Analisis Struktur Rangka Batang dengan Metode Elemen Hingga

Analisis Struktur Rangka Batang dengan Metode Elemen Hingga

Metode elemen hingga adalah metode numerik untuk penyelesaian masalah engineering dan matematika fisika.

Masalah dalam rekayasa engineering dan matematika fisika yang dapat diselesaikan dengan menggunakan metode elemen hingga meliputi analisis struktur, perpindahan panas, aliran fluida, transportasi massa, dan potensial elektromagnetik.

Analisis Struktur Rangka Batang dengan Metode Elemen Hingga

Metode Elemen Hingga sebagai Alternatif Solusi

Untuk masalah bentuk geometri yang rumit, beban, dan sifat material yang komplek, sangat sulit untuk mendapatkan penyelesaian dengan solusi analitis matematika secara eksak.

Solusi analitis umumnya memerlukan pemecahan persamaan diferensial biasa atau persamaan diferensial parsial, tentunya untuk geometri, beban, dan sifat material yang rumit dan komplek sulit untuk diperoleh. Oleh karena itu diperlukan metode numerik, seperti metode elemen hingga, untuk mendapatkan pemecahan masalah.

Formulasi elemen hingga lebih mengandalkan pemecahan masalah dengan menyelesaikan sistem persamaan aljabar secara simultan, dibandingkan melalui pemecahan persamaan diferensial.

Dengan penyelesaian numeric metode elemen hingga akan diperoleh nilai perkiraan dari variable yang tidak diketahui pada lokasi tertentu dalam suatu sistem kontinum.

Pemecahan dengan metode elemen hingga adalah dengan membagi suatu benda atau struktur menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (elemen hingga) yang saling terhubungkan oleh nodal atau garis batas atau permukaan yang disebut diskritisasi.

Dalam metode elemen hingga, pemecahan masalah tidak dilakukan langsung dalam satu operasi, namun dengan membuat persamaan keseimbangan untuk setiap elemen yang kemudian digabungkan untuk mendapatkan pemecahan dari seluruh sistem.

Anda bisa mendapatkan modul yang lebih lengkap sesuai dengan tema yang ada di artikel ini dengan mengunduh materi berikut ini Full Modul: Analisis Struktur Rangka Batang dengan Metode Elemen Hingga

Untuk informasi tentang Untuk jasa pengujian, audit analisis dan disain struktur, silahkan hubungi:

PT Hesa Laras Cemerlang

Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
Email: kontak@hesa.co.id
Telp: (021) 8404531

Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

Tinggalkan Pesan

    Penyelidikan Tanah di Lapangan | Rekayasa Geoteknik

    Penyelidikan Tanah di Lapangan | Rekayasa Geoteknik

    Penyelidikan tanah di lapangan adalah proses sistematis untuk mengumpulkan dan mencatat semua data yang diperlukan yang akan dibutuhkan atau akan membantu dalam proses desain dan konstruksi, terkait dengan lapisan tanah di bawah lokasi yang diselidiki dengan tujuan untuk :
    – mengidentifikasi kesesuaian lahan untuk proyek
    – mengidentifikasi keekonomian desain pondasi
    – mengidentifikasi kesulitan yang mungkin timbul selama proses konstruksi
    – mengidentifikasi penyebab semua perubahan kondisi lapisan tanah.

    Kegunaan Penyelidikan Tanah di Lapangan

    Kegunaan Rekayasa Geoteknik pada proyek konstruksi adalah untuk melakukan evaluasi atas sifat-sifat dasar dari material tanah, baik yang ada di permukaan maupun yang dibawah permukaan bumi, hal ini dilakukan sebelum proyek konstruksi dimulai.

    Pengeboran tanah dilakukan untuk mendapatkan drilling log stratifikasi tanah, pengambilan sampel tanah tak terganggu (undisturb sampling) dan pengujian Standard Penetration Test (SPT), untuk mendapatkan daya dukung tanah dan properti tanah — at Bandara Internasional Soekarno Hatta.

    Evaluasi tersebut dijalankan dengan menyelidiki kondisi dan material yang ada di atas dan di bawah permukaan, menentukan sifat fisik dan kimia material bumi, mengevaluasi stabilitas lereng dan endapan tanah, serta menilai risiko yang ditimbulkan oleh kondisi tapak, desain fondasi, serta, memantau kondisi tapak dan konstruksi pondasi.

    Penyelidikan Tanah pada Rencana Pengembangan Terminal II Bandara Soekarno Hatta 11
    Penyelidikan Tanah di Lokasi Rencana Pengembangan Terminal II Bandara Soekarno Hatta

    Setelah rancangan struktur dan kebutuhan pembangunan ditentukan, tahap selanjutnya adalah: Penyelidikan Tanah di Lapangan.
    Selama fase ini, tanah, batuan, distribusi patahan dan kandungan batuan dasar di dalam tanah yang letaknya ada di bawah lokasi rencana konstruksi diperiksa agar dapat ditentukan sifat teknisnya.

    Penyelidikan Tanah di Lokasi Rencana Pengembangan Terminal II
    Sondir, Cone Penetrometer Test, at Bandara Internasional Soekarno Hatta.

    Sejumlah tes dapat dilakukan dalam investigasi tanah di lapangan, diantaranya adalah Sondir, standard penetration test (SPT), cone penetration tests (CPT), CPT seismic, CPT resistivity dan test geofisika lainnya.

    Pengeboran tanah dilakukan untuk mendapatkan drilling log stratifikasi tanah, pengambilan sampel tanah tak terganggu (undisturb sampling) dan pengujian Standard Penetration Test (SPT), untuk mendapatkan daya dukung tanah dan properti tanah — at Bandara Internasional Soekarno Hatta.

    Pengeboran tanah dilakukan untuk mendapatkan drilling log stratifikasi tanah, pengambilan sampel tanah tak terganggu (undisturb sampling) dan pengujian Standard Penetration Test (SPT), untuk mendapatkan daya dukung tanah dan properti tanah

    Pengeboran tanah at Bandara Internasional Soekarno Hatta.

