coastal, buried, atau kondisi lembap mempercepat degradasi material.
      • Struktur baja dengan kualitas weld yang tidak terdokumentasi jelas
        Area HAZ sering membutuhkan verifikasi tambahan.
      • Equipment atau vessel dengan riwayat operasi terbatas
        Baseline data membantu mengurangi asumsi.
      • Indikasi visual awal
        Kebocoran kecil, karat, atau deformasi ringan.
      • Rencana modifikasi atau peningkatan kapasitas
        UT membantu memberikan gambaran awal sebelum perubahan dilakukan.
      • Kebutuhan dokumentasi compliance
        Beberapa standar mensyaratkan data teknis.

      Jika salah satu kondisi di atas relevan, biasanya lebih aman untuk berdiskusi lebih awal. Dalam beberapa kasus, assessment bisa ditunda—dan itu juga akan kami sampaikan apa adanya.

      Apa Risiko Jika Kondisi Aset Tidak Diketahui?

      Gangguan Operasi

      Kegagalan pipeline atau equipment dapat menyebabkan gangguan operasi yang tidak direncanakan.

      Keselamatan dan Tanggung Jawab

      Dokumentasi inspeksi tidak menjamin bebas insiden, tetapi menunjukkan bahwa upaya pengelolaan risiko sudah dilakukan.

      Kepatuhan Regulasi

      Ketiadaan data teknis sering memperpanjang proses audit atau klaim.

      Nilai Aset

      Dokumentasi kondisi struktur sering menjadi bahan pertimbangan dalam transaksi atau refinancing.

      UT dan Metode Lain

      UT bukan satu-satunya metode, dan tidak selalu menjadi pilihan terbaik.

      • UT: screening internal dengan gangguan operasi minimal.
      • Radiography: detail lebih tinggi, tetapi lebih kompleks.
      • Visual inspection: cepat, tetapi terbatas.
      • Pigging: komprehensif, namun tidak selalu feasible.

      Dalam praktik, UT sering digunakan sebagai langkah awal sebelum metode lain dipertimbangkan.

      Keterbatasan UT yang Perlu Dipahami

      • Tidak efektif untuk cacat sejajar permukaan.
      • Resolusi dipengaruhi jenis material.
      • Interpretasi bergantung pengalaman inspektur.
      • Kondisi permukaan dan akses mempengaruhi hasil.

      UT sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu pengambilan keputusan, bukan penentu tunggal.

      Gambaran Singkat Cara Kerja UT

      Ultrasonic Principles

      UT menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang dipantulkan dari dalam material. Pola pantulan memberikan indikasi perubahan kondisi, yang kemudian diinterpretasikan secara teknis dengan batasan tertentu.

      Pendekatan Kerja Hesa

      Kami beroperasi sebagai engineering consultant skala menengah. Pendekatan kami cenderung berhati-hati dan fokus pada relevansi pekerjaan terhadap kebutuhan klien.

      • Inspektur bersertifikasi sesuai lingkup pekerjaan
      • Review internal sebelum laporan diserahkan
      • Diskusi terbuka soal keterbatasan data

      Kami tidak menjanjikan bebas risiko, tetapi membantu klien memahami kondisi aset secara lebih realistis.

      Apa yang Biasanya Diterima Klien

      • Ringkasan temuan utama
      • Data teknis dan lokasi indikasi
      • Referensi standar yang digunakan
      • Catatan interpretasi dan batasan

      Estimasi Waktu dan Dampak Operasi

      Durasi pekerjaan tergantung lingkup dan akses. UT umumnya tidak memerlukan modifikasi struktur, tetapi tetap membutuhkan koordinasi dengan tim operasi.


      Pertanyaan yang Sering Muncul

      Apakah UT menjamin struktur aman?

      Tidak. UT membantu memberikan gambaran kondisi berdasarkan data yang tersedia pada saat inspeksi. Hasilnya menjadi dasar pertimbangan, bukan jaminan absolut.

      Apakah semua aset perlu UT?

      Tidak selalu. Ada kondisi di mana UT tidak relevan atau bisa ditunda. Itu biasanya kami diskusikan di awal.

      Apakah UT selalu bisa dilakukan tanpa shutdown?

      Sering kali bisa, tapi tidak selalu. Akses, kondisi operasi, dan aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan.

      Seberapa detail hasil UT?

      Detail tergantung material, kondisi lapangan, dan teknik yang digunakan. Ada keterbatasan yang perlu dipahami sejak awal.

      Apakah hasil UT bisa dipakai untuk audit atau regulasi?

      Bisa digunakan sebagai bagian dari dokumentasi teknis, selama sesuai dengan kebutuhan standar atau regulator terkait.


      Langkah Selanjutnya

      Jika Anda ingin mendiskusikan apakah UT relevan untuk aset tertentu, kami terbuka untuk diskusi awal. Biasanya pembicaraan dimulai dari konteks aset, kondisi operasi, dan tujuan inspeksi—bukan langsung soal metode.

      Kontak kami:

      PT Hesa Laras Cemerlang

      Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
      Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
      Email: kontak@hesa.co.id
      Telp: (021) 8404531
      Whatsapp Bussines : 081291442210 atau 08118889409 or click this Link : Whatsapp

      Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

      Tinggalkan Pesan

        Brinell Test Uji Kekerasan Material

        Brinell Test Uji Kekerasan Material

        Brinell Test adalah salah satu metode Non-Destructive Test (NDT) yang bertujuan untuk menentukan kekerasan suatu material dalam bentuk daya tahan material terhadap bola baja (identor) yang ditekankan pada permukaan material uji tersebut (speciment).

        Kapan Perlu Brinell Test?

        Brinell Test menjadi pilihan utama Hesa dalam proses Audit Struktur pada gedung, jembatan, dan instalasi industri karena memberikan data kekerasan material yang akurat dan terukur. Berikut skenario kapan testing ini diperlukan:

        • Struktur berusia panjang (15+ tahun): Kolom baja mulai menunjukkan indikasi korosi, deformasi, atau fatigue. Testing menentukan apakah masih aman operasi atau perlu repair/ganti.
        • Pre-Renovation Assessment: Sebelum merenovasi atau upgrade beban struktur, data kekerasan material menjadi dasar perhitungan kekuatan (fy) untuk design baru.
        • Post-Incident atau Post-Earthquake: Verifikasi material integrity setelah bencana atau insiden untuk memastikan struktur tetap safe.
        • Compliance & Documentation: Untuk keperluan legal, asuransi, atau sertifikasi keselamatan kerja.

        Hesa telah melakukan ratusan testing di berbagai tipe struktur—dari gedung perkantoran, rumah sakit, dermaga port, hingga tower industri. Setiap project, hasil Brinell Test menjadi fondasi keputusan: apakah repair cukup, atau struktur harus diganti.

        Uji Kekerasan Material dengan Brinell Test

        Pengujian Brineel Test dilakukan pada profil baja yang telah terpasang dengan menggunakan metode pengujian kekerasan baja, dari nilai kekerasan tersebut dapat di konversi menjadi kuat tarik (fy)

        Metoda uji kekerasan diperkenalkan oleh Johan August Brinell pada tahun 1900 an ini merupakan uji kekerasan lekukan yang pertama kali dan sudah banyak digunakan dan di susun standarisasinya. Uji kekerasan ini berupa pembentukan lekukan pada permukaan logam memakai bola baja yang ditekan dengan beban tertentu.

        Beban diterapkan selama waktu tertentu, biasanya 30 detik, dan diameter lekukan diukur dengan mikroskop, setelah beban tersebut dihilangkan. Permukaan logam yang akan diuji harus relatif halus, rata dan bersih dari debu atau karat.
        Brinell Test Pengujian Struktur Bangunan Gudang KBN (1)
        Angka kekerasan brinell (HB) dinyatakan sebagai beban P dibagi luas permukaan lekukan. Pada prakteknya, luas ini dihitung dari pengukuran mikroskopik.

        Selanjutnya Angka Kekerasan Brinell BHN dapat ditentukan dari persamaan berikut:

        Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang 1
        Parameter-parameter dasar pada pengujian Brinell (Dieter, 1987), diilustrasikan dalam gambar berikut:

        Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang 2
        Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang

        LEEB HARDNESS

        Dikembangkan pada pertengahan 1970-an, metode Leeb (atau Equotip) diterima secara luas sebagai instrumen portabel pertama untuk mengukur kekerasan komponen logam dalam hitungan detik. Nama “Rebound” nama berasal dari sifat dasar dari tes.

        Metode ‘Rebound” atau pantulan didasarkan pada pengukuran tegangan yang menunjukkan hilangnya energi dari “impact body” setelah menumbuk benda uji. Dalam alat uji yang menggunakan prinsip Rebound, pegas mendorong impact body melalui tabung pengarah sehingga menumbuk benda uji.

        Impact Body menumbuk benda uji tanpa hambatan, magnet yang ada menghasilkan tegangan dalam sistem kumparan yang mengelilingi tabung pengarah impact body. Indentor yang biasanya terbuat dari ”tungsten carbide” atau “diamond ball”, yang terletak di ujung impact body, menumbuk benda uji, menyebabkan impact body memantul dari permukaan benda uji dengan kecepatan yang lebih lambat.