    Standar Penetration Test (SPT) adalah suatu metode uji yang dilaksanakan bersamaan dengan pengeboran untuk mengetahui, baik perlawanan dinamik tanah maupun pengambilan contoh terganggu dengan teknik penumbukan.

    Sample UDS (undisturb sample) selanjutnya dibawa ke laboratorium mekanika tanah untuk dilakukan serangkaian pengujian untuk mengetahui index properties dan engineering properties.

    Sample UDS (undisturb sample) yang selanjutnya dibawa ke laboratorium mekanika tanah untuk dilakukan serangkaian pengujian untuk mengetahui index properties dan engineering properties — at Bandara Internasional Soekarno Hatta.

    Sedangkan Sondir adalah suatu uji tanah yang dilakukan dengan cara melakukan penetrasi konus ke dalam tanah yang bertujuan untuk mengetahui daya dukung tanah tiap kedalaman tertentu berdasarkan parameter-parameter perlawanan tanah terhadap ujung konus dan hambatan akibat lekatan tanah dengan selubung konus.

    Parameter tersebut berupa perlawanan konus (q), perlawanan geser (fs), angka banding geser (Rf), dan geseran total tanah (T), yang dapat digunakan untuk interpretasi perlapisan tanah yang merupakan bagian dari desain fondasi.

    Sondir biasa disebut juga dengan Cone Penetrometer Test (CPT) dilakukan dengan menggunakan alat sondir yang biasa disebut penetrasi quasi statik.

    SNI pengujian Sondir dan SPT dapat di click di Link berikut:

    Download SNI 2827-2008 Cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir

    Download SNI 4153:2008, Cara uji penetrasi lapangan dengan SPT

     

    PT Hesa Laras Cemerlang

    Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
    Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
    Email: kontak@hesa.co.id
    Telp: (021) 8404531
    Whatsapp Bussiness : 0812 9144 2210 atau  0811 888 9409

    Klik tombol whatsapp dibawah ini, untuk bicara dengan CS kami:

    Uji Korosi Tulangan Beton Resistivity Canin+

    Uji Korosi Tulangan Beton Resistivity Canin+

    Uji korosi tulangan beton merupakan salah satu bagian yang harus dilaksanakan oleh pemeriksa lapangan dalam pekerjaan audit building untuk memetakan kerusakan yang sudah terjadi dan potensi kerusakan yang kemungkinan besar akan terjadi.

    Half Cell Potential Test untuk Uji Korosi Tulangan Beton

    Salah satu metode NDT adalah uji korosi tulangan dalam beton dengan menggunakan prinsip half cell potential dengan alat keluaran proceq yaitu CANIN+ (corrosion analysis).

    http://hesa.co.id//images/Services/Uji_Korosi/Resistivity-1.jpg

    CANIN+ dengan batang half-cell mengukur potensi korosi pada tulangan baja di dalam beton baja mengacu pada metode yang dijelaskan dalam berbagai standar (misalnya ASTM C876-91).

    http://hesa.co.id//images/Services/Uji_Korosi/Alat%20Uji%20Resistivity%20Canin.jpg

    Skematik alat seperti pada gambar berikut:

    http://hesa.co.id//images/Services/Uji_Korosi/canin%20equipment3.jpg

    Metode Pengukuran Canin+ untuk Uji Korosi Tulangan Beton

    Untuk mengukur voltase ini, perlu menghubungkan kabel ground ke bagian yang terbuka dari tulangan baja di dalam beton. Pembacaan dilakukan dengan menempelkan batang half-cell pada permukaan beton yang sudah diberi tanda misalkan titik-titik dengan grid berjarak tertentu. Hasil pembacaan akan ditampilkan pada unit display sebagai grafik beda potensial.

    Prinsip Pengukuran Resistivitas pada Canin+ untuk Memperkirakan Potensi Korosi Tulangan dalam Beton

    CANIN + dengan probe resistivitas mengukur tahanan (resistivity) listrik pada beton sesuai dengan prinsip Wenner. Gambar di bawah menunjukkan secara skematik prinsip pengukuran resistivitas dan rumus yang digunakan oleh instrumen untuk menghitung dan menampilkan nilai resisitivitas.

    http://hesa.co.id//images/Services/Uji_Korosi/Prinsip%20konfigurasi%20wenner%20pembacaan%20resistivitas.jpg

    Photo dokumentasi di bawah ini menunjukkan cara pengukuran Canin+ untuk mengetahui potensi korosi pada tulangan dalam beton.

    Uji Resistivity Canin untuk Uji Korosi Tulangan dalam Beton

    Pengolahan data selanjutnya dilakukan pada PC dengan bantuan software ProVista, yang memberikan dasar untuk interpretasi penilaian potensi korosi yang terjadi pada tulangan di dalam beton.

    Output pembacaan seperti pada tabel berikut:

    http://hesa.co.id//images/Services/Uji_Korosi/Pembacaan%20Uji%20Resistivity.jpg

    Untuk jasa pengujian ultrasonic testing, ultrasonic thickness test, uji korosi, analisis laju korosi dan analisis life time (masa layan) struktur dapat menghubungi kami di 0218404531 atau email: kontak@hesa.co.idPT. HESA Laras Cemerlanghttp://hesa.co.id//

    Untuk informasi tentang Uji Korosi Tulangan dalam Beton dan layanan Jasa NDT lainnya, silahkan hubungi:

    PT Hesa Laras Cemerlang

    Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
    Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
    Email: kontak@hesa.co.id
    Telp: (021) 8404531
    Whatsapp Bussines : 0812 9144 2210 or follow this link : Hesa Admin

    Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

    Tinggalkan Pesan

      Uji Korosi Struktur Baja

      Uji Korosi Struktur Baja

      Pengendalian Pemantauan dan Uji Korosi pada Struktur Baja

      Korosi yang terjadi pada struktur baja merupakan proses kerusakan pada sifat material logam akibat terjadinya reaksi elekrokimia karena interaksi logam dengan lingkungan. Pada elemen struktur umumnya korosi ini tidak dapat dicegah sepenuhnya, karena sangat sulit dan tentunya mahal untuk dapat memproteksi secara keseluruhan dan permanen suatu elemen struktur dari serangan korosi.