        Lebih lunak benda uji, akan lebih besar bekas lekukan yang terjadi pada benda uji yang menyebabkan kehilangan energy yang lebih besar dan kecepatan pantulan yang lebih lambat, yang pada akhirnya menghasilkan tegangan lebih rendah.

        beberapa alat Hardness Tester seperti pada gambar di bawah ini:

        Alat Brinell Test

        Nilai kekerasan (HL) dihitung dari rasio kecepatan tumbukan dan rebound. Nilai kekerasan (HL) ini kemudian dapat diubah oleh perangkat lunak untuk menampilkan konvensional nilai kekerasan konvensional dalam skala HRC, HV atau HB.

        Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang 4

        Gambar diatas menunjukkan konsep dasar perhitungaan dalam skala Leeb (HL), sedangkan gambar di bawah ini beberapa dokumentasi kegiatan uji kekerasan (Hardness tester).

        Konversi Angka Kekerasan Hl Ke Skala Brinell

        Seperti yang dijelaskan diatas skala brinell tetap merupakan skala yang sudah dipakai cukup luas, untuk mengkonversi Angka Kekerasan Leeb (HL) ke brinell (HB) pada logam dapat menggunakan table di bawah ini.

        Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang 5

        Atau dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

        HB = 0.436 HL + 514.317

        Perkiraan Kekuatan (Tarik) Baja Dari Angka Kekerasan Brinell

        Selenjutnya kuat tarik baja dapat ditentukan dengan menggunakan table berikut ini:

        Menentukan Kuat Tarik Baja Struktur Yang Sudah Terpasang 6

        Atau dengan menggunakan persamaan berikut:

        Kuat Tarik Baja (MPa) = 3.482 HB –28.772

        Pendekatan Testing Sesuai Kebutuhan Struktur Anda

        Setiap struktur memiliki kebutuhan testing berbeda. Untuk itu, Hesa menawarkan fleksibilitas:

        Situasi Rekomendasi Hesa
        Audit cepat, struktur besar, budget terbatas Mulai dgn Leeb screening di 20-30 titik key points (2-3 hari). Jika ada area suspect, lanjut Brinell detail di area tersebut. Efisien waktu & biaya.
        Pre-renovation, kebutuhan presisi tinggi Langsung Brinell di semua titik kritis untuk data akurat sebelum design ulang.
        Compliance & legal documentation Brinell dengan laporan tertulis lengkap per standar ASTM/ISO.

        Aplikasi Real Brinell Test di Indonesia

        Di bawah ini beberapa contoh nyata project Brinell Test yang telah Hesa lakukan. Setiap project menunjukkan bagaimana hasil hardness test menjadi dasar keputusan bisnis: dari keputusan repair sederhana hingga planning renovasi senilai miliaran rupiah.

        Perhatikan: Setiap hasil testing tidak hanya tentang angka HB. Kami berikan interpretasi lengkap dan rekomendasi actionable sesuai kondisi struktur, usia, beban operasional, dan tujuan owner.

        Beberapa Pengujian dengan Metode Brinell Test oleh tim PT Hesa Laras Cemerlang di berbagai tempat di Indonesia:

        —-

        Pertanyaan Umum Seputar Brinell Test & Hardness Testing

        Q: Berapa lama testing Brinell untuk bangunan saya?
        A: Durasi tergantung jumlah titik sampling dan lokasi. Rata-rata 1-2 titik per jam termasuk persiapan dan dokumentasi. Untuk bangunan 5 lantai, biasanya 8-12 titik sampling di berbagai lokasi (kolom, beam, junction). Durasi total: 2-3 hari kerja lapangan.

        Q: Apa perbedaan antara hasil Brinell dan Leeb?
        A: Keduanya valid dan terstandar internasional (ASTM, ISO). Brinell = presisi laboratorium. Leeb = instant on-site. Hasil Leeb bisa dikonversi ke skala Brinell. Pilih metode berdasarkan kebutuhan akurasi dan timeline proyek.

        Q: Apakah testing merusak struktur saya?
        A: Brinell Test membuat indentasi kecil (2-4 mm diameter). Jika di area non-critical, impact sangat minimal. Kami konsultasi dulu sebelum tentukan titik testing. Leeb Test non-destructive (hanya testing, tidak ada damage).

        Q: Apa hasil Brinell Test dan bagaimana interpretasinya?
        A: Hasil dinyatakan dalam HB (Hardness Brinell) range 200-600 untuk baja struktur. Semakin tinggi HB, semakin keras material. Target HB 250-350 untuk baja struktural standar. Hasil di bawah standar = material degraded, butuh repair/replacement. Hesa berikan interpretasi lengkap + rekomendasi aksi.

        Q: Standar apa yang dipakai Hesa untuk testing?
        A: Hesa mengikuti standar internasional: ASTM E10 (US), ISO 6506 (ISO), JIS Z 2243 (Japan). Testing procedure, peralatan, dan dokumentasi Hesa comply penuh dengan ketiga standar.

        Q: Berapa biaya estimasi Brinell Test?
        A: Hubungi Admin Hesa untuk konsultasi free dan quotation detail. Kami tawarkan opsi: Leeb screening (lebih murah, quick), atau Brinell full audit (lebih presisi).

        Q: Berapa lama waktu untuk dapatkan laporan hasil?
        A: Preliminary results langsung setelah testing selesai. Laporan tertulis lengkap (analysis + rekomendasi) biasanya 3-5 hari kerja setelah data collection. Urgent report bisa dipercepat dengan biaya tambahan. Scheduling tergantung kepastian pekerjaan dengan rilisnya PO/SPK dan pembayaran uang muka.


        Untuk kebutuhan Uji Kekerasan Materal dan Uji Baja serta pengujian beton lainnya, silahkan hubungi:

        PT Hesa Laras Cemerlang

        Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
        Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
        Email: kontak@hesa.co.id
        Telp: (021) 8404531
        Whatsapp Bussines:
        081291442210
        08118889409

        Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

        Tinggalkan Pesan

          Uji Karbonasi Beton

          Uji Karbonasi Beton

          Uji Karbonasi Beton: Kapan Diperlukan & Apa Artinya untuk Keputusan Anda

          Bangunan >20 tahun tanpa dokumen asli? Rencana perkuatan besar-besaran? Uji karbonasi memberikan data konkret tentang umur bangunan Anda sekarang dan berapa lama lagi bisa digunakan sebelum korosi menjadi masalah. Panduan ini membantu Anda memutuskan: apakah perlu ditest, dan apa yang harus dilakukan dengan hasilnya.

          Carbonation Test
          Uji karbonasi di lapangan: mengukur kedalaman penetrasi CO2 dalam beton

          Uji karbonasi paling penting dalam tiga situasi:

          1. Usia >20 tahun, dokumen konstruksi hilang

          Spesifikasi material original tidak ada. Uji karbonasi mengungkap kualitas beton sebenarnya dan berapa lama lagi sampai tulangan terancam korosi.

          2. Planning perkuatan atau sertifikasi kelayakan

          Sebelum investasi besar, butuh tahu: sudah mencapai tulangan atau belum? Butuh intervensi sekarang atau masih bisa tunda?

          3. Ada tanda deterioration (retak, bintik karat, spalling)

          Retak vertikal dan rust stain bisa tanda korosi sudah dimulai. Uji karbonasi membantu diagnosa seberapa jauh prosesnya.

          Jika tidak ada ketiga kondisi ini, kombinasi uji lain (hammer test, UPVT) mungkin lebih efisien.

          Kondisi Spesifik: Kapan Sangat Urgent?

          Langsung test jika:

          • Usia >20 tahun + ada retak/spalling/discoloration (rust stain)
          • Bangunan outdoor/exposed atau near area aggressive (laut, industri)
          • Humidity tinggi + maintenance buruk (coating rusak, drainage jelek)
          • Akan dijual, direnovasi besar, atau ada issue emergency (leak, movement)

          Bisa ditunda jika: Bangunan <10 tahun dengan dokumen bagus, atau akan demolish <5 tahun.

          Apa Yang Diukur & Apa Artinya

          Uji karbonasi mengukur: Berapa dalam CO₂ sudah menembus beton dari permukaan.

          Mengapa penting: CO₂ menghilangkan sifat alkali beton yang melindungi baja. Jika sudah sampai tulangan, dalam kondisi lembab, baja mulai terkorosi.

          Artinya untuk keputusan Anda:

          • Jika belum sampai tulangan: Struktur masih aman. Berapa tahun lagi? Rumus bisa estimasi.
          • Jika sudah sampai tulangan: Risk zone dimulai. Perlu monitoring intensif atau intervensi (coating, perkuatan).