      Pengendalian Pemantauan dan Uji Korosi pada Struktur Baja

      Manfaat Uji Korosi Struktur Baja

      Namun upaya untuk mencegah, mengendalikan, dan memantau tingkat korosi pada elemen struktur tetap diperlukan untuk menghindarkan terjadinya kegagalan struktur akibat korosi pada masa layan struktur.

      Perencanaan proteksi atau pengendalian korosi dilakukan dengan memberikan proteksi kepada komponen struktur sehingga terlindung dari korosi dalam rentang waktu tertentu, dan memperbaharuinya secara berkala selama umur rencana struktur.

      Tujuan Uji Korosi Struktur Baja

      Perencanaan pengendalian korosi bertujuan mengatur laju korosi, dengan metode tertentu sehingga perkembangannya diprediksi tetap berada dalam batas tertentu yang tidak mengakibatkan struktur dibawah kapasitas layannya selama umur rencana.

      Upaya pemantauan korosi dan uji korosi bertujuan untuk memantau tingkat korosi agar tidak melebihi batas yang diijinkan yang dapat mengakibatkan kegagalan struktur akibat penurunan kapasitasnya.

      Kegagalan salah satu dari aspek-aspek pengendalian korosi ini dapat menyababkan struktur mengalami kegagalan dini struktur.

      Pengendalian Korosi

      Proteksi terhadap korosi atau lebih tepat disebut pengendalian terhadap korosi dapat digolongkan menjadi empat golongan besar yaitu :

      • Dengan mengubah jenis logam dan desain
      • Dengan mengubah media korosif
      • Dengan cara mengubah potensial (tegangan)
      • Dengan pelapisan permukaan.

      Cara pengendalian diatas bertujuan untuk menghambat laju korosi sehingga diharapkan umur logamnya menjadi lebih lama, penghematan pemakaian bahan, yang pada akhirnya akan menurunkan biaya-biaya pemeliharaan yang disebabkan oleh masalah-masalah korosi.

      Pemantauan Korosi pada struktur Baja

      Pemantauan korosi yang terjadi pada struktur baja dilakukan untuk memastikan bahwa korosi yang terjadi tidak membahayakan struktur, atau mengakibatkan kegagalan struktur.

      Untuk mengetahui prosentase korosi yang terjadi dapat dilakukan uji korosi dengan mengukur ketebalan profil baja yang belum terkorosi, dengan ultrasonic testing.

      http://hesa.co.id//images/Audit-Struktur-Ware-House-Taisho-Pharmaceutical-Indonesia/ultrasonic_testing/Ultrasonic%20Thickness-3.jpg

      Ultrasonic Testing (UT) menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi (biasanya berkisar antara 0,5 dan 15 MHz) untuk melakukan pemeriksaan dan melakukan pengukuran. Selain penggunaannya yang luas dalam aplikasi teknik (seperti deteksi dan evaluasi cacat, pengukuran dimensi, karakterisasi material, dan lain-lain).

      Secara umum, pengujian ultrasonik didasarkan pada penangkapan dan kuantifikasi gelombang pantul pulse-echo atau gelombang yang ditransmisikan (melalui transmisi).

      Masing-masing dari kedua jenis ini digunakan dalam aplikasi tertentu, namun pada umumnya, sistem pulse echo lebih useful karena hanya memerlukan akses dari satu sisi ke objek yang diperiksa.

      Prinsip dasar Pengujian Ultrasonic

      http://hesa.co.id//images/Ultrasonic%20principle.jpg

      Sistem inspeksi UT pulse-echo terdiri dari beberapa komponen alat, seperti pulser atau receiver, transducer, dan perangkat display.

      Analisis struktur dilakukan dengan penampang profil yang terukur untuk mengetahui apakah rasio tegangan pada struktur masih memenuhi syarat yang diijinkan.

      Jika tidak memenuhi maka dilakukan perhitungan atau treatment tertentu untuk mengembalikan kapasitasnya. Jika penurunan kapasitasnya masih dalam batas yang diijinkan, selanjutnya dilakukan perhitungan dimensi minimum profil elemen struktur yang ditinjau yang menghasilkan rasio tegangan yang masih diijinkan.

      Dari dimensi minimum ini dan dari perkiraan laju kaorosi akan dapat juga diperkirakan sisa masa layan struktur.

      Untuk jasa ultrasonic testing, ultrasonic thickness test, uji korosi, analisis laju korosi dan analisis life time (masa layan) struktur dapat menghubungi kami di 0218404531 atau email: kontak@hesa.co.id, PT. HESA Laras Cemerlang, hesa.co.id

      PT Hesa Laras Cemerlang

      Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
      Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
      Email: kontak@hesa.co.id
      Telp: (021) 8404531
      Whatsapp Bussines : 0812 9144 2210

      Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

      Tinggalkan Pesan

        Non-Destructive Test Beton

        Non-Destructive Test Beton

        Non-Destructive Test, pengujian tanpa merusak, saat ini keberadaanya semakin semakin banyak diterima dan diaplikasikan dalam rekayasa teknik sipil dan struktur, sebagai alat untuk mengevaluasi kekuatan, keseragaman, keawetan dan sifat-sifat lainnya dari struktur beton eksisting.

        Dasar-dasar metode NDT terus dieksplorasi baik kelebihan, kekurangan, metode  maupun interpretasi hasil ujinya. Metode Non-Destructive Test yang umum digunakan dalam rekayasa teknik sipil dan struktur diantaranya adalah :

        Rebar Scanner

        Pengujian ini sering disebut juga dengan Rebar Locator, karena sesuai fungsinya untuk mengetahui lokasi tulangan (rebar) atau juga banyak yang menyebutnya dengan Covermeter test. Pada prinsipnya pengujian NDT ini adalah sebuah pengujian yang dilakukan untuk mengukur tebal selimut beton, jarak antar tulangan dan besar diameter tulangan.

        Rebar scanning
        Rebar Locator on Pelindo
        Nondestructive Test Dermaga Pelabuhan Belawan 4
        Rebar scanning atau covermeter test untuk mengetahui posisi, dimensi dan kedalaman tulangan baja di dalam beton sekaligus mendapatkan visualisasinya — at Pelindo I Cabang Pelabuhan Belawan.

        Hammer Test

        Biasa juga disebut dengan Concrete Hammer Test atau Schmidt Hammer Test. Adalah suatu metode uji yang simpel dan nisbi praktis guna mengetahui bagaimana kualitas beton

        Hammer Test at Pelabuhan Belawan.
        Hammer Test at Pelabuhan Belawan.

        Impact Echo Test

        Melakukan benturan mekanis dengan bantuan ketukan palu atau lainnya,  sehingga dapat menghasilkan gelombang pada frekuensi 1-60 kHz dengan panjang gelombang dari 50 mm sampai 2000 mm yang merambat dalam suatu media selama media tersebut elastis homogen.

        IMPACT ECHO TEST

        Carbonation Test

        Tujuan carbonation test, uji karbonasi, adalah supaya dapat diketahui bagaimana kualitas selimut beton dalam melakukan perlindungan terhadap tulangan baja yang  di dalamnya. Karena, proses karbonasi menetralisir kondisi basa dalam beton. Jika selimut beton seluruhnya telah terkarbonasi mencapai tulangan baja di dalamnya, maka baja tulangan di dalamnya akan segera terkorosi ketika udara lembab dan oksigen mencapai tulangan.

        Carbonation Test
        Carbonation Test

        Pulse Echo Test

        Untuk menguji mutu serta integritas beton dengaan bantuan alat Pundit PL-200PE yang telah mendayagunakan Pulse Echo sebagai inovasi teknologi dalam meningkatkan kinerja aplikasi ultrasonik dalam hal obyek uji serta akses terhadap benda yang hanya terbatas di satu sisi

        Ultrasonic Pulse Velocity Test

        Proses pengujian beton dengan bantuan gelombang ultrasonik melalui alat  Read-out Unit PUNDIT (Portable Unit Non Destructive Indicator Tester), Transducer 54 Hz, dan Calibration Bar.

        Half Cell Potencial Test

        Metode Half Cell bertujuan untuk mengindikasikan tingkat korosi dari tulangan yang berada di dalam beton. Metode ini memberi banyak keuntungan, sebab dengan hasil yang cukup akurat tapi biayanya relatif murah

        Half Cell Potential Test untuk Uji Korosi pada Inspeksi dan Audit Struktur Jembatan Citra Maja Raya
        Half Cell Potential Test untuk Uji Korosi pada Inspeksi dan Audit Struktur Jembatan Citra Maja Raya 3

        Brinell Test

        Adalah untuk menentukan kekerasan suatu material dalam bentuk daya tahan material terhadap bola baja (identor) yang ditekankan pada permukaan material uji tersebut (speciment).

        http://hesa.co.id//images/Brinell6.jpg

        Loading Test

        Tujuannya supaya tahu apakah bagian struktur yang diuji masih dapat kuat menahan beban working load, beban kerja,  yang membebaninya atau tidak.
        Loading Test Jembatan Trimartani

        Core Drill

        Metode core drill adalah suatu metoda pengambilan sampel beton pada suatu struktur bangunan. Sampel yang diambil (bentuk silinder) selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian seperti Kuat tekan

        Core Drill Dermaga Pomako Papua 2017
        Core Drill Dermaga Pomako Papua 2017

        Non-Destructive Test (NDT)

        NDT adalah suatu cara untuk memeriksa, menguji, atau mengevaluasi material atau elemen struktur tanpa merusak kemampuan layan dari suatu bagian atau sistem struktur.

        Tujuan Non destructive Testing adalah untuk menentukan kualitas dan integritas material atau elemen struktur tanpa mempengaruhi kemampuan untuk menjalankan fungsinya.

        Metode pengujian yang tidak mempengaruhi kegunaan suatu bagian atau sistem tetap dianggap tidak merusak bahkan jika mengandung tindakan invasif.

        Sebagai contoh, coring adalah metode NDT yang umum digunakan untuk mengambil sample dengan melubangi elemen struktur beton dan menguji spesimen sample dari elemen struktur beton untuk menentukan sifat beton in-situ.

        Coring tentunya mengubah tampilan komponen struktur dan secara marginal mempengaruhi integritas strukturalnya. Namun jika dilakukan dengan benar, dilakukannya coring tidak mempengaruhi kemampuan layan elemen struktur tersebut dan dengan demikian tetap dianggap masuk kedalam katagori uji tidak merusak (Non destructive Testing/NDT).

        Beda Non-Destructive Test dengan Destructive Test

        Pengujian yang merusak (Destructive Testing, DT) mengeksplorasi mekanisme kegagalan untuk menentukan sifat mekanik material seperti kuat leleh, kuat tekan, kuat tarik, keuletan dan ketangguhan retak.

        Sedangkan metode NDT mengeksplorasi indikasi sifat tanpa mencapai kegagalan elemen struktur. Upaya secara ekstensif terus dilakukan untuk mengembangkan metode NDT sehingga semakin baik dalam mengindikasikan sifat mekanik, akustik, kimia, listrik, magnetik, dan fisik dari material atau elemen yang diuji.

        Metode NDT terus dikembangkan sebagai metode yang untuk menjawab kebutuhan untuk mendeteksi kerusakan secara dini sebagai bagian dari pencegahan kerusakan struktural.

        Penggunaan ekstensif NDT didorong oleh faktor ekonomi dan keselamatan. Dalam upaya pencegahan dini terjadinya kerusakan struktural, teknik-teknik pengujian in-site baru telah banyak ditemukan.

        Untuk semakin memungkinkan melakukan penilaian kinerja beton selama tahap konstruksi, tahap commissioning maupun dan pada masa layan struktur.

        Faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan survei NDT adalah kedalaman penetrasi terhadap material atau elemen struktuyang diuji, resolusi vertikal dan lateral, kontras pada sifat fisik, rasio signal-to-noise dan informasi yang ada mengenai struktur (McCann & Forde, 2001).

        Pemahaman tentang sifat material dan isu utama yang terkait dengan penerapannya dalam bidang struktur menjadi sangat penting bagi keberhasilan metode NDT apapun. Langkah-langkah untuk memilih metode NDT yang memadai adalah sebagai berikut (Shull, 2002).

        • Memahami sifat fisik dari material yang diinspeksi
        • Memahami proses fisik dasar yang dari metode NDT yang diaplikasikan
        • Memahami sifat fisik interaksi antara probe alat uji dengan bahan uji
        • Memahami keterbatasan teknologi NDT yang diaplikasikan
        • Mempertimbangkan faktor ekonomi, lingkungan, peraturan dan faktor lainnya

        Ada berbagai metode NDT yang diaplikasikan dalam bidang rekayasa teknik sipil dan struktur. Dan sudah banyak pula literatur teknis mengenai NDT pada beton, namun hal penting untuk meningkatkan keakurasian interpretasi hasil NDT adalah kolaborasi antara insinyur sipil, peneliti NDT dan spesialis NDT.

        Reference:

        Untuk informasi tentang Jasa Pengujian Tanpa Rusak NDT Non destructive Testing, silahkan hubungi:

        PT Hesa Laras Cemerlang

        Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
        Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
        Email: kontak@hesa.co.id
        Telp: (021) 8404531
        Whatsapp Bussines :0812 9144 2210 atau 0811 888 9409
        or follow this link : https://linktr.ee/hesa.lc

        Pemodelan Struktur Dermaga dengan Midas Gen 2014 V2.1

        Pemodelan Struktur Dermaga dengan Midas Gen 2014 V2.1

        Dermaga dilengkapi dengan fasilitas rumah kontrol mesin dan conveyor. Beban mati akibat berat sendiri rangka baja, beban mati tambahan, dan 25% beban hidup diambil sebagai gaya yang bekerja pada fasilitas tersebut. Reaksi perletakan dari struktur fasilitas tersebut akan diaplikasikan sebagai beban ke struktur dermaga

        Artikel ini memaparkan pemodelan dan analisis struktur dermaga dengan menggunakan Midas Gen, mulai dari standard desain, tata letak geometri struktur, pendefinisian properti material, pendefinisian kondisi pembebanan dan kombinasi beban, Metode analisis, pemodelan struktur dan pembebanan dalam Midas Gen 2014 v2.1 dan deskripsi hasil analisis program.

        Ditulis Oleh : Heri Khoeri, Junaidi, Hilmi Zamakhsyari

        Untuk mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang Pemodelan Struktur Dermaga dengan Midas Gen 2014 V2.1, silahkan unduh link berikut: Artikel Pemodelan Struktur Dermaga

        Jasa Pengujian, Audit, Analisis dan Desain Struktur (gedung, dermaga, jembatan, bendungan dan lainnya) call: 0218404531 atau email: kontak@hesa.co.id

        Untuk informasi tentang Jasa Pengujian, Audit, Analisis dan Desain Struktur (gedung, dermaga, jembatan, bendungan dan lainnya) silahkan hubungi:

        PT Hesa Laras Cemerlang

        Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
        Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
        Email: kontak@hesa.co.id
        Telp: (021) 8404531

        Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

        Tinggalkan Pesan

          Ultrasonic Pulse Velocity Test pada CLINKER GRINDING UNIT Kutai Kartanegara

          Ultrasonic Pulse Velocity Test pada CLINKER GRINDING UNIT Kutai Kartanegara

          Pengujian dengan Ultrasonic Pulse Velocity Test, UPVT, PUNDIT PLUS merupakan salah satu pengujian tidak merusak – Nondestructive Test – yang dilakukan untuk mengetahui mutu struktur beton, dimana mutu beton diestimasi berdasarkan cepat rambat gelombang ultrasonic yang melalui struktur beton tersebut

          Ultrasonic Pulse Velocity Test pada Clinker Grinding Unit Kutai Kartanegara

          Ultrasonic Pulse Velocity Test pada Tunel dan Silo Clinker Grinding Unit Kutai Kartanegara
          Ultrasonic Pulse Velocity Test pada Tunel dan Silo Clinker Grinding Unit Kutai Kartanegara

          UPVT dilakukan dengan metode Direct dan etode Indirect.

          yang dimaksud metode direct pada UPVT adalah metode uji dengan menempatkan transmitter dan receiver pada dua sisi yang berbeda. Seperti pada gambar berikut:

          Ultrasonic Pulse Velocity Test pada Tunel dan Silo Clinker Grinding Unit Kutai Kartanegara 3
          UPVT dengan Direct Method

          Sedangkan yang dimaksud indirect pada UPVT adalah metode dengan menempatkan transmitter dan receimer pada satu sisi. Hal ini biasanya dilakukan karena tidak memungkinkan pengambilan data dengan metode direct. Contoh metode indirect seperti pada gambar berikut:

          UPVT Indirect Metode pada Tunel dan Silo Clinker Grinding Unit Kutai Kartanegara
          UPVT Indirect Metode pada Tunel dan Silo Clinker Grinding Unit Kutai Kartanegara
          UPVT Indirect Metode pada Tunel dan Silo Clinker Grinding Unit Kutai Kartanegara
          UPVT Indirect Metode pada Tunel dan Silo Clinker Grinding Unit Kutai Kartanegara
          UPVT Indirect Metode pada Tunel dan Silo Clinker Grinding Unit Kutai Kartanegara

          Baca lebih lengkap tentang ultrasonic pulse velocity test pada artikel kami: Uji Mutu Dan Integritas Beton Ultrasonic dengan Pulse Velocity Test

          Untuk kebutuhan Survey, Pengujian, Analisis Geoteknik dan struktur baik itu Pengujian Non Destructive Test  maupun Destructive Test, silahkan hubungi:

          PT Hesa Laras Cemerlang

          Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
          Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
          Email: kontak@hesa.co.id
          Telp: (021) 8404531

          Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

          Tinggalkan Pesan

            Inspeksi Tanki dan Analisis Settlement Pondasi Tanki 1000 kL Cikarang, 2016

            Inspeksi Tanki dan Analisis Settlement Pondasi Tanki 1000 kL Cikarang, 2016

            Proyek Kawasan Inspeksi Tanki dan Analisis Settlement Pondasi Tanki 1000 kL milik PT SKI dengan lokasi di Kawasan industri MM2100 Cibitung-Bekasi, waktu pengerjaan Tahun 2016.

            Inspeksi Tanki dan Analisis Settlement Pondasi Tanki 1000 kL

            Dimensional Inspection dilakukan untuk mengetahui kelayakan teknis tanki berdasarkan code yang berlaku. Hal-hal yang diinspeksi dan toleransi yang diijinkan dalam inspeksi pada tank seperti yang diberikan pada gambar berikut:

            http://hesa.co.id//images/projects/Tanki_Ethanol_2016/5.jpg

            http://hesa.co.id//images/projects/Tanki_Ethanol_2016/6.jpg

            Inspeksi Tanki

            Dimensional inspection dilakukan dengan menggunakan alat total station dan autolevel, yang dilakukan baik dari dalam maupun dari luar tanki.

             

            Inspeksi Tanki dan Analisis Settlement Pondasi Tanki 1000 kL

            Selain Dimensional Inspection dilakukan pula soil investigation dengan melakukan sondir (Cone Penetrometer Test, CPT), boring, Standard Penetration Test (SPT), Undisturbed Sampling (UDS), dan uji laboratorium mekanika tanah untuk mendapatkan index properties dan engineering properties dari tanah di sekitar lokasi tanki.

            Soil Test Inspeksi Tanki dan Analisis Settlement Pondasi Tanki 1000 kL

            Idealnya uji dilakukan pada tanah di bawah tanki, namun karena hal tersebut tidak memungkinkan, maka diambil pada area sedekat mungkin dengan pondasi tanki.

            Data tanah yang diperoleh akan dijadikan input dalam geotechnical analysis yang dalam hal ini adalah settlement analysis untuk memperkirakan kemungkinan penurunan tanah yang terjadi dan bagaimana dampaknya terhadap stabilitas struktur tanki.

             

            http://hesa.co.id//images/projects/Tanki_Ethanol_2016/2.jpg

            Untuk analisis settlement digunakan MIDAS Soil Work, dengan gambaran visualisasi output seperti slide berikut:

            1234

            http://hesa.co.id//images/projects/Tanki_Ethanol_2016/7.jpg

            MESH GENERATION

            http://hesa.co.id//images/projects/Tanki_Ethanol_2016/11.jpg Selanjutnya untuk integritas tanki dilakukan uji vacum. Uji Vacum merupakan metoda test yang digunakan untuk mengecheck adanya kebocoran di area las-lasan plat dasar tanki adalah menggunakan kotak vakum yang merefer ke API 650 Para 5.3.6 dan 6.6.

            Alat yang digunakan adalah kotak sepanjang 750 mm dengan lebar 150 mm lengkap dengan kaca yang bisa melihat sambungan las-lasan, lap kering dan air sabun.

            Indikator tekanan vakum yang terbaca minimum adalah 3 psi / 2 kPa, dilakukan selama 5 detik untuk setiap las-lasan yang divakum. Overlap tiap pengetesan las-lasan adalah sepanjang 50 mm.

            Untuk informasi tentang Jasa Inspeksi,Pengujian, Audit, Analisis dan Desain Struktur (Gedung, Dermaga, Jembatan, Bendungan, Tanki dan lainnya) silahkan hubungi:

            PT Hesa Laras Cemerlang

            Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
            Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
            Email: kontak@hesa.co.id
            Telp: (021) 8404531
            Mobile: 081291442210
            Whatsapp Bussines: 0811 888 9409 or click this link: https://linktr.ee/hesa.lc

            Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

            Tinggalkan Pesan

              Ultrasonic Testing – Pengujian Ultrasonik

              Ultrasonic Testing – Pengujian Ultrasonik

              Ultrasonic Testing (UT) merupakan bagian dari pengujian tanpa rusak, nondestructive test. Yang berkerjanya didasarkan pada propagasi gelombang ultrasonik terhadap obyek tertentu atau material yang diuji.

              Dalam aplikasi UT yang paling umum, gelombang pulsa ultrasonik yang sangat pendek dengan frekuensi pusat mulai dari 0,1-15 MHz, dan kadang-kadang hingga 50 MHz, ditransmisikan ke dalam bahan untuk mendeteksi cacat internal atau untuk mengkarakterisasi material.

              Contoh umum adalah pengukuran ketebalan ultrasonik, yang menguji ketebalan benda uji, misalnya, untuk memantau korosi pipa.

              Pengujian ultrasonik sering dilakukan pada baja dan logam dan paduan lainnya, meskipun juga dapat digunakan pada beton, kayu dan komposit, meskipun dengan resolusi yang lebih rendah. Ini digunakan di banyak industri termasuk konstruksi baja dan aluminium, metalurgi, manufaktur, aerospace, otomotif dan sektor transportasi lainnya.

              Secara umum, pengujian ultrasonik didasarkan pada penangkapan dan kuantifikasi gelombang pantul (pulse-echo) atau gelombang yang ditransmisikan (melalui transmisi). Masing-masing dari kedua jenis ini digunakan dalam aplikasi tertentu, namun pada umumnya, sistem pulse echo lebih berguna karena hanya memerlukan akses dari satu sisi ke objek yang diperiksa.

              Prinsip dasar Ultrasonic Testing

              Sistem inspeksi Ultrasonic Testing pulse-echo terdiri dari beberapa komponen alat, seperti pulser /receiver, transducer, dan perangkat display.

              Ultrasonic principle

              Sebuah pulser/ receiver adalah perangkat elektronik yang bisa menghasilkan pulse listrik tegangan tinggi. Didorong oleh pulser, transduser menghasilkan energi ultrasonik frekuensi tinggi. Energi suara merambat dan disebarkan melalui media dari obyek yang diperiksa  dalam bentuk gelombang.

              Bila ada diskontinuitas, misalnya seperti retakan, di jalur rambatan gelombang, energi akan dipantulkan kembali dari permukaan yang cacat tersebut. Sinyal gelombang yang dipantulkan diubah menjadi sinyal listrik oleh transduser dan ditampilkan di layar.

              Dengan mengetahui kecepatan gelombang dan waktu tempuh maka jarak tempuh sinyal dapat diketahui pula. Dari sinyal tersebut, informasi tentang lokasi reflektor, ukuran, orientasi dan fitur lainnya terkadang bisa didapat.

              Untuk informasi tentang Jasa layanan Ultrasonic Testing dan Nondestructive Test lainnya, silahkan hubungi:

              PT Hesa Laras Cemerlang

              Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
              Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
              Email: kontak@hesa.co.id
              Telp: (021) 8404531
              Whatsapp Bussines : 0813 828 271 82 or click this Link : Whatsapp

              Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

              Tinggalkan Pesan

                Cara Penyelidikan Tanah dengan Sondir

                Cara Penyelidikan Tanah dengan Sondir

                Sondir atau Cone Penetrometer Test atau CPT adalah suatu uji dengan melakukan penetrasi konus ke dalam tanah yang bertujuan untuk mengetahui daya dukung tanah tiap kedalaman tertentu berdasarkan parameter-parameter perlawanan tanah terhadap ujung konus dan hambatan akibat lekatan tanah dengan selubung konus.

                Cara Penyelidikan Tanah dengan Sondir
                Penyelidikan Tanah dengan Sondir di Ciracas Jakarta Timur

                Cara Penyelidikan Tanah dengan Sondir

                Dengan alat sondir (penetrasi quasi statik). Parameter tersebut berupa perlawanan konus (q), perlawanan geser (fs), angka banding geser (Rf), dan geseran total tanah (T), yang dapat digunakan untuk interpretasi perlapisan tanah yang merupakan bagian dari desain fondasi.

                Pada bagan alir berikut digambarkan alur pengujian dengan sondir mulai dari persiapan, prosedur pengujian, pengulangan langkah-langkah pengujian, penyelesaian pengujian sampai dengan perhitungan hasil sondir dan penyajian grafik sondir.

                http://hesa.co.id//images/Alur%20sondir.jpg

                Downoad SNI 2827-2008 Cara uji penetrasi lapangan dengan alat sondir

                Untuk informasi tentang Konsultasi Soil Test dan layanan Jasa Engineering Survey, Analysis serta Moda Pengujian Struktur, silahkan hubungi:

                PT Hesa Laras Cemerlang

                Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
                Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
                Email: kontak@hesa.co.id
                Telp: (021) 8404531
                Whatsapp Bussines : 0813 828 271 82 or click this Link : Whatsapp

                Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

                Tinggalkan Pesan

                  Uji SPT Standard Penetration Test

                  Uji SPT Standard Penetration Test

                  Uji SPT adalah metode uji tanah in-situ yang dilaksanakan guna mengetahui sifat rekayasa geoteknik tanah bawah permukaan, terutama untuk tanah tanpa kohesi. Standard Penetration Test (SPT) dilaksanakan bersamaan dengan pengeboran, baik untuk mengetahui sifat perlawanan dinamik tanah juga sekaligus melakukan pengambilan sampel tanah UDS (Undisturbed Sample) dengan teknik penumbukan.

                  Pengujian SPT untuk mendapatkan daya dukung dan properti tanah di Bandara Soekarno Hatta

                  Uji SPT terdiri atas uji pemukulan tabung belah dinding tebal ke dalam tanah, disertai pengukuran jumlah pukulan untuk memasukkan tabung belah sedalam 300 mm vertikal. Dalam sistem beban jatuh ini digunakan palu dengan berat 63,5 kg, yang dijatuhkan secara berulang dengan tinggi jatuh 0,76 m.

                  Cara uji penetrasi lapangan dengan Standard Penetration Test

                  Peralatan UJI  SPT

                  Peralatan yang digunakan dalam pengujian SPT adalah :

                  1. Mesin bor
                  2. Mesin pompa
                  3. Split barrel sampler
                  4. Palu dengan berat 63,5 kg dengan toleransi meleset ± 1%
                  5. Alat penahan (tripod)
                  6. Rol meter
                  7. Alat penyipat datar
                  8. Kerekan
                  9. Kunci-kunci pipa
                  10. Tali untuk menarik palu
                  11. Alat bantu lainnya.

                  Prosedur Uji  SPT

                  Prosedur uji SPT sesuai Buku Manual Petunjuk Teknis Pengujian Tanah Dari Kementrian PUPR adalah mengacu pada SNI 4153:2008, yang langkahnya adalah sbb:

                  1. Mempersiapkan lubang bor hingga kedalaman uji
                  2. Memasukkan alat split spoon sampler secara tegak
                  3. Pastikan hammer jatuh dengan free falling (terjun bebas), tanpa ada hambatan sampai menumbuk
                  4. Menumbuk dengan hammer dan mencatat jumlah tumbukan setiap 15 cm penetrasi. Hammer
                    dijatuhkan secara bebas pada ketinggian 760 m
                  5. Nilai tumbukkan dicatat 3 kali (N0, N1, N2) dimana nilai Nspt = N1+N2. Split spoon sampler diangkat ke atas dan kemudian dibuka. Sampel yang diperoleh dengan cara ini merupakan sampel yang sangat terganggu
                  6. Sampel yang diperoleh dimasukkan ke dalam plastik untuk diuji di laboratorium. Pada plastik
                    tersebut harus diberikan catatan nama proyek, kedalaman dan nilai N.

                  Pelaksanaan pengujian dibagi dalam tiga tahap, yaitu berturut-turut setebal 150 mm untuk masing-masing tahap. Tahap pertama dicatat sebagai dudukan, sementara jumlah pukulan untuk memasukkan tahap ke-dua dan ke-tiga dijumlahkan untuk memperoleh nilai pukulan N atau perlawanan SPT (dinyatakan dalam pukulan per 0,3 m).

                  Prosedur Operasi Standar Uji SPT

                  Sesuai SNI SNI 4153:200 berikut ini SOP dalam pengujian tanah lapangan dengan metode SPT, yaitu 
                  a) Peralatan harus lengkap dan laik pakai;
                  b) Pengujian dilakukan dalam lubang bor;
                  c) Interval pengujian dilakukan pada kedalaman antara 1,50 m s.d 2,00 m (untuk lapisan tanah tidak seragam) dan pada kedalaman 4,00 m kalau lapisan seragam
                  d) Pada tanah berbutir halus, digunakan ujung split barrel berbentuk konus terbuka (open cone); dan pada lapisan pasir dan kerikil, digunakan ujung split barrel berbentuk konus tertutup (close cone)
                  e) Contoh tanah tidak asli diambil dari split barrel sampler
                  f) Sebelum pengujian dilakukan, dasar lubang bor harus dibersihkan terlebih dahulu
                  g) Jika ada air tanah, harus dicatat
                  h) Pipa untuk jalur palu harus berdiri tegak lurus untuk menghindari terjadinya gesekan antara palu dengan pipa;
                  i) Formulir-formulir isian hasil pengujian.

                  Standar pengujian tanah dengan SPT dilaksanakan berdasarkan Standard Nasional Indonesia SNI 4153:200 dan ASTM D1586-67.
                  Unduh pdf SNI 4153:200 disini: Download

                  Harga Jasa Uji SPT

                  Untuk informasi tentang  harga jasa uji SPT  Standard Penetration Test dan layanan Jasa Survey Geoteknik lainnya, silahkan hubungi admin kami melalui :

                  PT Hesa Laras Cemerlang

                  Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
                  Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
                  Email: kontak@hesa.co.id
                  Telp: (021) 8404531
                  Whatsapp : 08118889409 atau klik tombol WA dibawah ini

                  Analisis Respons Spektrum Struktur Gedung T dan L

                  Analisis Respons Spektrum Struktur Gedung T dan L

                  Indonesia adalah Negara dengan tingkat kegempaan yang sangat tinggi karena diapit oleh lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, hal ini menyebabkan tantangan sendiri bagi para ahli struktur dalam merancang suatu bangunan gedung yang tahan terhadap gempa.

                  Analisis Respons Spektrum Struktur Gedung T dan L
                  Picture by Ivan Cujic. On https://www.pexels.com/photo/sky-architecture-building-modern-109479/ ✓ Free for personal and commercial use ✓ No attribution required

                  Pada proses perancangan beban gempa dapat dilakukan dengan berbagai analisis mulai dari statik ekivalen dan analisis dinamik respon spektrum. Tulisan ini bertujuan untuk meninjau struktur gedung menggunakan analisis dinamik respon spektrum struktur yang mengacu pada SNI 03-1726-2012.

                  Pembebanan yang di input yaitu beban mati, beban hidup dan beban gempa. Bangunan gedung yang ditinjau dalam tulisan ini yaitu gedung bentuk gedung L dan T dengan inersia yang sama terhadap sumbu arah x. Masing-masing struktur berlantai 3 dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK).

                  Kedua bentuk gedung tersebut akan dianalisis menggunakan respon spektra desain kota Jakarta Pusat dan diasumsikan sebagai tanah lunak. Untuk mempercepat proses perhitungan analisis ini menggunakan bantuan software Etabs versi 9.6.

                  Analisis respon struktur yang ditinjau adalah waktu getar, perpindahan (displacement), rasio simpangan antar lantai (storydrift), momen lentur (bendingmomen) balok dan kolom serta torsi (Torsion) dari kedua bangunan gedung bentuk L dan T.

                  Dari hasil analisis kedua bentuk gedung didapatkan data data sebagai berikut:

                  Gedung bentuk L mempunyai waktu getar lebih kecil daripada gedung bentuk T,
                  Perpindahan (displacement) gedung bentuk T lebih kecil daripada gedung bentuk L,
                  Simpangan antar lantai (storydrift) gedung bentuk T lebih kecil dari pada gedung bentuk L,
                  Momen bentuk gedung T,
                  Momen maksimum gedung bentuk L lebih kecil daripada gedung bentuk T,
                  Serta torsi rata rata gedung bentuk T lebih kecil daripada gedung bentuk L.

                  Penulis: Rizwan Komarudin1, Heri Khoeri2, Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Jakarta

                  Untuk Membaca kesuluruhan artikel Analisis Respons Spektrum Struktur Gedung T dan L ini secara utuh, anda dapat mengunduhnya dalam file PDF berikut : PAPER ANALISIS PEMODELAN BENTUK GEDUNG T DAN L

                  Untuk informasi tentang Jasa Pengujian, Audit, Analisis dan Desain Struktur (gedung, dermaga, jembatan, bendungan dan lainnya) silahkan hubungi:

                  PT Hesa Laras Cemerlang

                  Komplek Rukan Mutiara Faza RB 1
                  Jl. Condet Raya No. 27,  Pasar Rebo, Jakarta Timur, Indonesia
                  Email: kontak@hesa.co.id
                  Telp: (021) 8404531

                  Atau tinggalkan pesan dibawah ini:

                  Tinggalkan Pesan