          Perkiraan Umur Bangunan melalui Uji Karbonasi

          Sebelumnya perlu diketahui bahwa waktu yang dibutuhkan untuk karbonasi bisa diperkirakan dari mutu beton dengan menggunakan persamaan berikut:

          dimana:
          t = waktu proses karbonasi hingga mencapai tulangan beton
          d = selimut beton
          k = permeabilitas

          Hubungan antara Mutu Beton dengan permeabilitas adalah seperti diberikan pada table berikut:

          Sumber: Guidebook on non-destructive testing of concrete structures, International Atomic Energy Agency, Vienna, 2002

          Dimana nilai concrete grade adalah kuat tekan karakteristik beton dalam MPa.

          Perlunya uji tingkat karbonasi adalah untuk mengetahui apakah selimut beton masih melindungi tulangan baja di dalamnya. Proses karbonasi menetralisir kondisi basa dalam beton.

          Jika selimut beton seluruhnya telah terkarbonasi mencapai tulangan baja di dalamnya, maka baja tulangan di dalamnya akan segera terkorosi ketika udara lembab dan oksigen mencapai tulangan.

          Cara Ujinya Sederhana, Biaya Jauh Lebih Murah

          Lubang kecil (10-15mm) di permukaan beton, semprotkan larutan phenolphthalein. Beton yang masih alkali berubah pink. Ukur kedalaman dari surface ke batas warna pink—itu kedalaman karbonasi.

          Alat dan bahan yang digunakan dalam uji karbonasi sangat sederhana, yaitu:
          – Semprotan (spray) angin
          – Semprotan (spray) yang diisi 1% phenolthaelin (1 gm phenolthaelin dicampur dengan 90 cc ethanol dan tambahkan air bersih hingga mencapai 100 cc)

          Cara kerja uji karbonasi adalah dengan membuat lubang kecil pada beton sampai dengan perkiraan ketebalan selimut beton. Bersihkan lubang dengan semprotan angin dari debu dan kotoran lainnya, kemudian semprotkan cairan 1% phenolthaelin ke dalam lubang tersebut.

          Bagian beton yang masih dalam kondisi baik (masih bersifat basa) akan berwarna pink/ ungu, sedangkan bagian yang sudah terkarbonasi, PH nya sudah menjadi 7 (netral) atau bahkan kurang dari 7 (asam) tidak akan berubah warna. Selanjutnya ukur ketebalan lapisan yang terkarbonasi dari permukaan beton sampai dengan lokasi yang berubah warna.

          Dari kedalaman karbonasi, dapat diketahui umur bangunan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

          dimana:
          x=W/C atau rasio air/semen dapat diambil secara empirik dari mutu beton, dimana mutu beton dapat diketahui dengan uji NDT atau DT (misalnya: Hammer Test, UPVT ataupun core drill dan uji tekan).
          C = kedalaman karbonasi
          R = konstanta yang tergantung dari a (konstanta yang tergantung lingkungan beton) dan b (finishing beton/ coating beton).
          a = 1.7 untuk beton dalam ruangan dan a = 1.0 untuk beton yang berada di outdoor (diambil dari angka yang dikeluarkan oleh: The Japanese Ministry Construction Publications “Engineering for improving the durability of reinforced concrete structure)

          Sedangkan b dapat diambil dari table berikut:

          Sumber: Guidebook on non-destructive testing of concrete structures, International Atomic Energy Agency, Vienna, 2002

          Maka dengan rumus diatas juga dapat diperkirakan kedalaman karbonasi yang akan terjadi pada pda umur bangunan y tahun:

          Sehingga lebih jauh dari kedalaman karbonasi yang diketahui, maka dapat diperkirakan pula sisa umur bangunan. Karena ketika proses karbonasi sudah mencapai tulangan, selanjutnya baja diperkirakan akan mengalami korosi, dari hasil analisis struktur akan diketahui sampai tingkat korosi berapa %, struktur beton masih mampu menahan beban yang bekerja.

          Selanjutnya dari perhitungan laju korosi baja dan hasil analisis struktur akan bisa diperkirakan kapan bangunan ini akan mengalami kegagalan. Dengan diketahuinya hal-hal tersebut tentunya mempermudah pengguna bangunan untuk menentukan sampai kapan bangunannya difungsikan atau kapan akan dilakukan perkuatan/ perbaikan.

          Beberapa hasil uji karbonasi di beberapa struktur beton seperti gambar berikut:

          Ditulis oleh: Dr. Ir. Heri Khoeri, MT

          PT Hesa Laras Cemerlang

          Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
          Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
          Email: kontak@hesa.co.id
          Telp: (021) 8404531
          Whatsapp Bussiness : 0812 9144 2210 atau  0811 888 9409

          Klik tombol whatsapp dibawah ini, untuk bicara dengan CS kami: